Api Meranggas 328,85 Hektare, Satwa Buas Turun Gunung

0
63 views

“Bahkan Masih Terdapat Kobaran Api Pada Blok Cileuleuy”

Esay/Fotografer  : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Selasa, 15/09 – 2015 ).

Toto Kuswanto.
Toto Kuswanto.

Kobaran api meranggas sedikitnya 328,85 hektare hutan “Cagar Alam” (CA) Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diperparah tak terdapatnya sumber air. Sehingga kini sangat dikhawatirkan satwa buas “bisa” turun gunung, kemudian memasuki pemukiman penduduk.

Bahkan hingga Selasa (15/09-2015) siang, masih terdapat kobaran api pada hutan CA di Blok Cileuleuy.

Penganalis Data Perlindungan KSDA juga PLH Kepala Seksi Wilayah V Garut, Toto Kuswanto(54) katakan kebakaran meranggas sedikitnya 328,85 hektare hutan CA Papandayan tersebut, berlangsung sejak 25 Juli 2015 hingga 10 September 2015 pada setiap 12 Blok.

Sedangkan penyebabnya, antara lain diduga lantaran aktivitas camping atawa berkemah yang kemungkinan tak maksimal memadamkan api di perkemahan.

Koordinat Lokasi Areal Kebakaran.
Koordinat Lokasi Areal Kebakaran.

Malahan juga diduga faktor kesengajaan untuk menggarap lahan, mapun sengaja untuk menjual pembibitan pohon agar dilakukan kegiatan reboisasi.

Jenis vegetasi yang terbakar di antaranya pohon paku-pakuan, serta pohon cantigi, selama ini banyak bertebaran pada 6.807 hektare hutan CA Papandayan, serta 225 hektare hutan “Taman Wisata Alam” (TWA) Papandayan.

Kobaran api selama ini merambah hingga di ketinggian berkisar 2.600 – 2.620 mdpl, atawa pada posisi dua meter menjelang puncak tertinggi gunungapi ini, katanya.

Upaya pemadamannya antara lain membuat lintasan parit penyekat api, serta memukul ranting-ranting pohon terbakar dengan batang-batang pohon, melibatkan pula 300-an lebih pelbagai komponen dan elemen masyarakat.

Dikemukakan Toto Kuswanto, satwa buas yang sangat dikawatirkan bisa turun gunung kemudian memasuki lingkungan pemukiman penduduk, di antaranya macan tutul, macan kumbang, serta babi hutan.

12 Blok Lokasi Kebakaran.
12 Blok Lokasi Kebakaran.

Dalam pada itu, kebakaran di Gunungapi Guntur baru-baru ini terjadi pula di Legok Jambu, dan di Seureuh Jawa  seluruhnya mencapai sekitar 4,2 hektare.

Gunungapi Guntur termasuk CA Kamojang seluas 7.536 hektare, sedangkan TWA Gunungapi Guntur seluas 250 hektare.

Penyuluh Kehutanan BBKSDA Jabar, Nur Surantiwi detail memamaparkan strategi penanganan gangguan hutan, khususnya pada kawasan konservasi dikelola SKW V Garut, dengan delapan fungsi kawasan seluas 17.741 hektare.

Sementara itu, CA Laut sancang seluas 1.150 hektare, ungkapnya.

Gangguan hutan selama ini, berupa pencurian hasil hutan, perambahan, perdagangan satwa dilindungi, serta kebakaran hutan kerap terjadi pada musim kemarau panjang.

Strategi penanganan gangguan hutan berupa Pre emitif dan preventif terdiri penyuluhan, patroli rutin dan patroli gabungan.

Kemudian refresif dan yustisif, meliputi operasi rutin, dan operasi gabungan , demikian Nur Surantiwi, antara lain menambahkan.

Kerugian akibat kebakaran hutan tersebut, hingga kini masih dianalisis. Termasuk kerugian kehilangan salah satu sumber oxigen, serta kerusakan 17 jasa ekosistem akibat kebakaran itu.

*******

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here