APPI Mantapkan Optimalisasi Germas Pencegahan ‘Stunting’ Cibatu – Leuwigoong

0
86 views
Gencar Mantapkan Agenda Pencegahan Stunting.

“APPI Optimalkan Upaya Garut Zero Stunting”

Bandung, Garut News ( Rabu, 07/08 – 2019 ).

‘Aliansi Pita Putih Indonesia’ (APPI) gencar memantapkan monitoring dan evaluasi dalam optimalisasi Germas Hidup Sehat Pencegahan ‘Stunting’ di wilayah Kecamatan Cibatu, dan Leuwigoong Garut, Jawa Barat, yang diagendakan berlangsung 13 Agustus 2019.

Sehingga jajaran kepengurusan APPI menyelenggarakan rapat koordinasi persiapan preorientasi Germas dan Stunting di Gedung Bidang Latbang BKKBN Jabar, Rabu (07/08-2019), sekaligus juga dibahas kesiapan seluruh kegiatan pendukungnya.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Hj. Heni Juliani katakan, berdasar random sampel pada 2016 silam menunjukan 24 persen anak dari 300 kepala keluarga berkondisi stunting.

Mereka tersebar dari 20 wilayah kecamatan dengan 30 desa di seluruh wilayah kabupaten, bahkan jumlahnya meningkat drastis dari 24 persen menjadi 43 persen atau nyaris mencapai  200 persen peningkatannya berdasar hasil random sampel selama 2017 lalu.

Ilustrasi Penduduki Selatan Garut.

Hasil random sampel 2017 tersebut, juga diselenggarakan pada 20 wilayah kecamatan dengan 30 desa di kabupaten itu, ungkap Hj. Heni Juliani kepada Garut News di ruang kerjanya.

Paling banyaknya anak Garut berkondisi stanting di Jabar ini, ditanggulangi dengan beragam upaya termasuk di antaranya konseling dan perbaikan gizi.

Sehingga pada 10 desa prioritas dengan delapan Puskesmas prioritas di Kabupaten Garut 2017, ada 87 gizi buruk, 5.621 bumil anemia, 3.296 bumil KEK, 460 balita kurus, 43,2 prevalensi stunting, 51 kematian ibu, serta 286 kematian bayi pada proses persali nan.

“AKI/AKB Menurun” 

Hani Juliani menjelaskan, pula terjadinya penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB) pada proses persalinan.

Selama 2016 silam terjadi 74 kasus ibu meninggal, kemudian turun menjadi 45 kasus pada 2017 lalu.

Kemudian pada 2016 ada 333 kasus bayi meninggal juga turun menjadi 226 kasus bayi meninggal pada 2017 lalu, antara lain berkat proses penanganan  yang cepat maupun terintegrasi.

Sedangkan persalinan di fasilitas kesehatan pada 2016 mencapai 89 persen atau 53.000 an, tetapi pada 2017 lalu mencapai 70 persen atau 48.000 an proses persalinan di fasilitas kesehatan.

Menurutnya, persalinan menjadi 70 persen di fasilitas kesehatan tersebut, bisa saja terjadi berkat keberhasilan program KB (Keluarga Berencana), katanya pula, berkilah.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here