AM Masih Raib Nyaris Menyerupai Ditelan Bumi

0
55 views

Garut News ( Senin, 20/10 – 2014 ).

Ilustrasi. M. Erwin Ramadhan.
Ilustrasi. M. Erwin Ramadhan.

Itulah AM, terduga penipu 76 kepala sekolah (kepsek)/guru di Kecamatan Malangbong, Garut, Jawa Barat, terhadap dana kredit profesi guru PNS sebesar Rp8,9 miliar hingga kini masih raib atawa buron.

“Setelah melakukan investigasi, dan memintai keterangan pihak-pihak terkait, memang AM Bendahara Gaji UPTD Pendidikan Malangbong ini diduga melakukan penyalahgunaan wewenang, penyalahgunaan jabatan, atau penipuan terhadap 76 kepsek, dan guru, sejak April 2013 sampai Maret 2014,” ungkap Inspektur pada Inspektorat Kabupaten Garut Buldan Ali Junjunan, Senin (20/10-2014).

Tetapi, katanya, sejak 24 April 2014, AM tak bertugas lagi sebagai Bendahara Gaji pada UPTD Pendidikan Malangbong, dan dijatuhkan sanksi oleh Kepala UPTD Pendidikan Malangbong.

Juga dibuatkan surat pemberhentian dari jabatan, dan pemberhentian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP)-nya.

“Kalau soal pidananya, itu bukan kewenangan kami. Silahkan pihak penyidik kepolisian menindaklanjuti. Lagipula, mereka (korban) kan lapor ke Polda (Jabar),” katanya pula.

Masih kata Buldan, modus dilakukan AM membujuk kepsek dan guru supaya meminjam uang ke bank, dan koperasi dengan jaminan SK PNS.

Setelah cair, uang tersebut dipinjam AM dengan janji dikembalikan dalam jangka waktu tiga bulan setelah pencairan.

Jumlah kepsek dan guru berhasil dibujuk mencapai 76, dengan total dana pinjaman dicairkan Rp8.944.622.000.

Dalam aksinya, AM dibantu dua rekannya, AS berstatus pelaksana PNS di lingkungan UPTD Pendidikan Malangbong, dan AJ pelaksana Tenaga Kerja Kontrak (TKK ) di tempat sama.

AS, dan AJ bertugas penghubung pada kepsek/guru.

Buldan katakan, hasil investigasi di lapangan terungkap ada satu fakta cukup menarik menyangkut kasus menimpa 76 kepsek/guru di Malangbong itu.

Diduga, dalam melakukan aksi kejahatannya, AM menggunakan kekuatan magis.

Akibatnya banyak kepsek/guru tak sadar terkena bujuk rayuan AM meminjam uang ke bank atau koperasi, dan meminjamkannya ke AM untuk kegiatan usaha dengan iming-iming dalam jangka tiga bulan mereka mendapatkan keuntungan.

“Ada unsur magic, entah pakai semacam jampi-jampi, atau apa. Tapi, itulah terjadi dari hasil memotret kita di lapangan. Jadi sebenarnya, menjadi korban penipuan AM bukan hanya 76 guru itu. Bahkan AS, dan AJ juga. Termasuk pegawai di lingkungan UPTD Pendidikan Malangbong,” beber Buldan.

Awalnya, kata dia, para kepsek, dan guru itu tak saling tahu mereka sebenarnya sama-sama menjadi korban AM.

Masing-masing mereka tutup mulut lantaran malu bila diketahui dirinya tertipu AM. Terlebih, pada bulan-bulan pertama, mereka sendiri mendapat keuntungan seperti dijanjikan AM.

Namun setelah tak menerimanya lagi pada bulan-bulan berikutnya, barulah sadar mereka tertipu AM. Sejak itu kasus penipuan AM menjadi merebak marak ke permukaan.

Buldan pun tak memungkiri terdapat indikasi kecerobohan dilakukan pihak bank maupun koperasi terlalu mudah memberikan kredit terhadap para kepsek/guru itu.

“Memang ada indikasi bank, dan koperasi juga ceroboh dalam hal analisis kreditnya, menyangkut unsur kehati-hatian,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, para kepsek/guru di Malangbong kebingungan tak menerima gaji bulanan sebab habis dipotong bank dan koperasi atas kredit pinjaman.

Menyusul dipinjamkannya SK PNS mereka ke AM dijaminkan di PD BPR Garut Cabang Malangbong, BPR HIK Priangan, Koperasi Simpan Pinjam Citradana, BPR Arthaguna Mandiri Cabang Garut, dan Koperasi Serba Usaha Daya Guna Mandiri.

Alibinya, uangnya dipinjam guna menutupi kekurangan gaji para guru setiap bulan, dan keperluan pribadi mereka.

Plafon pinjaman berkisar Rp50 juta-Rp100 juta per-SK PNS dengan jangka waktu pembayaran berkisar 5-7 tahun

Merasa kasihan terhadap guru-guru lain tak menerima honor, para guru PNS bersedia meminjamkan SK-PNS-nya ke AM.

Apalagi AM berjanji mengembalikannya dalam waktu tiga bulan, serta membayar pinjamannya ke bank setiap bulan.

Sejak Mei 2014, ada pemotongan gaji dan tagihan dari bank serta koperasi terhadap guru-guru untuk membayar tunggakan uangnya dipakai AM.

Lantaran tak kunjung ada penyelesaian, kasus tersebut akhirnya dilaporkan ke Polda Jabar pada 18 Agustus 2014.

******

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here