Al – Qur’an Buktikan Pangkal Kehidupan Berasal Dari Air

0
28 views
Manusia Tak Bisa Menciptakan Air.

Garut News ( Kamis, 22/03 – 2018 ).

Manusia Tak Bisa Menciptakan Air.

Pada Hari Air Sedunia 2018, Kamis (22/03-2018), bertemakan “Alam Untuk Air”, sebagaimana dilaporkan Newsweek, 21 Maret 2018.

Sedangkan dalam ayat suci Al – Qur’an Allah Swt. berfirman : “Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman? (QS. Al-Anbiya’: 30).

Air Pangkal Kehidupan.

Ayat di atas membuktikan pangkal kehidupan berasal dari air. Bahkan kemajuan ilmu pengetahuan juga memerlihatkan sejumlah fakta detail membuktikan pernyataan tersebut.

Menurut Dr Ahmad Al-Habbal, air pun memiliki karakteristik fisikawi yang menjadikannya sebagai pangkal kehidupan. Saat mengalami proses perubahan dari cair ke beku, tingkat kepadatan semua jenis cairan akan meningkat dan semakin berat, terkecuali air.

Allah Swt. memberikan sifat istimewa pada air. Ketika berada pada suhu 4 derajat Celsius maka volumenya akan membesar, dan bobotnya berkurang. Sehingga bisa bergerak mengelilingi samudera, dan danau yang beku.

Jika ia berat, maka akan merembes dan memusnahkan seluruh flora dan fauna yang hidup di samudera tersebut, serta tidak akan ada lagi kehidupan.

Dan apabila sudah tak ada lagi kehidupan di dalam air, maka tak diragukan lagi kehidupan di daratan juga tak akan ada.

Menggelegak.

Selain itu, udara yang kita hiruf untuk bernafas pun setelah melalui sejumlah eksperimen kimiawi terhadap oksigen hingga udara yang dikeluarkan oleh sebatang pohon, ternyata semuanya berasal dari air, bukan dari karbondioksida.

Karena dalam proses pernafasan pohon terdapat oksigen yang berasal dari air, dan oksigen yang berasal dari karbondioksida.

Riset membuktikan, udara merupakan sesuatu yang paling vital dalam kehidupan ternyata juga berasal dari air, dan sumber oksigen juga air.

Air yang Mendidih.

Air memiliki karakter capillary (sebagai pipa) yang memungkinkannya untuk naik dari akar suatu tumbuhan ke daun tanpa ada pemompa.

Dan ciri khas yang diciptakan Allah Swt. untuk air ini berguna bagi perkembangan tumbuh – tumbuhan.

Firman Allah Swt. : “Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS. Az-Zukhruf:11).

Klausa dari ayat “seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur)”, sangat menarik perhatian manusia, sebab ia seolah – olah mengatakan pada kita “keluarnya kalian dari kematian dan kehidupan kembali kalian tidak lain hanyalah merupakan kembali berfungsinya kode – kode genetik kalian yang ada dalam tanah atas perintah Allah”

Sebagaimana air yang berfungsi mereaktivasi kode – kode genetik yang ada di dalam tanah dan melahirkan kehidupan kembali, maka begitu turun perintah Illahi untuk hidup dan bangkit, maka kode – kode genetik akan langsung aktif secepat sistem komputer dan kembali hidup.

Jika Allah Swt. mampu menghidupkan kembali tanah dengan mengirim air atau mengirim ion – ion hidrogen kepadanya, maka Allah pun mampu menghidupkan kalian kembali.

Jumlah manusia yang hidup sejak Nabi Adam As sampai sekarang diperkirakan mencapai 10 miliar orang. Volume kode genetik setiap manusia kira – kira mencapai kisaran satu mikron.

Sehingga apabila dikumpulkan, maka kode – kode genetik seluruh manusia sejak Adam As hingga sekarang hanya akan memenuhi satu gelas. Apabila Allah Swt. menuangkan gelas berisi kode genetik manusia ini ke atas tanah lalu berfirman : “Hiduplah kalian!”, maka dalam waktu kurang dari satu detik semua manusia pun kembali hidup.

Dengan cara seperti itulah Allah Swt. mengajak dialog orang – orang yang berakal, Allah Swt Berfirman : “Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (Qs. Az – Zukhruf (43):11). Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya.

Penjelasan tema di atas juga bisa ditelusuri dalam QS. An – Nahl: 10.

Sehingga bisa berkesimpulan : Bukan Alam Untuk Air, Melainkan Air Untuk Alam Semesta Beserta Seluruh isinya, yang antara lain patut diusyukuri, dijaga, dirawat, serta dilestarikan.

Lantaran akar permasalahan terjadinya banjir di mana pun, akibat alih fungsi lahan juga tumpukan sampah yang tersumbat. Bahkan alam menjadi rusak disebabkan oleh perilaku manusia yang arogan. Walauhualam Bi Sawab.

*********

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Sumber Utama : Jilid Keempat Ensiklopedia Pengetahuan Al – Qur’an, dan Hadits, Terbitan Kamil Pustaka.