Anggaran Distarkim Rp168 Miliar Baru Terserap 60 Persen

0
19 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 11/12 – 2015 ).

Sriyuda Ermansyah.
Sriyuda Ermansyah.

Dari sekitar 1.141 proyek garapan “Dinas Tata Ruang dan Pemukiman” (Distarkim) Kabupaten Garut, bernilai Rp168 miliar. Hingga akhir Nopember 2015 capaian kinerjanya mencapai 81,68 persen. Namun capaian penyerapan alokasi anggaran tersebut baru mencapai 60 persen.

Kepala Subag Program, Evaluasi dan Pelaporan Distarkim Sriyuda Ermansyah katakan, total alokasi dana mencapai Rp168 miliar tersebut, terdiri Rp123 miliar bersumber APBD murni kabupaten setempat, kemudian Rp34 miliar dari provinsi, serta “Dana Alokasi Khusus” (DAK) atawa bersumber APBN bernilai Rp11 miliar.

Dipastikan terdapat alokasi dana Rp20 miliar di antaranya dari provinsi tak bisa terserap, namun optimis bisa diluncurkan pada 2016 mendatang, katanya ketika didesak pertanyaan Garut News di ruang kerjanya, Jum’at (11/12-2015).

SLBM.
SLBM.

Kembali dikemukakan, jajarannya optimis bisa menuntaskan ragam kegiatan bersumber APBD murni kabupaten 2015 ini.

 

Tetapi dikatakan, program “Sanitasi Bertumpu Masyarakat” (Sabermas) bersumber dana Bantuan Provinsi Jawa Barat 2015, selama ini diupayakan bisa direalisasikan pada tahun depan.

Lantaran program itu, berhasil bisa memeroleh hibah tanah masyarakat seluas 2.800 meter persegi atawa 200 tumbak.

Namun 20 paket lelang program bagus pada 20 desa tersebar di 16 wilayah kecamatan di kabupaten ini, tak bisa terlaksana 2015 ini. Sebab dihadang keterbatasan waktu. Maka sangat diharapkan dapat terealisasi 2016 mendatang.

Kendati, penduduk setiap desa ikhlas menghibahkan tanahnya seluas 10 tumbak maupun 140 m2, menyusul setiap desa dialokasikan dana Rp1 miliar. Masing-masing diperuntukan membiayai pembangunan MCK, Sanitasi Komunal, serta pengadaan air bersih.

Dialokasikan pula anggaran sekitar Rp1,3 miliar, di antaranya guna memenuhi kebutuhan biaya umum, kelompok kerja termasuk fasilitator, konsultan, serta perencanaan, yang hingga kini terpaksa belum bisa dibayar meski tahapan pekerjaan selama ini dilaksanakan.

Program itu pun, diperuntukan bagi setiap desa bersertivikat bebas buang air besar sembarangan, termasuk pada delapan desa menuju kondisi tak buang air besar sembarangan.

Sedangkan program “Sanitasi Lingkungan Berbasis Mayarakat” (SLBM) bersumber “Dana Alokasi Khusus” (DAK) APBN 2015 berlangsung lancar pada 10 unit SLBM masing-masing dialokasikan biaya Rp350 juta, dan penduduk setiap desa menghibahkan tanahnya minimal delapan tumbak atawa 112 m2.

Program dilaksanakan secara swakelola tersebut, berlangsung sejak 2009 hingga 2014 lalu terealisasi 18 unit pada 18 desa/kecamatan, digarap lembaga swadaya masyarakat berbadan hukum, katanya.

*****