755 Warga Garut Terinfeksi HIV/AIDS Di Tengah Covid-19 (181 Tewas Sangat Mengenaskan)

0
291 views
Ir H. Ahmad Sartono, M.Si.
Ir Denden Supresiana Presentasikan Ragam Program Penanggulangan HIV/AIDS.

“Didominasi Laki Sex Laki”

Garut News ( Selasa, 23/06 – 2020 ).

Hingga Mei 2020 di tengah berlangsungnya wabah pandemi maut Covid-19 terdapat 755 warga Kabupaten Garut terinfeksi HIV/AIDS. Mereka 324 HIV dan 431  AIDS tersebar pada 39 dari 42 wilayah kecamatan di kabupaten setempat, 181 di antaranya tewas berkondisi sangat mengenaskan.

Dengan faktor resiko didominasi ‘Laki Sex Laki’ (LSL) mencapai 210 kasus terdiri 78 terinfeksi AIDS serta 132 HIV, disusul 188 IDU’s/Penasun maupun jarum suntik narkoba meliputi 135 terinfeksi AIDS dan 53 HIV.

Berlangsung Diskusi Interaktif.

Demikian terungkap pada kegiatan ‘stake holder meeting program NFMc GF ATM AIDS Dukungan Program Indonesia HIV Response : Eliminating the AIDS Epidemic in Indonesia by 2030’ digelar ‘Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia’ (PKBI) Kabupaten Garut, Selasa (23/06-2020).

Ketua PKBI Cabang kabupaten tersebut, Ir H. Ahmad Sartono, M.Si ketika membuka helatan itu mengingatkan, permasalahan HIV/AIDS jika tak diantisipasi bisa menjadi penyakit bersama.

Berlangsung Komunikatif.

Lantaran hasil evaluasi PKBI, kasus ini semakin bertambah sehingga diperlukan dukungan penanggulangan serta pencegahannya dari instansi pemerintah dan pelbagai pihak.

“Garut bisa terbebas penularan HIV/AIDS dengan itikad yang sama, menanggulanginya ,” imbuh Ahmad Sartono, antara lain menegaskan.

Direktur Eksekutif PKBI kabupaten setempat, Ir Denden Supresiana juga mengemukakan faktor resiko pasangan Resti perempuan mencapai 164 kasus (96 AIDS dan 68 HIV).

Desain Umum Tujuan Program.

Faktor resiko pasangan Resti laki-laki 34 kasus (18 AIDS dan 16 HIV), waria 24 kasus (15 AIDS dan 9 HIV), wanita pekerja sex dua kasus terinfeksi AIDS, perinatal/anak 16 kasus (11 AIDS dan 5 HIV), serta tak terindentifikasi lima kasus terinfeksi AIDS.

Berdasar golongan usia kurang dari satu tahun hingga 59 tahun, yang didominasi kelompok usia produktif 25 hingga 39 tahun mencapai 567 kasus (322 AIDS dan 245 HIV). Dari totalitas 755 terinfeksi HIV/AIDS itu, 181 meninggal dunia, 460 sudah terafi ARV, dengan estimasi ODHA Kemenkes 2015 (978 kasus).

Pemeriksaan Sampel Darah.

Menurut jenis kelamin terdiri 509 laki-laki (285 AIDS dan 224 HIV), serta 246 perempuan (146 AIDS dan 100 HIV). Sedangkan penyebaran terbanyak di wilayah Kecamatan Garut Kota mencapai 223 kasus (147 AIDS dan 76 HIV).

Kemudian Tarogong Kidul 103 kasus (66 AIDS dan 37 HIV), serta 52 kasus di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler (31 AIDS dan 21 HIV). Sehingga desain umum tujuan program intervensi PKBI meliputi ‘getting to zero, zero new infections, zero discrimination, dan zero aids related deaths’, ujar Denden Supresiana.

Grafik Kenaikan Sangat Signifikan Faktor Resiko Laki Sex Laki.

Diungkapkan pula permasalahan alur jaminan sosial kesehatan, penanganan jika terjadi ‘force major’, pemenuhan kebutuhan petugas penjangkauan, pertemuan rutin, belum adanya payung hukum maupun Perda, serta program intervensi yang bisa berakhir.

Dalam pada itu update data, Selasa (23/06-2020) Pukul 21:31:39 WIB, bersumber Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut menunjukan, totalitas kasus mencapai 4.613 orang. Terdiri terkonfirmasi positif 26, PDP 76, ODP 2.703 kasus, serta OTG 1.808 kasus.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here