Akses Lintasan Jalan Wisata Cikembulan Dibiarkan Amburadul

0
30 views
Singa Afrika, yang Berhasil Dikembangbiakan Sesuai Keasliannya.

Garut News ( Ahad, 12/05 – 2019 ).

Singa Afrika, yang Berhasil Dikembangbiakan Sesuai Keasliannya.

Taman Satwa Cikembulan menjadi salah satu ikon Pariwisata Garut berpengunjung terus kian meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun. Baik warga lokal, regional, maupun nusantara bahkan mancanegara.

Namun sangat ironis, harapan bakal segera adanya perbaikan kondisi jalan lintasan akses masuk ke lokasi Taman Satwa tersebut, hingga kini tak jua terealisasi. Pantauan lapangan Garut News semakin mengesankan dibiarkan ‘amburadul’.

Kondisi jalan aspalnya semakin banyak terkelupas dengan lubang menganga, serta bebatuan besar menonjol di sana sini terkesan dibiarkan hingga menjadi kendala bagi masuknya kendaraan pengunjung ke lokasi lembaga konservasi umum tersebut.

Orangutan Bersama Bayinya.

Padahal jenis satwa penyedot perhatian banyak pengunjung di Taman Satwa Cikembulan ini, terutama antara lain orangutan (Pongo Pygmeus Moreo) asal Kalimantan berada di kandang terbuka. Singa Afrika (Panthera Leo), Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae), macan tutul (Panthera Pardus), serta aneka burung, dan ular.

Taman Satwa Cikembulan juga dikenal berhasil mengembangkan satwa berpasangan. Seperti singa afrika, macan tutul, orangutan, landak, kakaktua, rusa, dan bayan.

Berhasil Dikembangbiakan.

Kini, seperti Ramadlan tahun-tahun sebelumnya, pengelola Taman Satwa Cikembulan, Kadungora Garut menutup aktivitas wisata untuk umum.

Lembaga konservasi itu, baru bisa dikunjungi wisatawan mulai hari H pertama Idul Fitri 1440 H.

Ramadlan merupakan masa jeda aktivitas kepariwisataan. Sebulan penuh, satwa-satwa di lingkungan Taman Satwa Cikembulan dibiarkan menikmati suasana sunyi, dan terbebas dari interaksi dengan pengunjung.

Pengelola pun bisa memberikan perawatan penuh kepada ragam koleksi satwa-satwa yang ada. Juga, mereka bisa berkonsentrasi menata, dan melakukan perbaikan sarana prasarana tersedia untuk persiapan menghadapi lonjakan pengunjung pada Idul Fitri.

Diterbitkan Buku Semi Ilmiah, Taman Satwa Cikembulan.

“Satwa kan perlu rehat. Seperti biasa, selama Ramadlan, kegiatan lebih ke perbaikan dan penataan sarana yang ada sebagai upaya peningkatan pelayanan terhadap pengunjung begitu masuk lebaran (Idul Fitri) nanti,” ungkap Manajer Taman Satwa Cikembulan Rudy Arifin SE, Ahad.

Guna memenuhi kebutuhan operasional, pakan, obat-obatan satwa, dan pembayaran karyawan selama Ramadan, lanjut Rudy, pihaknya mengoptimalkan sebagian pendapatan diperoleh sewaktu ramai kunjungan beberapa waktu menjelang Ramadan.

Buku Taman Satwa Cikembulan.

“Meski jelang Ramadan tahun ini belum masuk liburan anak sekolah, tapi Alhamdulillah, ada peningkatan kunjungan dibandingkan hari-hari biasa,” ujarnya.

*******

NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here