Adu Kreativitas Mahasiswa Ekspresikan Anti Penyalahgunaan Narkob

by

Garut News, ( Rabu, 13/11 ).

Kepala BNNK Garut, AKBP Widayati bersama Kepala LAPAS Kelas II B, Jalin Koordinasi Menyukseskan P4GN. (Foto: John).
Ilustrasi, Kepala BNNK Garut, AKBP Widayati bersama Kepala LAPAS Kelas II B, Jalin Koordinasi Menyukseskan P4GN. (Foto: John).

Kreativitas positip, dipastikan bisa menjadi salah satu elemen penting mencegah penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba khususnya di kalangan generasi muda.

Lantaran menggali segala potensi, dan bakat serta kreativitas mewujudkan karya, kaula muda tak sempat melakukan hal negatif, seperti penyalahgunaan narkoba, sebab waktu mereka tersita berkarya.

Menyusul, banyak anak muda berprestasi baik pada level nasional maupun internasional, dalam pelbagai bidang, seperti olahraga, musik, sains, dan lain sebagainya.

Fakta ini, menjadi bukti nyata mereka  bisa bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Badan Narkotika Nasional (BNN), juga meyakini kreasi kaula muda bangsa kudu terus digali dan dioptimalkan.

Kerangka pikir inilah, BNN menggulirkan program lomba kampus bebas narkoba.

Gagasan lomba kampus bebas narkoba bergulir sejak mengadakan rapat koordinasi dengan 47 kampus se-Jabodetabek, pada 17 April 2013 di Gedung PKBI, Jakarta Selatan.

Kemudian, konsep lomba ini disosialisasikan lebih mendetail pada 29 April 2013, di Aula Bareskrim.

Dari ke 47 kampus, ternyata hanya 27 kampus menunjukkan keseriusan mengekpresikan kreativitasnya pada lomba kampus tersebut.

Garis besar lomba kampus bebas narkoba ini, mengadu kreativitas mahasiswa pada beberapa point di antaranya; kreativitas branding anti narkoba di lingkungan kampus, kreativitas tembang dan ciptaan lagu tentang narkoba, kreativitas seminar sehari tentang narkoba, kreativitas karya tulis tentang narkoba, dan kreativitas sajak tentang narkoba.

Setelah melewati serangkaian penilaian pada 27 kampus sejak Mei-Oktober 2013, terjaring sepuluh kampus terbaik terdiri ; Universitas Budi Luhur, Universitas Islam Negeri Jakarta, Universitas Mercu Buana, Universitas Sahid, Universitas Krisnadwipayana, Universitas Esa Unggul, Universitas Pakuan, Universitas Bina Nusantara, Institut Perbanas, serta Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia Rawamangun.

Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Sambudiyono, penyelenggara kegiatan ini, mengungkapkan tujuan lomba ini, meningkatkan kreativitas anak bangsa, dan hasil karyanya bisa dinikmati masyarakat seluruh Indonesia.

Dikemukakan, produk karya itu pun diharapkan memiliki “value” beda, menjadi terbesar dan spektakuler, katanya.

Demikian Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto dari Jakarta kepada Garut News, mengemukakan.

****** John.