834 Unit Armada Angkutan Penumpang Umum Mogok

0
78 views

“Dampak Lain Kenaikan BBM Masyarakat Miskin Garut Menjadi Korban”

Garut News ( Rabu, 19/11 – 2014 ).

Berharap Mobil Dinas Berhenti, Tetapi Terus Berlalu.
Berharap Mobil Dinas Berhenti, Tetapi Terus Berlalu.

Sedikitnya 834 unit armada angkutan penumpang umum di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (19/11-2014) mogok beroperasi.

Dampak lain kenaikan BBM tersebut, justru juga berakibat banyak masyarakat miskin di kabupaten setempat menjadi korban.

Mereka menjadi terganjal melaksanakan aktivitas perekonomian, termasuk kalangan pelajar dan mahasiswa tak mendapatkan jasa layanan angkutan umum itu.

Pulang Sekolah Merenung Bingung Tunggu Jemputan, Rabu (19/11-2014).
Pulang Sekolah Merenung Bingung Tunggu Jemputan, Rabu (19/11-2014).

Kepala UPTD Terminal Dishub Garut, Deni Desta dan Kepala Terminal Guntur Sofyan Hidayat kepada Garut News katakan, mogok beroperasinya sekitar 834 armada angkutan penumpang umum ini terdiri 670 unit armada angkutan lokal.

Termasuk “angkutan kota” (Angkot), perdesaan dan trayek angkutan tujuan wilayah Selatan Garut. Serta pemogokan 164 unit armada “Antar Kota Dalam Provinsi” (AKDP) dan “Antar Kota Antar Provinsi” (AKAP).

Orangtua Bermobil Macetkan Arus Lalulintas Jemput Anak di SMPN 1 dan SMPN 2 Garut.
Orangtua Bermobil Macetkan Arus Lalulintas Jemput Anak di SMPN 1 dan SMPN 2 Garut.

Sofyan Hidayat katakan, pemogokan armada Angkot padahal selama ini di antaranya banyak dimanfaatkan kalangan pelajar, mahasiswa serta masyarakat berbelanja ke pasar tersebut, meliputi Angkot 03 bertrayek RSU, (04) Cipanas, (06) Cilawu, (07) Sukawening, (09) Samarang, serta Angkot 016 bertrayek Campaka.

Meski terdapat jenis Angkot bertrayek lain beroperasi, namun volume armadanya menurun drastis dari biasanya.

Pulang Sekolah Menunggu Tumpangan, Rabu (19/11-2014).
Pulang Sekolah Menunggu Tumpangan, Rabu (19/11-2014).

Antara lain Angkot bertrayek Bayongbong, dan Garut – Andir, ungkap Deni Desta dan Sofyan.

Sedangkan armada AKDP serta AKAP masih beroperasi dengan volume menurun hanya tujuan Bekasi, Lebak Bulus serta Kampung Rambutan.

Mereka mengemukakan pula, akibat pemogokan armada angkutan penumpang umum tersebut, Terminal Guntur Garut kehilangan kontribusi dana retribusi kendaraan Rp2,155 juta lebih, tak termasuk retribusi peron dari calon penumpang.

Namun yang kini diupayakan kembali pulih aspek kenyamanan dan keamanan penumpang, kata Deni Desta.

Deni Desta
Deni Desta
Sofyan Hidayat.
Sofyan Hidayat.

Seorang pengurus armada bus AKDP dan AKAP jelaskan, sehari melakukan pemogokan kehilangan setoran jutaan rupiah setiap bus.

Sedangkan kehilangan setoran setiap armada Angkot per hari berkisar Rp200 ribuan.

Dalam pada itu, banyak pelajar terpaksa berjalan kaki, lantaran meski ada tumpangan kendaraan gratis ternyata tak seluruhnya bisa terantisipasi.

Lengang, Rabu 919/11-2014).
Lengang, Rabu (19/11-2014).

Kondisi non bis Terminal Guntur Garut, juga nampak lengang.

 

*******

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here