Alih Fungsi Lahan Sebabkan Banjir Perkotaan Garut

0
66 views

Garut News ( Senin, 27/04 – 2015 ).

Iwan S. Wiradisastra.
Iwan S. Wiradisastra.

Semakin merebak-maraknya aktivitas alih fungsi lahan kerap menjadi penyebab banjir pada kawasan Kota Garut, dan sekitarnya, nyaris setiap diguyur hujan deras.

Sebab daya serap air semakin lambat, juga diperparah kapasitas drainase kian tak memadai.

Namun mengantisipasinya sama sekali tak bisa merubah lintasan jaringan saluran air lama, lantaran kian dikepung pemukiman penduduk.

Sehingga paling maksimal melakukan renovasi, atawa membagi debet air sejak dari arah hulu, ungkap Kepala Bidang Konservasi dan Pengembangan Sumber Daya Air pada “Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan” (SDAP) kabupaten setempat, Iwan S. Wiradisastra.

Ilustrasi Muhammad Erwin Ramadhan. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi Muhammad Erwin Ramadhan. (Foto: John Doddy Hidayat).

Kepada Garut News di ruang kerjanya, Senin (27/04-2015) sore, juga mengemukakan sejak 2001 terdapat pola induk penanganan banjir di perkotaan.

Kemudian dari penjabaran RPJMD terdapat rencana strategis di antaranya prioritas utama sistem pengendalian banjir kawasan kota, yang dirinci pada sistem regionalisasi.

Sehingga pada 2015 ini, terdapat segmen pada beberapa titik lokasi kanal banjir, terdiri 11 sistem untuk kawasan kiri sepanjang lintasan Sungai Cimanuk sejauh 11 kilometer lebih, yang bergaris tengah berkisar 1,5 hingga 1,8 meter.

Terkecuali pada kanal banjir selama ini tersedia pada lokasi Rancabango meski perlu segera dinormalisasi atawa direkonstruksi.

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Kemudian realisasi titik prioritas penanggulangan banjir pada 2015, meliputi lokasi Dayeuh Handap, Sukadana, Bratayudha, Pendopo – Kiansantang, serta titik lokasi Mawar.

Juga memproritaskan kanal banjir Rancabango, titik lokasi berdekatan kantor BPMPD, Terminal, serta seputar titik lokasi Guntur Wangi.

Sebanyak 11 sistem kanal penanganan banjir tersebut memerlukan dukungan dana sekurangnya Rp55 miliar, sedangkan pengalokasian dana bersumber APBD 2015 ini kemampuannya Rp2 miliar.

Maka lebih memprioritaskan kegiatan yang bisa terpenuhi dengan dana Rp2 miliar itu, demikian ungkap Iwan S. Wiradisastra.

Sedangkan Satgas Banjir, berfokus pada kegiatan tanggap darurat berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Garut, katanya.

*******

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here