Kearifan Lokal Al-Yumna Diliput Televisi Yadul ‘Ulya

0
146 views
Reportase Team Liputan Yadul ‘Ulya TV Bertepatan Penyelenggaraan “Program Berbagi Sembako Bersama Masjid Yadul ‘Ulya Garut”.

“Berbagi Sembako di Saung Qur’an Camp”

Garutnews ( Jum’at, 27/11 – 2020 ).

Ragam produk kearifan lokal bernilai adi luhung yang dikemas dengan kreativitas, dan inovasi para Santri Ponpes Al-Yumna Garut, mendapatkan liputan khusus dari team televisi Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya.

Bertepatan penyelenggaraan “Program Berbagi Sembako Bersama Masjid Yadul ‘Ulya Garut” di kawasan ‘Saung Qur’an Camp’ Ponpes Tahfizh Qur’an Al-Yumna Garut , Jum’at (27/11-2020).

Produk Kemasan Indah Kaligrafi.

‘Yayasan Umat Membumikan Al Qur’an’ (Yumna) diketuai Ust. Iip Abdul Malik, M.Pd berlokasi di Kampung Leuweunggaha RT.04/04 Desa Pamekarsari Kecamatan Banyuresmi, sekitar 10 kilometer arah barat dari pusat Kota Garut.

Pada lembaga pendidikan Islami tersebut, terdapat SMPIT Al-Yumna dengan 60 santri masing-masing 30 akhwat dan ikhwan, kemudian 50 santri Rumah Qur’an Al- Yumna. Bahkan sekarang gencar disiapkan rintisan pendirian SMA tahun ini.

Ust. Iip Abdul Malik, M.Pd (kiri) Bersama Ust. Wahab Nurjaman,Sos.I.

“Terpadu dengan Pesantren Al Qur’an serta kewirausahaan bidang peternakan, pertanian, tata boga dan lainnya,” ungkap Ust. Iip Abdul Malik didampingi Staf Pendidik PPTQ Al-Yumna, Ust. Wahab Nurjaman,Sos.I.

Kedua nara sumber kepada Garutnews katakan, selama ini maksimal memanfaatkan beragam potensi sumber daya, baik sumber daya alam tersedia juga sumber daya insani Keluarga Besar Yayasan Al-Yumna termasuk dengan setiap seluruh santrinya.

Memotivasi Potensi Santri.

Sedangkan potensi yang selama ini berlimpah, di antaranya tanaman singkong, pepaya, jagung, dan ragam pertanian tanaman pangan lain sebagai  bahan baku kemudian diolah melalui pengelolaan bersentuhan kreativitas serta inovasi.

Sehingga bisa menjadi bahan jadi berupa ragam varian produk bernilai ekonomi, guna menunjang kemandirian ekonomi pesantren juga para santrinya.

Memaknai Kebersamaan.

Karena itu, ungkap Ust. Iip Abdul Malik beserta Ust. Wahab Nurjaman, selama ini pun setiap santri dibina supaya bisa belajar mandiri juga terampil bertani, beternak unggas, domba, kelinci, ikan air tawar, dan jenis keterampilan lainnya.

Termasuk mengemas tulisan indah kaligrafi, sekaligus juga terampil mengolah bahan baku menjadi ragam varian produk tata boga yang halal dikonsumsi bahkan perlu dinikmati meningkatkan daya tahan tubuh maupun imunitas di tengah pandemi corona.

Masjid Hajar Tahar Ponpes Al-Yumna Garut.

Maka para santri selain tekun belajar agama, mereka mahir pula memproduk dan memasarkan ‘bolu singkong, ice cream singkong, bolu pepaya, desert  box mangga, juga keripik singkong istimewa’.

Ragam produk kearifan lokal bernilai adi luhung ini, terbilang murah namun bukan murahan. Lantaran halal dan sehat dikonsumsi yang terbebas dan unsur kimiawi maupun berkondisi “zero emition”.

Miliki Joglo Iman.

Kearifan lokal produk asli dalam negeri itu, ternyata tak kalah menarik juga tak kalah gengsi dengan produk luar negeri, sebab aman dikonsumsi.

“Dengan perkembangan selama ini, optimis pada tahun ajaran 2021 kami bisa membuka program Pesantren Al Qur’an dan Kewirausahaan Al-Yumna,” Imbuh Ust. Iip Abdul Malik, dan Ust. Wahab Nurjaman.

Dikemas Alami.

Sedangkan bidang keakhliannya pertanian, peternakan, serta tata boga tingkat SMA. “Bervisikan : Mencetak Generasi Qur’ani, Robbani, dan Mandiri”.

“Konsisten Terapkan Prokes dan Keimanan”

Ponpes Al-Yumna Garut selama ini pula senantiasa konsisten menerapkan protokol kesehatan, dan protokol keimanan di tengah masih melonjaknya angka penularan Covid-19 di kabupaten setempat menjadi 1.713 kasus terkonfirmasi positif.

Sarana Belajar Mengaji yang Nyaman.

Menyusul terjadi penambahan 63 kasus baru, dan satu di antaranya meninggal dunia, Kamis (26/11-2020).

Dari 63 kasus baru tersebut terdiri 33 laki-laki dan 30 perempuan berusia 4 bulan hingga 78 tahun. Termasuk di antaranya dua balita serta tiga lansia di atas 60 tahun.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 kabupaten ini melaporkan, 63 kasus itu berasal dari 18 kecamatan. Yakni Garut Kota (13 kasus), Tarogong Kidul (8 kasus), Tarogong Kaler (6 kasus), Leles (6 kasus), Malangbong (5 kasus).

Sarana Asrama Santri.

Kemudian Bayongbong (4 kasus), Cilawu (4 kasus), Banyuresmi (2 kasus), Cisurupan (2 kasus), Pameungpeuk (2 kasus), Kadungora (2 kasus), Karangpawitan (2 kasus), Samarang (2 kasus), Cigedug (1 kasus), Cisompet (1 kasus), Balubur Limbangan (1 kasus), Pasirwangi (1 kasus), dan Kecamatan Sukaresmi (1 kasus).

Kasus positif meninggal dunia laki-laki 49 tahun dari Kecamatan Garut Kota. Maka angka kematian meningkat menjadi 36 kasus.

Bernuansa Kearifan Lokal.

Hingga Kamis pukul 23.55 WIB, tercatat 557 pasien positif masih diisolasi perawatan di rumah sakit, dan dua pasien positif lainnya jalani isolasi mandiri.

Hingga, Jum’at (27/11-2020) Pukul 19:01:57 WIB, di Kabupaten Garut terdapat 17.748 Kasus Covid-19, meliputi Konfirmasi 1.713 Orang, Probable 1 Kasus, Suspect 3.549, dan  Kontak Erat mencapai 12.485 Orang. (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten setempat).
*******

Abisyamil, JDH/Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here