Areal Persawahan Garut Kian Menyusut Mendesak LP2B

0
71 views

Garut News ( Jum’at, 24/10 – 2014 ).

Buruh Tani Miskin di Garut, Jabar, Juga Makin Terdesak Kian Menyusutnya Areal Persawahan. (Foto : John Doddy Hidayat).
Buruh Tani Miskin di Garut, Jabar, Juga Makin Terdesak Kian Menyusutnya Areal Persawahan. (Foto : John Doddy Hidayat).

Pemkab Garut, katanya masih terus melakukan pemetaan areal persawahan di seluruh desa di kabupaten tersebut.

Mengantisipasi terus berkurangnya lahan pertanian pangan produktif sekaligus merealisasikan amanat Undang Undang Nomor 41/2009 tentang Perlindungan “Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan” (LP2B).

Kegiatan pemetaan dilakukan Tim Peneliti “Institut Pertanian Bogor” (IPB) sejak September 2014 diperkirakan tuntas 19 Nopember mendatang.

Sawah di Garut Terus Menyusut. (Foto : John Doddy Hidayat).
Sawah di Garut Terus Menyusut. (Foto : John Doddy Hidayat).

“Kita belum tahu pasti berapa luas sawah di Garut sekarang. Pemetaan pada 442 desa/kelurahan ini masih berlangsung, selesai sekitar 19 Nopember nanti. Hasilnya berupa naskah akademik bisa melakukan tahapan berikutnya ke pendataan di 2015,” kata Kepala Dinas “Tanaman Pangan dan Hortikultura” (TPH) Kabupaten Garut Tatang Hidayat didampingi Kepala Seksi Pengelolaan Lahan dan Air Bidang Sumber Daya Reza Fauzani, Jum’at (24/10-2014).

Kata Reza, hasil pemetaan diharapkan terdapat gambaran data sebenarnya mengenai luas lahan baku persawahan di kabupatennya kini.

Sedangkan langkah pendataan dilakukan terutama ditujukan memastikan rencana pemilik lahan, apakah lahan miliknya dipertahankan lahan pertanian produktif, atawa tidak.

Sehingga terdapat gambaran kawasan-kawasan dipertahankan sebagai kawasan LP2B.

Dikemukakan, kebijakan penetapan kawasan LP2B kudu dituangkan berbentuk Peraturan Daerah (Perda), dan menjadi salah satu instrument penataan ruang, semisal Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

“Intinya, ini menjadi Pekerjaan Rumah, bagaimana pemerintah memertahankan sawah, atau lahan pertanian pangannya, agar alih fungsi lahan bisa dikendalikan. Mestinya memang pemerintah harus membeli tanah dari masyarakat. Tetapi dari mana anggarannya? Itu persoalannya,” ungkap Reza.

Data di Dinas TPH menunjukkan dalam kurun waktu sekitar 8-9 tahun terakhir, luas lahan persawahan di Kabupaten Garut berkurang sekitar 5.000 hektare dari total lahan semula seluas sekitar 50.273 hektare.

Berkurangnya luas lahan sawah terjadi akibat terjadi alih fungsi lahan sawah ke non sawah, terutama menjadi perumahan, dan lantaran bertambahnya infrastruktur jalan.

Namun, Reza katakan hingga kini pihaknya masih kebingungan menetapkan standar nilai honor bagi petugas pendataan LP2B saat pendataan mulai digelar pada 2015 nanti.

Sebab, belum ada payung hukum, tepatnya Peraturan Bupati Garut menjadi standar besaran honor petugas pendataan pada kegiatan LP2B tersebut.

Namun demikian, pihaknya mencoba mengajukan besaran honor petugas pendataan berkisar Rp100 ribu-Rp300 ribu per orang.

Petugas pendataan direkrut dari kalangan Kepala Urusan Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Desa/Kelurahan.

Sehingga total petugas pendataan dalam kegiatan LP2B mencapai sedikitnya 442 orang tersebar pada 32 kecamatan se-Kabupaten Garut.

Didesak mengenai rencana pembukaan lahan sawah baru, Reza juga katakan saat ini hal tersebut dalam tahap dikonsultasikan dengan Pemprov Jawa Barat.

“Memang kita ajukan dibuka lahan sawah baru sekitar 700 hektare meliputi 11 kecamatan di wilayah selatan. Tetapi nanti laik, atau tidaknya, bergantung hasil konsultan,” katanya.

Berdasar data Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementerian Pertanian 2010, terjadi pengurangan lahan sawah di Garut seluas 5.435.12 hektare.

Sehingga total luas lahan sawah di Garut menyisakan 44.837,88 hektare.

IPB sempat pula melakukan penelitian pada 2011. Hasilnya, diketahui luas lahan di Garut berkurang 4.752,42 hektare.

Meski terdapat selisih luas lahan sawah di Garut antara data Pusdatin dengan IPB sekitar 682,70 hektare, namun benang merahnya, luas lahan sawah di Garut terus berkurang dari tahun ke tahun.

Sehingga LP2B di Garut mendesak dilakukan.

*******

Noel, Jdh.