Aa Gym Minta Kejaksaan Perlakukan Ahok seperti Pelanggar Hukum

0
16 views
KH Abdullah Gymnastiar (AA Gym) bersepeda di aksi Super Damai 212./ Republika/Sri Handayani.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA/ Garut News ( Jum’at, 02/12 – 2016 ).

KH Abdullah Gymnastiar (AA Gym) bersepeda di aksi Super Damai 212./ Republika/Sri Handayani.
KH Abdullah Gymnastiar (AA Gym) bersepeda di aksi Super Damai 212./ Republika/Sri Handayani.

— Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengatakan, aksi super damai 212 harus mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa ketidakadilan akan menimbulkan masalah yang cukup besar. Apalagi, ketidakadilan tersebut menimpa orang yang diduga melakukan pelanggaran hukum yang berkaitan dengan agama.

“Kalau orang sifatnya menyentuh Allah, Rasul dan Agama, pasti akan tergerak hatinya,” kata Aa Gym di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/12).

Aa Gym melanjutkan, jika kejaksaan memperlakukan Ahok seperti pelanggar hukum lainnya dalam kasus penistaan agama, maka rakyat akan lebih bisa menahan diri. Tetapi, kalau kasus tersebut tidak kunjung tuntas, maka massa yang menggelar aksi bisa lebih besar lagi.

“Insya Allah kalau kejaksaan bertindak seperti pada pelanggar sebelumnya, rakyat bisa menahan diri. Harapannya kita kan jadi lebih baik, para pemimpin lebih bijak. Kalau tidak tuntas, ini bisa lebih besar lagi karena ini masalah rasa,” terang Aa Gym.

Seperti diketahui, sejumlah massa menggelar aksi superdamai 212 di Lapangan Silang Monas, Jumat (2/12). Aksi tersebut dijalankan adalah untuk meminta aparat kepolisian segera memenjarakan Ahok, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

Aa Gym Ingin Semua Elemen Melihat Jernih Aksi 212

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Winda Destiana Putri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengingatkan agar seluruh elemen bangsa melihat Aksi Damai 212 dengan jernih. Tak hanya itu, Aa Gym juga berharap, peristiwa tersebut bisa dijadikan sebagai sarana mengevaluasi diri, agar lebih bisa menjaga lisan.

Sebab, lisan yang tidak terjaga menurutnya bisa menjadi sumber masalah. “Yang paling penting dalam hal ini adalah kita bisa berubah dan evaluasi diri masing-masing. Siapa kita? Kita harus jadi lebih baik, karena kalau omongan tidak terjaga, hidup ini bisa jadi sumber masalah,” kata Aa Gym di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/12).

Menurut Aa Gym, sangat disayangkan jika dari peristiwa sebesar ini, seluruh elemen bangsa tidak mengambil pelajaran. Maka dari itu, setiap orang mestinya bisa mengambil pelajaran sehingga dirinya bisa lebih baik. Tak hanya itu, ketika orang bisa memetik pelajaran dari peristiwa tersebut, negara juga akan lebih diuntungkan.

“Yang disebut beruntung itu orang yang selalu lebih baik dan lebih baik lagi. Jadi negara ini harus beruntung atas kejadian seperti ini,” terang Aa Gym.

Seperti diketahui, sejumlah massa menggelar Aksi Damai 212 di Lapangan Silang Monas, Jumat (2/12). Aksi tersebut dijalankan adalah untuk meminta aparat kepolisian segera memenjarakan Ahok, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

*********

Aa Gym: Jangan Salah Menyikapi Perbedaan

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ilham

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) membuka ceramahnya dengan membaca Subhanallah Walhamdulillah Walailahaillah Wallahuakbar di depan ratusan ribu umat Islam yang ada di halaman Monas. Aa Gym memberikan ceramah mengenai perbedaan.

Aa Gym mengatakan, jumlah massa Aksi Bela Islam yang sangat banyak jangan sampai membuat takabur. Ingat kepada Allah, karena hanya Allah yang bisa menyelesaikan semua permasalahan. Menurutnya, suatu bangunan akan kokoh kalau terbuat dari bahan yang berbeda-beda.

“Bangunan kokoh syaratnya, bahan bangunannya berbeda-beda,” kata Aa Gym dari atas panggung saat ceramah.

Ia menerangkan, lihat Monas, bangunan itu kokoh karena tidak semua menonjolkan diri. Contohnya, meski jantung di dalam tubuh manusia sangat berjasa. Dia tidak menonjolkan diri. Seperti batu yang ada di bawah bangunan, ia menjadi pondasi bangunan untuk memperkokoh bangunan.

Aa Gym menerangkan, mulai sekarang kalau umat ingin kokoh, jangan sampai salah menyikapi perbedaan. Sebab, perbedaan merupakan sunnatullah. Lebih baik mencari persamaan, sebelum mencari perbedaan.

Ia menjelaskan, orang-orang Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha sama-sama manusia. Mereka semua sama-sama ingin selamat dan ingin dimuliakan. Kemudian, ia mencontohkan, sekarang tidak semua ulama sependapat mengenai shalat hari ini. “Jangan sampai karena perbedaan menjadi marah,” ujarnya.

Menurut Aa Gym, yang membuat manusia susah rukun karena kemarahan, bukan perbedaan. Namun, jika karena beda partai dan suku menjadi musuh, kalau seperti itu kapan bisa bahagianya. Jadi jangan sampai karena perbedaan menjadi marah. “Beda wajar, marah jangan,” ujarnya.

Orang yang lebih lebar rasa persaudaraannya, lebih jinak hatinya. Tidak ada Indonesia kalau tidak ada umat Islam. Tapi faktanya, ada agama Hindu, Buddha dan lain sebagainya. Sudah takdir mereka menjadi anak Bangsa Indonesia.

********

Aa Gym: Sepertinya Jadi Jumatan Terbesar dalam Sejarah Dunia

Red: Bilal Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Diperkirakan lebih dari satu juta orang menghadiri aksi 2 Desember yang digelar di Lapangan Monas Jakarta yang kemudian dilanjutkan acara puncak dengan Shalat Jumat bersama. Acara Shalat Jumat ini kemungkinan sebagai terbesar di dunia.

“Alhamdulillah, Masya Allah.. Sepertinya jumatan terbesar dalam sejarah dunia. Yaa alhamdulillah. Berapa banyak kira-kira jumlahnya,” kata penceramah Abdullah Gymnastiar atau kerap disapa Aa Gym dalam akun Instagram pribadinya, Jumat (2/12).

Status Aa Gym tersebut tentu saja banyak pengikutnya yang ikut berkomentar. Status tersebut disukai oleh sebanyak 15.500 orang dan dikomentari sebanyak 429 komentar. Salah satunya pemilik akun Instagram Aawsnaa.

“Dihitung dengan transportasi umum: 7 jt lebih… Belum yg kendaraan pribadi,” katanya.

“Monas rasa Makkah ini, terharu banget liat di tv,” kata pemilik akun mynameis_anin.

“Subhanallaaah…. mewek terus hari ini liat jamaah sebyk ini.. berasa di Mekkah.. hampir mendekati jumlah umat di sana.. Allahu Akbar..” kata pemilik akun dianayuprasetyo.

“Ada yg 4 Juta lebih, tapi menurut banyak laporan terakhir ada 7 juta lebih ustad :’) Subhanallah Allahu Akbar,” kata pemilik akun afiahaal.

********

REPUBLIKA.CO.ID