90 Persen Penduduk Kabupaten Garut Konsumsi Air Tanah

Garut News ( Kamis, 24/04 – 2014 ).

Sumber Air Kolam Atawa Balong di Garut Ini, Kerap Dimanfaatkan MCK, Juga Cemari Air Tanah. (Foto: John Doddy Hidayat).
Sumber Air Kolam Atawa Balong di Garut Ini, Kerap Dimanfaatkan MCK, Juga Cemari Air Tanah. (Foto: John Doddy Hidayat).

Sampai kini, cakupan jasa layanan air bersih aman dan terlindungi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, hanya mencapai sekitar 10%.

Padahal Pemerintah Pusat melalui Ditjen Cipta Karya Kementerian PU menargetkan pada akhir “Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional” (RPJMN) 2015-2019, seluruh permukiman di Indonesia terlayani air bersih aman, dan terlindungi.

Minimnya cakupan di Garut juga diakui Bupati Rudy Gunawan sebagai tantangan berat, memerlukan kerja keras luar biasa, katanya.

“Garut masih perlu 90% lagi kebutuhan air minum, karena baru terlayani 10% untuk wilayah administratif, dan 45% baru di wilayah ada PDAM-nya. Saya harap kita membuat program bagaimana 2020 RPJMN mewajibkan seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan air minum,” katanya pula saat peresmian pembangunan “Sistem Penyediaan Air Minum” (SPAM) IKK Cibatu di Kampung Loji, Keresek, Kamis (24/04-2014).

Dengan tenggat waktu tinggal enam tahun lagi, Rudy menyatakan pihaknya mesti melakukan introspeksi menyangkut pengelolaan penggunaan dana APBD Gsebenarnya cukup besar, mencapai sekitar Rp3 triliun.

Meski demikian, Rudy mengaku bersyukur terbangunnya SPAM Instalasi Cibatu.

Diharapkan keberadaannya bisa melayani kebutuhan air minum warga Cibatu selama ini kerap mengalami kesulitan, terutama pada musim kemarau.

SPAM IKK Cibatu dibangun di atas tanah seluas 200 m2 menelan dana Rp14,081 miliar.

Terdiri APBN Rp10 miliar, APBD Provinsi Jabar Rp991 juta, APBD Garut Rp3 miliar, dan PDAM Garut Rp66 juta.

******

Noel, JDH.

Related posts