Anak/Balita DiungsikanTerganggu Asap TPA Pasir Bajing

0
87 views

Garut News ( Ahad, 02/08 – 2015 ).

Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).

Penduduk pada banyak perkampungan di Desa Sukaraja Banyuresmi, Garut, Jawa Barat, nyaris setiap hari terpaksa mereka mengungsikan anak-anak juga balita ke lokasi aman.

Lantaran menghindari asap pembakaran sampah di seputar “Tempat Pembuangan Akhir” (TPA) sampah Pasir Bajing, sebab kerap mengepung permukiman warga.

Bahkan selain penduduk setempat, asap pembakaran sampah tersebut juga acap sangat mengganggu para pengendara melintasi Jalan Raya Garut-Bandung. Asappun tak hanya mengganggu pernapasan melainkan juga pandangan mata.

Beberapa perkampungan sering diselimuti kepulan asap pembakaran dari TPA Pasirbajing itu, berlokasi pada kaki Gunungapi Guntur, terdiri Kampung Babakan Alun, Urug, Warungpeuteuy, dan sekitarnya.

“Setiap hari selalu ada asap berdatangan dari TPA ini. Kawasan di sini menjadi gelap seperti ada embun akan turun hujan. Setiap sore anak-anak pun diungsikan karena serangan asap semakin parah hingga sangat mengganggu pernapasan,” ungkap Tati Haryati(50) penduduk Kampung Babakan Aun, Ahad (02/08-2015).

Hal senada dikemukakan warga Kampung Urug RT 01/02, Nandang Suherman (48). Menurutnya, asap dirasakan warga sejak sekitar sebulan lalu.

Belakangan asap muncul dari arah TPA Pasirbajing itu semakin parah mencemari udara dengan menimbulkan bau tak sedap. Kian sore, asap semakin tebal hingga menghalangi pandangan mata para pengendara.

Sehingga selain mengganggu aktivitas warga, pembakaran sampah Pasirbajing dikhawatirkan pula bisa menjalar lebih meluas ke arah kawasan hutan Gunungapi Guntur.

Kadis Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) kabupaten setempat Aji Sekarmaji malahan membantah sampah di kawasan TPA tersebut sengaja dibakar.

Menurut dia, sampah itu terbakar semata-mata faktor alam akibat kemarau, katanya.

Dia juga beralibi, kebakaran terjadi akibat gesekan benda atau sampah kering kemudian menimbulkan percikan api. Kebakaran pun tak hanya di satu titik melainkan pada beberapa titik, katanya pula.

“Itu bukan sengaja dibakar. Tetapi kebakaran akibat kemarau panjang, dan itu terjadi karena faktor alam. Dan sampah itu tak boleh dibakar,” kilahnya.

Namun diakuinya asap ditimbulkan kebakaran sampah dari kawasan TPA Pasirbajing itu mengganggu aktivitas warga kendati lokasi TPA terbilang cukup jauh dari permukiman.

Hanya, sejauh ini, pihaknya belum mendapat laporan mengenai diungsikannya anak-anak, dan balita akibat serangan asap tersebut.

Aji katakan, setiap hari pihaknya mengirimkan tim pemadam kebakaran mengantisipasi meluasnya kebakaran sampah. Pihaknyapun selalu memantau, dan menjaga agar  tak terjadi hal ak dinginkan akibat kebakaran sampah tersebut, ungkap dia.

********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here