Apa Terjadi pada Indonesia Apabila Seluruh Es Kutub Meleleh?

by

Garut News, ( Jum’at, 08/11 ).

Peta menunjukkan apa terjadi pada Indonesia apabila seluruh es di kutub meleleh. Garis biru muda menunjukkan garis pantai saat ini. Jika es meleleh, Indonesia kehilangan banyak daratan. | National Geographic
Peta menunjukkan apa terjadi pada Indonesia apabila seluruh es di kutub meleleh. Garis biru muda menunjukkan garis pantai saat ini. Jika es meleleh, Indonesia kehilangan banyak daratan. | National Geographic
Es di kutub utara dan selatan mencakup 10 persen dari permukaan Bumi.

Jumlah es diperkirakan mencapai lima miliar kubik.

Apa terjadi pada dunia, khususnya Indonesia, apabila seluruh es tersebut meleleh?

National Geographic membuat sebuah peta interaktif.

Peta memerlihatkan ketika seluruh es meleleh, permukaan laut semakin tinggi, banyak daratan hilang, pegunungan menjadi pulau, dan manusia bakal merugi.

Di peta wilayah Asia, bisa dilihat dampak melelehnya es kutub pada Indonesia.

Terlihat, garis pantai lebih menjorok ke dalam.

Artinya, daratan Indonesia berkurang signifikan dan berubah menjadi lautan.

Bisa dilihat pula, wilayah laut Indonesia menjadi lebih “bersih”.

Artinya, banyak pulau-pulau di Indonesia hilang tenggelam.

Wilayah Kalimantan sendiri kehilangan banyak daratan, membuat Indonesia kehilangan banyak wilayah hutan.

Dampak bisa dibayangkan, banyak spesies eksotik di Indonesia, seperti Harimau Sumatera, Orangutan Sumatera dan Kalimantan, serta banyak lagi, terganggu.

Banyak masyarakat adat bergantung pada hutan semakin sulit hidup.

Peta juga memerkirakan apa terjadi pada wilayah Asia lain.

Delta Sungai Mekong tergenang.

Dampaknya, wilayah China, India, dan Banglades banjir.

Sebanyak 760 juta populasi, berdasar hitungan saat ini, dirugikan.

National Geographic Peta menunjukkan apa terjadi pada Eropa jika semua es kutub meleleh.

London bakal tinggal kenangan.

National Geographic Peta menunjukkan apa terjadi pada Eropa apabila semua es kutub meleleh. London tinggal kenangan.
National Geographic Peta menunjukkan apa terjadi pada Eropa apabila semua es kutub meleleh. London tinggal kenangan.
Di wilayah Eropa, diperlihatkan dengan melelehnya seluruh es, London hanya menjadi kenangan.

Begitu juga Venesia, Belanda, dan Denmark.

Di Amerika Utara, dampaknya wilayah San Francisco menjadi kluster pulau.

Ilmuwan memerkirakan, mungkin butuh waktu lebih dari 5.000 tahun bagi semua es meleleh.

Namun, apabila manusia terus memakai bahan bakar fosil, dan beraktivitas seperti biasa hingga menambahkan triliunan ton karbon ke atmosfer, Bumi makin panas dan es meleleh cepat.

Bumi terakhir mengalami masa sangat panas dan bebas es pada 34 juta tahun lalu, zaman Eocene.

Jika gas rumah kaca di atmosfer terus bertambah, bukan tak mungkin masa itu terulang kembali.

Untuk wilayah Antartika Barat saja, sejak 1992, es sudah meleleh.

Laporan National Geographic menyatakan, jumlah es meleleh sekitar 65 juta metrik ton.

Es di Greenland juga dilaporkan meleleh signifikan.

Sumber : National Geographic

Editor : Yunanto Wiji Utomo/Kompas.com