Ancaman Ledakan Covid-19 di Garut Sangat Mengerikan

0
17 views
Bupati Garut.
Ricky R Darajat, SH

“Menembus Angka 596 Kasus”

Garut News ( Ahad, 29/03 – 2020 ).

Ancaman ledakan Covid-19 di Kabupaten Garut bisa sangat mengerikan jika gagal mencegah mutasi penularannya, lantaran wilayah kabupaten ini kian terkepung daerah-daerah berzona merah virus corona.

Bahkan Bupati Rudy Gunawan juga memerkirakan dapat mecapai 50 ribu orang dari kota-kota besar bakal bermudik ke Garut, kondisi tersebut diperparah pula masih banyaknya masyarakat tak mematuhi ‘social distancing’, berkeliaran di luar rumah.

Kendati perkembangannya di Kabupaten Garut hingga Ahad (29/03-2020) pukul 16.00 WIB belum ditemukan kasus Covid-19 Positif. Namun dugaan sampai hari ini menembus angka 596 kasus, terdiri 15 kasus PDP dan 581 ODP.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 kabupaten setempat, Ricky R Darajat, SH pun katakan, sebagaimana dilaporkan kemarin di RSUD dr. Slamet terdapat tujuh kasus PDP, satu di antaranya PDP baru (Laki-laki 20 tahun).

Sehingga PDP baru maupun lama menjadi 15 kasus (delapan kasus di antaranya bisa dipulangkan).

Dikemukakan Ricky R Darajat tadi malam ada PDP baru, pulang tanpa
sepengetahuan rumah sakit. Namun berhasil segera dilakukan evakuasi Dinas
Kesehatan menjemput kembali ke rumahnya, semalam juga langsung masuk ruang isolasi.

Adanya pemberitaan, yang bersangkutan positif perlu diluruskan. PDP ini sebelumnya masuk sebagai status ODP pasca pulang dari daerah endemis (Bogor). Kemarin siang, dirujuk ke rumah sakit karena ada kemungkinan statusnya naik menjadi PDP.

Sampai sekarang dilakukan perawatan dan pengawasan terhadap kondisinya, belum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut berupa pengambilan spesimen bahan laboratorium.

Sehingga dipastikan PDP itu belum dapat dinyatakan positif maupun negatif, sebab belum dilakukan pemeriksaan penunjang laboratorium.

Sedangkan tujuh PDP dirawat di RSUD dr Slamet Garut, meliputi Balita (Laki-laki umur dua tahun, laki empat tahun, dan laki-laki usia 1,9 tahun) serta dewasa (perempuan 55 tahun, laki-laki 58 tahun, laki-laki 57 tahun, dan Laki-laki 20 tahun).

Hari ini meski libur (Ahad), tracing dan penemuan kasus terus berlanjut. Diperoleh ODP ditemukan 52 kasus, maka komulatif hingga hari ini ditemukan 581 kasus, terdiri 37 ODP dinyatakan selesai masa pemantauannya, 56 proses perawatan di rumah sakit dan Puskesmas, serta  488 ODP dalam pemantauan Dinas Kesehatan dan Puskesmas, ungkap Ricky R Darajat.

“Garut Berlakukan Karantina Wilayah”

Mencegah penyebaran semakin mengkhawatirkan, Pemkab Garut memberlakukan karantina wilayah secara terbatas dengan menitikberatkan pada pengetatan pembatasan gerak kegiatan masyarakat mulai Senin (30/03-2020).

Terutama di kawasan perkotaan, dan sejumlah kecamatan ditengarai beresiko tinggi terjadi penyebaran dengan banyaknya kasus ODP atau PDP.

Lalu lintas beberapa jalur menuju pusat keramaian di perkotaan dibatasi. Lalu lintas orang di kecamatan-kecamatan ditengarai beresiko tinggi terjadi penyebaran dengan banyaknya ODP/PDP atau berpotensi dikunjungi warga dari luar Garut dari daerah zona merah akan diawasi ketat.

Setiap warga keluar masuk kecamatan tersebut diperiksa kesehatannya oleh tim medis Puskesmas bersangkutan agar bisa dipastikan tidak terpapar Covid-19.

“Karantina wilayah perkotaan, perlu ditegaskan lagi memberlakukan yang intinya membatasi gerak orang supaya tidak berkerumun di satu tempat,” ujar Bupati Rudy Gunawan, Ahad (29/03-2020).

Meski lalu lintas warga diperketat, akses warga terhadap pusat perekonomian tak ditutup. Pertokoan, pasar, bahkan pabrik-pabrik masih beroperasi.

“Untuk pabrik, masih dipersilahkan beroperasi karena kewenangan berhenti tidaknya pabrik, kewenangannya, kita menunggu Kementerian Tenaga Kerja,” katanya.

Diharapkan ada pengertian masyarakat menyangkut dipatuhinya penjagaan jarak kontak sosial (social distancing) yang saat ini dinilainya masih belum efektif. Dia menilai sosial distancing merupakan cara paling efektif dilakukan untuk bisa mengurai penyebaran Covid-19 yang perkembangannya kian mengkhawatirkan itu.

Rudy menyebutkan, karantina wilayah secara terbatas itu mesti dilakukan karena kian mengkhawatirkannya peningkatan kasus ODP di Garut yang kini nyaris menembus angka 600. Kabupaten Garut bahkan terkepung daerah zona merah, yakni Bandung, Tasikmalaya, dan Sumedang.

Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menjelaskan, Covid-19 memberikan banyak perubahan dramatis dalam kehidupan. Banyak kegiatan berubah sejak virus ini semakin mewabah. Maka ia mengajak semuanya bersama-sama melawan Covid-19.

Ada beberapa hal bisa dilakukan mencegah tertular dari virus tersebut. Di antaranya mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi. Juga diingatkan agar menghindari minuman beralkohol dan mengurangi minuman manis.

Tedros mengingatkan pula, jangan merokok jika tak mau meningkatkan risiko terkena Covid-19. Juga lengkapi berolahraga teratur meski keadaan isolasi dalam rumah. Tak lupa dia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here