Kematian Ibu/Bayi Garut Terbanyak Jabar, Kami Siaga Advokasi Suami/Ibu Hamil

0
154 views
dr. Tri Detal Menjawab Ragam Keluhan yang Mengemuka Dari Ibu Hamil didampoingi Suaminya.

“Sosialisasi dan Deklarasi Kelembagaan Kami Siaga”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Ahad, 24/09 – 2017 ).

dr. Tri Cahyo Nugroho Detal Menjawab Ragam Keluhan yang Mengemuka Dari Ibu Hamil didampoingi Suaminya.

Lantaran antara lain dilatarbelakangi sepanjang 2016 di Kabupaten Garut terjadi 74 kasus kematian ibu, serta 333 kasus kematian bayi pada proses persalinan/melahirkan. Menyebabkan posisi kabupaten tersebut berkasus kematian ibu dan bayi terbanyak di Provinsi Jawa Barat. Sedangkan Jabar pada kurun waktu sama pun berposisi tertinggi di Indonesia.

Sehingga terjadinya tragedi kemanusiaan ini, membangkitkan motivasi Forum Masyarakat Madani (FMM) “Komunitas Masyarakat Indonesia – Sayang Ibu dan Anak Garut” (Kami Siaga)  langsung turun gunung mengadvokasi para suami/ibu hamil pada arena “car free day” di Sepanjang Jalan A. Yani Garut, Ahad (24/09-2017).

Advokasi Juga Dilakukan Dengan Para Suami yang Istrinya Tengah Mengandung.

Helatan yang digelar dengan kemasan Sosialisasi dan Deklarasi Kelembagaan “FMM Kami Siaga” itu, berkolaborasi dengan “Badan Amil Zakat Nasional” (BAZNAS) kabupaten setempat, bernara sumber Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kabupaten Garut, dr Tri Cahyo Nugroho sekaligus mewakili Wakil Bupati.

Tri Cahyo Nugroho dengan detail menjawab setiap ragam keluhan yang dikemukakan oleh setiap seluruh ibu hamil dalam dialog terbuka secara bergantian, sehingga bisa langsung disaksikan ribuan penduduk yang berdatangan di arena ‘car free day’.

Ketua FMM Kami Siaga Dengan Para Pemangku “Kewajiban”.

Dikemukakan pula pelbagai anjuran maupun advice, yang tak hanya disampaikan kepada para ibu hamil. Melainkan juga kepada suaminya masing-masing.

Menyusul penyebab tingginya kasus kematian ibu di kabupaten ini,  mencapai 60,8 persen akibat eklamasi atau hipertensi pada kehamilan, dan pendarahan. Sedangkan penyebab tingginya kasus kematian bayi, 72,03 persen lantaran berat badan lahir rendah, serta asfiksia atau sesak.

Namun dari penyebab tingginya kedua kasus tersebut, tak hanya semata masalah kesehatan. Misalnya hipertensi, bisa terjadi disebabkan gaya hidup atau pola makan.

Jajaran Baznas Kabupaten Garut Juga Menyampaikan Pencerahan Wujudkan Masyarakat Sejahtera.

Juga kasus kasus kematian ibu akibat pendarahan bisa pula terjadi karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan, akibat perjalanan jauh dan jalannya rusak, sehingga butuh waktu lama mengirim ibu ke fasilitas kesehatan.

Kematian bayi akibat berat badan lahir rendah bisa pula terjadi sebab ibu hamil kurang asupan gizinya, atau ada penyebab lainnya.

Karena itu, terjadinya kasus-kasus kematian ini sangatlah dipengaruhi oleh faktor-faktor diluar kesehatan.

Dinda Ayu Lestari, Berobsesi Menjadi Penegak Hukum yang Adil, Lurus, Bijaksana, Juga Sebagai Enterpreuneur Muda.

Ketua Kami Siaga Hj. Entin Martini katakan, hal itu harus menjadi pemikiran kita bersama, kita perbaiki bersama, secara bersinergi, dan terintegrasi, baik lintas program maupun lintas sektor. Bahkan dengan pelibatan pemberdayaan masyarakat secara aktif.

Termasuk organisasi terdapat di masyarakat dan media massa.

Serta tokoh agama maupun pemuka masyarakat. Agar mereka dapat berperan serta dalam upaya penyelamatan ibu dan bayi di kabupaten ini.

Lantunkan Beberapa Nomor Lagu Merdu Hibur Masyarakat.

Sesuai dengan peran dan fungsi mereka masing-masing, terutama pada upaya mengedukasi masyarakat. Serta mengajak mereka supaya lebih peduli, dan terlibat langsung berupaya penyelamatan ibu dan bayi di kabupatennya.

Kita juga belajar dari kabupaten lain memiliki masalah yang nyaris sama dengan Kabupaten Garut terkait tingginya kematian ibu dan bayi, tetapi mereka berhasil menekan kasus kematiannya melalui upaya disebut “Program Emas”.

Advokasi Dengan Humanis dan Simpatik.

“Indek Pembangunan Masnusia” (IPM). Indikator penting pengukur keberhasilan upaya membangun kualitas hidup masyarakat/penduduk.

Dengan tiga dimensi dasar terdiri usia panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.

Terkait dimensi umur panjang dan hidup sehat, sangatlah dipengaruhi angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan angka kematian kasar, imbuh Ketua FMM Kami Siaga.

Bagikan Brosur.

Maka rangkaian “Sosialisasi dan Deklarasi Kelembagaan FMM Kami Siaga”  tertumpu harapan besar mewujudkan kebersamaan mengoptimalkan upaya penyelamatan ibu dan bayi di kabupaten ini, dengan ragam aksi nyata dan mampu kita implementasikan di masyarakat.

Sehingga berdampak baik dan memiliki daya ungkit nyata terhadap upaya penyelamatan ibu dan bayi, maka diserukan bisa maksimal memanfaatkan setiap peluang juga momentum dengan sebaik mungkin.

Advokasi FMM Kami Siaga.

     Selain digelar pula hiburan dengan bintang tamu mahasiswa jurusan Hukum Unpad Bandung, Dinda Ayu Lestari dengan membawakan beberapa nomor lagu menghibur masyarakat.

Juga penyebaran informasi tertulis mengenai profile FMM Kami Siaga, dengan maksud dan tujuannya, manfaat, penyelenggaraan advokasi, serta pengembangan kapasitas kelembagaan.

Brosur FMM Kami Siaga.
Dialog Kesehatan Ibu dan Anak.

*******

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here