Agroteknologi Uniga Tanam Benih Harapan Yadul ‘Ulya

0
142 views
"Ketika kita menanam pepohonan, kita menanam benih-benih perdamaian, dan benih-benih harapan," (Wangari Maathai, Pendiri Gerakan Sabuk Hijau).
“Ketika kita menanam pepohonan, kita menanam benih-benih perdamaian, dan benih-benih harapan,” (Wangari Maathai, Pendiri Gerakan Sabuk Hijau).

“Menuai Asa Inspiratif di Tengah Pandemi”

Garutnews ( Selasa, 29/06 – 2021 ).

“Ketika kita menanam pepohonan, kita menanam benih-benih perdamaian, dan benih-benih harapan,” (Wangari Maathai, Pendiri Gerakan Sabuk Hijau).

Ungkapan bijak tersebut, antara lain diwujudkan pada ‘praktek kerja lapangan’ (PKL) tiga mahasiswi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Garut di kawasan Agro Park Ponpes/Kuttab Tahfidz Qur’an, Yadul ‘Ulya.

Bahkan mereka pun sekaligus meneliti perbandingan potensi lahan, serta perbandingan produktivitas tanaman pangan menggunakan pupuk kandang, dan pupuk organik.

Pengelola Agro Park Yadul ‘Ulya Berkolaborasi Bersama ‘praktek kerja lapangan’ (PKL) tiga mahasiswi Agroteknologi.

Pada masing-masing hamparan yang ditanami bayam merah (Amarantus gangeticus), juga pada perbanyakan vegetatif dari bibit ‘mata tempel’ pohon jeruk.

“Rangkaian uji coba tersebut, tertumpu asa bisa menuai sumber inspiratif bagi pengembangan agroteknologi yang berkelanjutan di Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut,” imbuh Ketua PKL Fujia Sepia Nuraisya.

Harapan senada diungkapkan pula dua rekannya, Futri Siti Nurfauziah, dan Nida Paojiyah kepada Garutnews di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul, Selasa (29/06-2021).

Detail Observasi Lapangan.

Mereka mengemukakan, Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya selain memiliki struktur konstruksi bangunan mengagumkan, juga sangat diharapkan bisa sekaligus memaksimalkan dalam pemanfaatan potensi lahan Agro Park nya.

Lantaran setiap jengkal tanah pun, bisa diberdayakan dengan beragam vegetasi tanaman pangan maupun tumbuhan bernilai ekonomi tinggi.

“Sehingga pada gilirannya dapat menguatkan ketahanan pangan termasuk menjadi lumbung pangan,” katanya.

“Meniti Asa Menuai Inspiratif di Tengah Pandemi”

PKL tiga mahasiswa Agroteknologi Faperta Uniga tersebut berlangsung sebulan sejak, Senin (28/06-2021), hari pertama mereka mengawalinya dengan menyelenggarakan observasi lapangan termasuk kajian kondisi agronomi.

Sebelumnya, Ketua Yayasan Tahfidz Garut, Ust. M. Angga Tirta bersama delegasi Pengelola Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya menjalin silaturahim dengan Ketua Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNIGA, Siti Syarah Maesyaroh, SP., MP.

Siti Syarah Maesyaroh, SP., MP.

Helatan berlangsung di Aula Prodi Agroteknologi, Kamis (01/04-2021) itu, fokus membahas kemungkinan bisa terjalinnya nota kesepahaman maupun ‘Memorandum of Understanding’ (MoU) antar kedua lembaga pendidikan ini.

Di antaranya kerjasama mengenai terealisasinya ‘kajian’ mewujudkan ekspektasi dimilikinya pengetahuan dasar pertanian bagi setiap seluruh pengelola, juga para santri Ponpes Yadul ‘Ulya Garut.

Terdiri pengetahuan mendasari dan dimanfaatkan dalam memelajari ilmu pertanahan khususnya keagroteknologian meliputi  biologi dasar, kimia dasar, fisika dasar, matematika, botani umum, pengantar ilmu pertanian, dan aplikasi komputer.

“Bumi Menjadi Emas di Tangan Orang-Orang yang Bijak” (Rumi, Penyair Sufi Persia Abad ke-13).

Serta kajian budidaya tanaman meliputi pengetahuan  budidaya dan proses produksi tanaman pertanian  (organisme penghasil pangan/non ternak), dan turunannya juga meliputi prinsip agriteknologi, teknologi benih, pembiakan vegetatif, produksi tanaman pangan sayuran, dan jamur konsumsi.

Termasuk kultur jaringan, mekanisasi pertanian, produksi tanaman hortikultur, dan perkebunan kopi,  produksi tanaman rempah serta obat.

Siti Syarah Maesyaroh mengapresiasi sangat positif terhadap gagasan orsinil lembaga pendidikan Tahfidz ini.

“Kini Adalah Saat yang Terburuk, Namun Merupakan Waktu yang Tepat, Sebab Kita Masih Punya Kesempatan’ (Dr Sylvia Earle, Akhli Oseonografi AS, National Geografic Explorer-in-Residence).

Sedangkan mengenai detail rancangan nota kesepahaman tersebut, bisa diawali penyusunannya oleh pihak Ponpes, guna dibahas bersama oleh kedua pihak kemudian disepakati bersama melalui MoU, imbuh Syarah Maesyaroh .

“Kami sangat mengapresiasi positif, lantaran fenomena ini sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat,” katanya pula.

Ust. M. Angga Tirta juga mengemukakan obsesinya mewujudkan harapan besar menjadi kenyataan kemandirian ketahanan pangan yang paripurna di lingkungan pesantren, sekaligus bisa memberikan sumbangsih bagi peningkatan PDRB sektor pertanian.

“Menuai Asa Inspiratif di Tengah Pandemi”

“Pemikiran Besar Hanya Bersuara Untuk Orang-Orang Berpendidikan, Namun Perbuatan Besar Bersuara Untuk Umat Manusia” (Theodore Roosevelt, Presiden ke-26 AS).

Meski kini Kabupaten Garut kembali mencetak rekor tertinggi volume harian kematian pasien terpapar Covid-19 sejak pandemi terdeteksi di Garut pada 2020 lalu.

Dalam sehari, dilaporkan 28 orang pasien positif di kabupaten setempat meninggal dunia, Senin (28/06-2021). Mereka terdiri 14 perempuan dan 14 laki-laki berusia antara 18 hingga 80 tahun dari 19 kecamatan.

Kebanyakan mereka merupakan kalangan usia produktif mencapai 22 orang. Lainnya dari kalangan lansia berusia 60 tahun ke atas enam orang.

Rekor tertinggi kematian pasien positif di Garut sebelumnya terjadi dua pekan lalu, 14 Juni 2021, mencapai 20 orang.

Meninggalnya 28 pasien positif tersebut menjadikan akumulasi pasien meninggal dunia terpapar Covid-19 di Garut melonjak menjadi 740 orang, atau 743 orang. Persentasenya mencapai sekitar 4,21 persen, atau 4,22 persen dari akumulasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 (17.579).

Wujudkan Ketahanan Pangan.

Keterangan Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten ini disampaikan Koordinator Komunikasi Publik/Humas Muksin, akumulasi pasien positif di Garut sendiri meningkat menjadi 17.579 orang sebab ada penambahan volume harian pasien positif 298 orang dari hasil pemeriksaan RT PCR (94 orang) dan rapid tes antigen (204).

Dilaporkan, terdapat pula penambahan 284 pasien positif selesai pemantauan isolasi. Sehingga akumulasi pasien dinyatakan sembuh menjadi 11.233 orang.  Persentasenya  mencapai sekitar 63,90 persen.

“Saat ini, 4.998 pasien positif Covid-19 masih isolasi mandiri, dan 605 pasien positif dalam isolasi perawatan rumah sakit,” kata dia menambahkan.

*****

Abisyamil, JDH/Esay/Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here