Aktivitas Pembangunan Fisik-Non Fisik Garut Merayap

Garut News ( Rabu, 11/06 – 2014 ).

Ilustrasi. Aktivitas Pembangunan Fisik dan Non Fisik di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Masih Merayap. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. Aktivitas Pembangunan Fisik dan Non Fisik di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Masih Merayap. (Foto: John Doddy Hidayat).

Aktivitas pembangunan fisik dan non fisik di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini masih merayap.

Menyusul Penyerapan pada Triwulan Pertama “Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah” (APBD) Kabupaten Garut 2014, hanya baru Rp333.025.043.457, atawa sekitar 11,60% dari total APBD sebesar Rp2.872.016.690.018.

Kabag Administrasi Pembangunan Setda kabupaten setempat, Ahmad Marsuli juga Kepala “Unit Layanan Pengadaan” (ULP), katakan biaya pembangunan tersebut terserap pada realisasi beragam program kegiatan.

Termasuk pembangunan sarana infrastruktur lingkungan “Satuan Kerja Perangkat Daerah” (SKPD) hingga Mei 2014.

Dari pelbagai program kegiatan dilelangkan melalui “Layanan Pengadaan Secara Elektronik” (LPSE) mencapai 30 paket, bertotal pagu anggaran sekitar Rp21,593.431.012.

Beragam kegiatan tersebut dibiayai dana dari APBD Kabupaten Garut, APBD Provinsi Jawa Barat, dan APBN.

Dikemukakan, paket-paket kegiatan dilelangkan pada LPSE berupa kegiatan pengadaan barang dan jasa konstruksi menelan dana di atas Rp200 juta, dan kegiatan pengadaan jasa konsultan di atas Rp50 juta.

Sedangkan kegiatan di bawah Rp200 juta, langsung kewenangan masing-masing SKPD, katanya.

“Mengenai biaya pembangunan terserap program kegiatan di Triwulan Kedua belum diketahui, lantaran masih berjalan. Itu bisa diketahuinya akhir Juni. Yang jelas, kini, ada sebanyak 119 paket kegiatan bertotal pagu anggaran sekitar Rp79,5 miliar hendak dilelangkan. Belum termasuk paket kegiatan Disdik, dan Bappeda,” katanya pula.

Realisasi biaya pembangunan Triwulan Kedua 2014 diperkirakan mencapai 75,48 persen dari total APBD Rp2,872 triliun.

Dikatakan, pada 2014 ini, pemberian bantuan sarana dan prasarana keagamaan dan Sumber Daya Manusia keagamaan pada Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setda Garut pun dilelangkan melalui LPSE.

Terdapat13 paket kegiatan bantuan sarana dan prasarana keagamaan diperuntukan 42 kecamatan dilelangkan bertotal pagu anggaran Rp5,850 miliar.

Didesak pertanyaan mengapa beragam program kegiatan di lingkungan Pemkab terkesankerap mepet akhir triwulan, tak di tahun anggaran, Ahmad Marsli menyebutkan hal itu lantaran sejumlah faktor.

Selain dampak lambannya pembahasan dan penetapan APBD, juga terkendala persyaratan administrasi.

Di antaranya “Surat Keputusan” (SK) Bupati tentang Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran, “Pejabat Pembuat Komitmen” (PPK), Pejabat Pengadaan dan “Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan” (PPTK), serta Panitia Kerja Pejabat/“Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan” (PPHP), penerbitannya menelan waktu cukup lama.

“Belum lagi, menentukan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) atas suatu kegiatan, PPK kudu melakukan survey lapangan dulu. Misalnya, di pagu tertera harga barang A berukuran sekian Rp100 juta, PPK mesti survey. Di lapangan harganya berapa ?”, kata Marsuli.

Diharapkan seluruh biaya pembangunan hakekatnya kepentingan masyarakat bisa terserap atawa direalisasi sesuai perencanaan agar kemanfaatannya benar-benar bisa dirasakan, imbuhnya.

*******

Noel, Jdh.

Related posts

Leave a Comment