Acil Bimbo Lirik Potensi Taman Satwa Cikembulan

0
15 views
Acil Bimbo Sampaikan Keterangan Pers Didampingi Rudy Arifin dan Istri Juga Asisten Manager Pengelola Taman Satwa Cikembulan.

Garut News ( Sabtu, 19/10 – 2019 ).

Juga Detail Berdialog Dengan Pers.

“Perlu Didukung Masyarakat dan Pemerintah”

Potensi daerah kunjungan wisata Taman Satwa Cikembulan di wilayah Kecamatan Kadungora Garut dilirik Darmawan Hardjakusumah atau Acil Bimbo, Sabtu (19/10-2019),  bersama Komunitas Jaga Lembur Jawa Barat nya, juga   menyelenggarakan silaturahim dan dialog interaktif dengan undangan, serta pemuka masyarakat setempat.

Penyanyi berwarna suara bariton dan budayawan kelahiran Bandung, 20 Agustus 1943 tersebut berpendapat, taman satwa satu-satunya di Provinsi Jawa Barat ini merupakan aset budaya yang harus lebih ditata lagi pengemasannya.

Rudy Arifin Simak Lantunan Acil Bawakan Lagu Jabal Rahmah.

Namun perlu pula mendapatkan dukungan masyarakat, dan pemerintah termasuk adanya faktor penunjang mewujudkan managemen pengelolaannya yang lebih profesional, yang tak mungkin hanya sendirian dilakukan pihak taman satwa.

Masyarakat sekitarnya yang sadar wisata ditunjang peran pemerintah dalam peningkatan kualitas inprastruktur jalan wisata, bisa kian memercepat taman satwa tersebut memiliki pertamanan, penginapan, serta kolam renang yang refresentatif.

Rudy Arifin Mendokumentasikan Nyanyian Lagu Andinda.

“Sehingga wisatawan secara maksimal bisa lebih lama menghabiskan waktu liburannya di taman satwa,” imbuh Acil yang juga pembina dan penasihat pada beberapa organisasi sosial kemasyarakatan, dan kebudayaan.

Dalam dialognya dengan para pemuka masyarakat Desa Cikembulan diingatkan, tiga komponen penunjang kemajuan Jawa Barat juga Kabupaten Garut berupa berperannya forum intelektual, penggerak kemajuan, serta ibu-ibu PKK.

Nyanyi Bersama Lagu Perjuangan.

Darmawan Hardjakusumah mengingatkan pula, jika tidak terlalu perlu maka masyarakat jangan mudah menjual tanah milik, melainkan manfaatkanlah semakimal mungkin untuk pengembangan sosial perekonomian, imbuhnya antara lain.

Dia pun menyajikan hiburan segar dengan melantunkan sejumlah nomor lagu nostalgia, di antaranya ‘adinda, sendiri, jabal rahmah’, bahkan lagu perjuangan yang dinyanyikan bersama kemudian diakhiri dengan lagu ‘Padamu Negeri’.

Bersilaturahim dan Berdialog Dengan Pemuka Masyarakat.

Manager Taman Satwa Cikembulan Rudy Arifin, SE mengemukakan, selama ini pengelolaan lembaga konservasinya lebih fokus pada upaya pemeliharaan satwa liar yang dilindungi Undang-Undang RI.

Namun secara terencana dan terukur juga bertahap, tetap diimplementasikannya ‘Rencana Karya Tahunan’ (RKT) juga ‘Rencana Karya Lima Tahunan’ (RKL) yang dievaluasi setiap tahunnya.

Interaktif.

“Termasuk mewujudkannya managerial yang profesional, juga perlu tahapan diawali rekrutment sumber daya manusia para pekerja, yang selama ini didominasi tenaga kerja lokal,” ungkap Rudy Artifin.

Dari seluas empat hektare lebih, Taman Satwa Cikembulan dengan 32 karyawan termasuk dokter hewan mengelola koleksi 113 spisies berpopulasi 500 ekor.

Foto Bersama.

Ke depan diagendakan kian banyak berkolaborasi dengan konsultan pada bidang keakhliannya masing-masing.

“Sedangkan jumlah kunjungan setiap bulannya rata-rata bisa mencapai belasan ribu pengunjung,” ungkap Rudy Arifin, antara lain menambahkan.

Berdialog Dengan Dokter Hewan.

Demikian foto berita Garut News pada akhir pekan ini, Sabtu (19/10-2019).

*******

Berlangsung sangat komunikatif.

“Perlu Didukung Masyarakat dan Pemerintah”

Antara Lain Bersama Pula Pengelola.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here