814 Pengungsi Amuk Cimanuk Tempati Dua Lokasi

0
11 views
Nenek Renta Berusia Lanjut Ini, Terpaksa Menempati Lokasi Pengungian Lantaran Terdampak Amuk Cimanuk.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 30/09 – 2016 ).

Nenek Renta Berusia Lanjut Ini, Terpaksa Menempati Lokasi Pengungian Lantaran Terdampak Amuk Cimanuk.
Nenek Renta Berusia Lanjut Ini, Terpaksa Menempati Lokasi Pengungian Lantaran Terdampak Amuk Cimanuk.

Sekitar 179 kepala keluarga (KK) atawa 814 pengungsi korban terdampak amuk Sungai Cimanuk Garut, kini menempati dua lokasi, masing-masing pada Rusunawa Cilawu serta Komplek Gedung Islamic Centre.

Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan Pemukiman/Air Bersih pada Distarkim kabupaten setempat, Rd. Satriabudi katakan terdapat sekitar 98 kk atau 490 pengungsi menempati gedung Rusunawa.

Mereka masing-masing penduduk seputar pemukiman Lapangan Paris, Belakang Asrama TNI Lapangan Paris, serta berasal dari perkampungan belakang RSU dr Slamet, ungkapnya, Jum’at (30/09-2016).

Rd. Satriabudi.
Rd. Satriabudi.

Dikemukakan Satriabudi, pengadaan air bersih bersumber PDAM berlangsung setiap harinya mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.30, sedangkan sarana lain di antaranya penyediaan enam unit tanki penampung air bersih masing-masing berkapasitas 2.000 liter.

Pengaturan alokasi air bersih juga dimaksudkan sebagai proses pembelajaran kemandirian bagi setiap seluruh pengungsi agar efektif, dan efisien hemat menggunakan air.

Kemudian secara bertahap diadvokasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, antara lain supaya tak membuang sampah sembarangan. Lantaran beberapa hari sebelumnya masih ada pengungsi yang membuang bekas kemasan air mineral langsung dilempar dari lantai atas Rusunawa, seperti halnya kebiasan membuang sampah ke sungai.

Sofwan Munawar.
Sofwan Munawar.

Mereka juga diadvokasi, agar efektif dan efisien memanfaatkan bantuan bahan pokok makanan, sebab dipastikan tak selamanya bakal mendapat pasokan bantuan dari kalangan dermawan.

Setiap kk pengungsi bisa menempati setiap kamar terdapat pada gedunbg Rusunawa tersebut, yang kini seluruhnya terisi.

Juga diperoleh informasi Gedung Transito pun bakal segera diisi sekitar 25 kk pengungsi, termasuk rumah susun lima lantai milik UNIGA pun bakal segera ditempati para pengungsi maupun korban bencana lainnnya, yang hingga kini masih belum seluruhnya ditempatkan di lokasi pengungsian.

“Islamic Centre”

Pengungsi.
Pengungsi.

Dalam pada itu Kepala UPTD Pengelolaan Gedung Dakwah Islamic Centre, Sofwan Munawar, S.Sos menyatakan ada 81 kk maupun 324 pengungsi yang kini mendiami gedung di komplek yang dikelolanya itu.

Mereka terdiri para pengungsi asal Kampung Kikisik Sukakarya Tarogong Kidul, Paminggir Garut Kota, serta Pakuwon juga Kecamatan Garut Kota.

Ragam sarana penting tersedia, termasuk pengadaan jamban keluarga untuk pria, dan kaum perempuan.

Bahkan bakal ada donatur segera membangun MCK secara permanen.

Rusunawa.
Rusunawa.

Disiapkan pula dua kamar khusus, yang bisa dimanfaatkan secara bergantian bagi pasangan suami-istri yang hendak beristirahat “melepas lelah”, katanya.

Lantaran dipastikan menempati gedung pengungsian ini, bisa berlangsung cukup lama menunggu proses relokasi, ungkap Sofwan Munawar pula

 

 

********