You are here
AKBP Widayati Optimis 2015 Bebas Kejahatan Narkoba BERITA UTAMA 

AKBP Widayati Optimis 2015 Bebas Kejahatan Narkoba

“Jabatan Kepala BNNK Garut Diserahterimakan, Pejabat Lama Perintis Pendirian BNNK Garut.”

Garut News, ( Jum’at, 27/09 ).

AKBP Widawati, BA Menjadi Kepala BNNK Garut, Seusai Sertijab, Jum'at (27/09). Foto: John.
AKBP Widawati, BA Menjadi Kepala BNNK Garut, Seusai Sertijab, Jum’at (27/09). Foto: John.

Kepala “Badan Narkotika Nasional Kabupaten” (BNNK) Garut, AKBP Widayati, BA, menyatakan pada 2015 mendatang Indonesia termasuk Kabupaten Garut, Jawa Barat, bisa terbebas dari kejahatan luar biasa Narkoba.

Ditandaskan, kejahatan luar biasa narkoba itu, berupa penyalahgunaan, peredaran dan produsen gelap barang haram tersebut, sehingga seluruh jajaran BNNK Garut, antara lain memprioritaskan upaya mewujudkan “imunitas” masyarakat, dari jenis kejahatan tersebut.

Sertijab Kepala BNNK Garut, dari Agus Juanda, SH, MH kepada penggantinya, AKBP Widayati, BA di BNNK Garut, Jum’at (27/09). Foto: John.
Sertijab Kepala BNNK Garut, dari Agus Juanda, SH, MH kepada penggantinya, AKBP Widayati, BA di BNNK Garut, Jum’at (27/09). Foto: John.

“Mereka kudu memiliki ketahanan prima, agar tak terjerumus pada penyalahgunaan, peredaran dan produsen gelap narkoba,” tegasnya ketika didesak pertanyaan Garut News, seusai “Serah Terima Jabatan” Kepala BNNK Garut dari pejabat lama Agus Juanda, SH, M.Si kepada penggantinya AKBP Widayati, BA di BNNK setempat, Jum’at (27/09).

Prosesi Sertijab Kepala BNNK Garut, Jum'at (27/09). Foto: John.
Prosesi Sertijab Kepala BNNK Garut, Jum’at (27/09). Foto: John.

Dikatakan, mewujudkan masyarakat berimunitas tinggi tersebut, jajaran BNNK Garut segera melakukan pemantapan tiga pendekatan, berupa pendekatan sosial budaya, pendekatan agama, serta pendekatan hukum.

Ketiga pendekatan ini, dipastikan bakal diimplementasikan melalui kearifan lokal juga nilai-nilai adi luhung penduduk Kabupaten Garut.

Lantaran, permasalahan narkoba juga di antaranya dilatarbelakangi masalah ekonomi, sosial, budaya, serta politik.

Namun jajaran atawa keluarga besar BNNK Garut, lebih mengedepankan pendekatan sosial budaya, kemudian pendekatan agama, serta pendekatan hukum, sebagai langkah terakhir jika kandas dengan pendekatan sosial budaya dan hukum, tandas AKBP Widayati pula, lantang.

Penyalahguna narkoba saat ini pada kisaran 2,2 persen jumlah penduduk, dengan angka pravalensi 2015 mencapai 2,8 persen.

Maka dipastikan atawa optimis bisa menekan prosentasenya di bawah 2,8 persen, agar bebas dari penyalahgunaan dan peredaran serta produsen gelap narkoba.

“Apresiasi Positip”

Pembacaan Memori Sertijab Kepala BNNK Garut. (Foto: John).
Pembacaan Memori Sertijab Kepala BNNK Garut. (Foto: John).

Kepada pejabat lama Agus Juanda, SH, M.Si disampaikan terimakasih dan penghargaannya.

Lantaran pejabat lama itu, dinilai sebagai perintis pendirian BNNK Garut, dipastikan jasa dan kerja kerasnya selama ini, bakal dikenang selama-lamanya.

“Beliaulah Kepala BNNK Garut Pertama, bahkan juga dipastikan Kabupaten Garut ke depan bisa menjadi Kota Termaju, malahan tak mustahil pula bisa menjadi ibukota provinsi,” ungkap AKBP Widayati, BA menambahkan kepada Garut News.

AKBP Widayati, BA sebelumnya Auditor Muda Inspektorat I Ittama BNN.

Sedangkan Agus Juanda, SH, MH kembali mengemban pengabdiannya di lingkungan Pemkab/Setda Kabupaten Garut.

Pada rangkaian perhelatan Sertijab ini, antara lain dihadiri seluruh personil keluarga besar BNNK Garut.

***** (John).

Related posts

Leave a Comment