Dua Jalan yang Membedakan Manusia dengan Makhluk Lainnya

0
8 views
Santri Ponpes Yadul 'Ulya Tekun Menghafal, dan Mengkaji Ayat-Ayat Suci Alqur'an.

Kamis 13 Aug 2020 17:27 WIB
Red: Nashih Nashrullah

Kampus Peradaban, dan Santri Ponpes Yadul ‘Ulya Tekun Menghafal, dan Mengkaji Ayat-Ayat Suci Alqur’an.

“Manusia diberikan dua pilihan jalan berbeda dengan makhluk lainnya”

REPUBLIKA.CO.ID,

أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

“Bukankah telah Kami jadikan bagi manusia dua mata, satu lisan, dan dua bibir, dan Kami tunjukkan kepada mereka dua jalan?” (QS Al-Balad (90): 8-10).

Menyimak ayat ini, tak dapat disangkal, tatkala diciptakan Allah SWT, telah terbentang dua jalan di hadapan kita. Jalan kebenaran dan jalan kebatilan. Sesungguhnya, hal ini yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya.

Malaikat, contohnya, diciptakan Allah SWT hanya untuk meniti satu jalan, yaitu jalan ibadah dan kesucian. Sedangkan manusia diberi Allah SWT kebebasan untuk memilih.

Kebebasan inilah yang membuat manusia menjadi unik; karena di satu sisi manusia bisa mencapai derajat yang lebih tinggi dari malaikat, di sisi yang lainnya manusia berpotensi untuk jatuh ke derajat yang paling rendah:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka).” (QS At-Tiin (95): 4-5).

Tetapi, Allah SWT Yang Mahapengasih dan Mahapenyayang tidak menghendaki manusia jatuh ke derajat yang paling rendah dan hina, karena itu Allah SWT menurunkan para rasul-Nya untuk memberi peringatan.

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

“Sesungguhnya telah Kami utus beberapa rasul dengan membawa keterangan dan bersamanya Kami turunkan pula kitab dan neraca, agar manusia berdiri di atas keadilan.” (QS Al-Hadiid (57): 25).

Menghayati ayat ini, kita akan merasakan betapa Mahakasih dan Mahasayang Allah SWT kepada kita. Tapi, memang tak semua orang dapat hidayah untuk menghayatinya.

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

“Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dari setetes air mani yang bercampur. Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami menjadikan dia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, tapi ada yang bersyukur, ada pula yang ingkar. (QS Al-Insan (76): 2-3).

*******

Republika.co.id/Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here