Menghalau KLB di Tengah Pandemi Predator Covid-19

0
63 views
Korlap Pemateri Praktek dari Sahabat Akhirat Archery, Ust. Safril Abu Hafidz (paling kanan) Menyajikan Formula Ketepatan Memanah.
Memanah Benda Bergerak.

“Menerapkan peranan latihan fisik dalam menjaga kesehatan”

Garut News ( Ahad, 20/09 – 2020 ).

Foto berita www.garutnews.com akhir pekan, Ahad (20/09-2020), memotret kaula muda energik beberapa komunitas pemanah berolahraga meningkatkan imunitas mereka guna menghalau KLB di tengah Pandemi predator Covid-19.

Lantaran  hingga, Ahad (20/09-2020) Pukul 20:01:48 WIB, terdapat 7.171 warga kabupaten Garut terpapar wabah maut tersebut. Terdiri 195 terkonfirmasi positif coronavirus disease 2019 atau bertambah dua kasus dibandingkan sehari sebelumnya.

Ilustrasi. Memanah di Jazirah Pegunungan Tengah Papua Barat. (Foto : de Fretes).

Kemudian Probable 0 kasus, Suspect 2.997, serta Kontak Erat kini menembus angka 3.979 kasus.

Sedangkan panahan, kegiatan gerak berbusur membidik juga menembakan anak panah, sejarahnya dimulai sejak lima ribu tahun silam. Awalnya untuk berburu berkembang sebagai senjata pertempuran, kemudian olahraga ketepatan berpresisi tinggi.

Sedikitnya 48 kaula muda Sahabat Akhirat Archery, Yadul ‘Ulya Archery, Al Muwahid Archery beserta peserta dari Kabupaten Ciamis. Mereka termasuk 28 santriwati unjuk kepiawaian membidik dan melesatkan anak panah dari busurnya masing-masing.

Berpresisi Tinggi Dengan Memerhatikan Arah, dan Kecepatan Angin di Lokasi Memanah.

Termasuk memanah benda bergerak, yang disimulasikan dengan serpihan kertas karton hitam yang ditebar ke udara, berlangsung di lembah kampus peradaban Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya, Ahad (20/09-2020), dengan konsisten ketat menerapkan protokol medis.

Sebagaimana, Abul Walid Muhammad ibnu Rusyd (wafat 1198) menempatkan metode menjaga kesehatan sebagai salah satu objek penelitiannya. Ibnu Rusyd adalah dokter, filosof, dan hakim kenamaan.

“Dia pula orang pertama yang menemukan dan menerapkan peranan latihan fisik dalam menjaga kesehatan.”

Mahir Olahraga Memanah.

Uraian mengenai pemeliharaan kesehatan termaktub pula dalam kitab Taqwim as Sihha (Menjaga Kesehatan) karya Ibnu Butlan, ilmuwan asal Irak. Dia mengemukakan enam hal yang dapat memengaruhi kesehatan.

Pertama, kebersihan udara. Menurut dia, udara bersih bermanfaat memelihara fungsi paru-paru.

Kedua, memperhatikan kualitas gizi makanan dan minuman. Ketiga, berolahraga atau gerak badan. Keempat, cukup tidur dan beristirahat.

Melatih Konsentrasi Juga Pengendalian Diri.

Kelima, menenangkan pikiran dengan memerbanyak humor. Terakhir, tidak mudah marah, kecewa, atau sedih yang berlarut-larut.

Kitab ini diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan judul Tacuinum Sanitatis.  Lewat tulisan The Arabs and Mediaeval Europe, N Daniel menyatakan, Ibnu al-Wafid menambahkan aspek spiritual sebagai bagian penting memelihara kesehatan. Misalnya, shalat.

Membidik Sasaran Jarak Jauh.

Melalui shalat dan gerakan-gerakannya, seorang Muslim memeroleh dua keutamaan aspek medis sekaligus baik secara fisik maupun psikis. Beberapa pemikir sufi pada masa itu punya pandangan spiritual senada. Sufisme, dalam berbagai bentuk, memberikan masukan atas kesehatan diri, selain melindungi lingkungan.

Salah satu pemikiran Ibnu al-Wafid, seperti dikutip dari buku Ilmuwan Muslim Pelopor Hebat di Bidang Sains Modern, adalah praktik zuhud atau menahan hawa nafsu dunia serta menjauh dari kekayaan dan hidup sesederhana mungkin. Para sufi berkeyakinan, zuhud sebagai jalan mencapai kesehatan jiwa dan raga.

Tiada Hari Tanpa Berlatih.

Kitab al-Adwiya al-Mufada atau Powers of Medicine and Food karya lain Ibnu al-Wafid menguraikan pengobatan serta makanan. Dia menjelaskan bahwa fungsi pengobatan adalah mengembalikan kesehatan tubuh. Ini mencakup dua hal. Pertama, memahami keseluruhan bagian-bagian tubuh dan fungsinya.

Kedua, pengetahuan tentang obat-obatan dan makanan. Ilmuwan asal Toledo ini percaya, apabila kedua aspek itu dapat terpenuhi, masing-masing orang akan sanggup menjaga kesehatan diri dan lingkungannya sehingga memerkuat langkah preventif. Langkah preventif menjadi gerakan pada masa sekarang ini.

Masif Berlatih.

Data Tim Surveilans Dinkes kabupaten setempat tervalidasi menunjukan terdapat penambahan dua orang positif COVID-19 dari Kecamatan Garut Kota, masing-masing laki-laki (KC-194) 28 tahun, dan perempuan (KC-195) 29 tahun.

Juga terdapat penambahan dua orang konfirmasi positif selesai pemantauan (isolasi), terdiri laki-laki (KC-137) 2 tahun, dan laki-laki (KC-138) 5 tahun asal Kecamatan Selaawi.

Asah Keterampilan.

Totalitas kasus COVID-19 hingga kini 7.171, meliputi Kontak Erat 3.979 kasus (892 isolasi mandiri, dan 3.087 discarded/selesai pemantauan).

Kemudian 2.997 Suspek (25 isolasi mandiri, 0 Kasus Isolasi RS/perawatan, 2.935 discarded/selesai pemantauan serta 37 meninggal), Probable 0 kasus.

Memanah Bergilir.

Sedangkan 195 Konfirmasi Positif (satu isolasi mandiri, 83 nisolasi RS/perawatan, 102 kasus sembuh, dan sembilan meninggal). Sehingga keseluruhan yang meninggal 46 orang.

Tepat Sasaran.

*******

Pelbagai Sumber/Fotografer : Abah John.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here