Antasari Menangis Haru karena Gugatannya Dikabulkan MK

Jakarta, Garut News ( Jum’at, 07/04 – 2014 ).

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar.(Deytri Aritonang/KOMPAS.com).
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar.(Deytri Aritonang/KOMPAS.com).

Terpidana pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen, Antasari Azhar, menangis terharu menyambut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonannya.

MK memutuskan, peninjauan kembali (PK) dapat diajukan berkali-kali. 

Didampingi istrinya, Ida Laksmawati, Antasari menghampiri kerumunan wartawan, dan meladeni permintaan wawancara.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu tampak beberapa kali menyeka matanya.

Matanya memerah dan berkaca-kaca, menahan air mata agar tak menetes.

“Yang pasti tiada kata lain selain alhamdulillah,” kalimat pertama mampu diucapkan Antasari seusai pembacaan putusan MK di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (6/3/2014).

Langkah Antasari mencari keadilan sempat kandas saat Mahkamah Agung (MA) menolak PK diputuskan Februari 2013 lalu.

Dia pun kudu mendekam di penjara selama 18 tahun.

Saat ini, ia sudah menjalani hukuman selama lima tahun.

Namun, putusan MK itu bak memberi harapan baru baginya.

Dengan novum baru dipegangnya, Antasari akan mengajukan PK untuk kedua kalinya.

Bahkan, dia menyatakan terus mencari keadilan selama hidupnya.

“Tentu langkah selanjutnnya seperti disampaikan dalam pertimbangan, dan apa motivasi saya mengajukan uji materi ini, ya saya tetap mengajukan PK terhadap hal-hal belum terbuka,” katanya.

MK mengabulkan gugatan Antasari soal Kitab Undang-undang Hukum Acara Perdata (KUHAP) Pasal 268 ayat 3.

Atas putusan itu, PK dapat diajukan berkali-kali dengan alasan demi keadilan.

Sebelumnya, pada persidangan di tingkat pertama berlangsung di PN Jakarta Selatan, Antasari dikenai pidana penjara 18 tahun.

Di tingkat banding, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memerkuat hukuman dijatuhkan PN Jakarta Selatan.

MA juga menolak permohonan kasasi diajukan Antasari.

Antasari kemudian mengajukan PK.

Ia membawa tiga bukti baru, dan 48 kekhilafan hakim menjadi dasar buat dirinya mengajukan PK.

Namun, PK tersebut ditolak.

Tak puas dengan hal itu, Antasari menggugat KUHAP terkait pasal peninjauan kembali.


 

Penulis : Deytri Robekka Aritonang
Editor : Tri Wahono

Kompas.com

Related posts