Antisipasi Gempa Sunda Megathrust

Garut News ( Selasa, 01/03 – 2014 ).

Setting lempeng tektonik Sunda Megathrust. (Wikipedia).
Setting lempeng tektonik Sunda Megathrust. (Wikipedia).

Zona tumbukan lempeng bumi di bawah laut Selat Sunda berpotensi gempa bumi hingga Mw 9.

Gempa ini bisa memicu tsunami hingga lebih dari 20 meter di pesisir Banten, dan Lampung.

Ancaman bagi Jakarta paling perlu diwaspadai, guncangan gempa.

Potensi gempa raksasa di zona subduksi (tumbukan lempeng) Selat Sunda itu, disimpulkan keberadaan kosong gempa (seismic gap) sepanjang 350-550 kilometer (km).

Zona kosong gempa tersebut, sangat mungkin menyimpan potensi gempa raksasa lantaran energi gesekan dua lempeng bumi masih tersimpan.

Ilustrasi. Dermaga Santolo. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. Dermaga Santolo. (Foto: John Doddy Hidayat).

”Dengan membuat estimasi lebar dan slip-nya dikalikan panjang seismic gap ini, kami perkirakan potensi kekuatan gempanya dan ketemu sekitar Mw 9 itu,” kata peneliti tsunami pada Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Widjo Kongko, Senin (31/3/2014), di Jakarta.

”Kami belum menyimpulkan kapan keterulangan gempa di Selat Sunda karena masih minimnya data sejarah ataupun studi paleotsunami di selatan Jawa.”

Eko Yulianto, Kepala Bidang Dinamika Bumi dan Bencana Geologi Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, katakan, potensi gempa raksasa di Selat Sunda menjadi pengetahuan umum peneliti.

”Setelah gempa Aceh 2004 dan Sendai 2011, kalangan ilmuwan meyakini gempa, dan tsunami raksasa bisa terjadi di seluruh zona subduksi di mana pun,” kata dia.

Di Indonesia, potensi gempa besar bisa di zona subduksi Mentawai, Selat Sunda, selatan Bali, Flores, hingga sekitar Ambon dan Papua.

Eko pernah meneliti endapan tanah di sekitar Sungai Cikembulan, Pangandaran, Jawa Barat, mencari jejak tsunami masa lalu.

Ditemukan jejak tsunami besar 400 tahun lalu.

”Data ini kudu dikonfirmasi dengan pengeboran,” kata dia.

Skenario terburuk

Meski belum ada data rinci kapan periodisasi gempa di Selat Sunda, kata Widjo Kongko, kudu disiapkan skenario terburuk.

Ia mengkaji, dan membuat model dampak gempa dan tsunami berkekuatan Mw 9 berpusat di Selat Sunda.

Hasilnya, Jakarta berjarak 200-250 km dari pusat gempa berpotensi berguncang keras beberapa menit.

”Intensitas dirasakan di Jakarta bisa sangat kuat. Bisa menimbulkan kerusakan bangunan,” ujar dia.

Jakarta berada di atas tanah endapan atau aluvial karakteristiknya menambah amplifikasi guncangan.

”Studi mikrozonasi sangat penting untuk tahu dampak gempa ini,” kata dia.

Guncangan terkeras akan dirasakan di sekitar Banten dan Lampung dengan potensi tsunami.

”Jika gempa sebesar ini terjadi di daerah dangkal dekat palung, tsunami di daerah sumber, puncaknya bisa 10-15 meter,” ungkap dia.

Tsunami itu bisa tiba di pantai utara Jakarta dengan ketinggian lima meter.

Kajian empiris di sejumlah tempat, kata Widjo, ketinggian tsunami lima meter di pantai landai, landaan ke daratannya bisa beberapa kilometer, tetapi tidak lebih dari lima km.

”Kurang tepat kalau tsunami di Jakarta menjalar dari pantai selatan dan bisa hingga kawasan Sudirman,” ujar dia.

Setiap pembangunan infrastruktur di kawasan itu perlu memerhitungkan potensi gempa dan tsunami, seperti rencana Jembatan Selat Sunda dan Tembok Laut Raksasa Teluk Jakarta.

”Di rencana tapak Jembatan Selat Sunda, tinggi tsunami bisa 10 meter pada kedalaman 30 meter. Bisa menggerus dasar laut sekitar fondasi jembatan,” kata dia.

Eko mengatakan, untuk kota Jakarta, perlu lebih diwaspadai dampak guncangan terhadap bangunan.

”Bangunan tahan gempa mutlak,” kata dia. (AIK/KOMPAS CETAK)


Editor : Yunanto Wiji Utomo/ Kompas.com

Related posts

Leave a Comment