594 Caleg DPRD Garut Perebutkan 50 Kursi

by

Garut News, ( Senin, 16/09 ).

Ist
Ist

Sekurangnya 54 ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dipastikan berkompetisi berebut suara.

Agar bisa duduk di kursi DPRD kabupaten setempat pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang.

Mereka itu, caleg perwakilan parpol tersebar pada lima Daerah Pemilihan (Dapil).

Ini bisa diketahui berdasar Daftar Calon Tetap (DCT) anggota DPRD periode 2014-2019 pada Pileg 2014 di KPUD Garut.

Kepala Bagian Hukum Sekretariat KPUD, Dudung Zulkifli, katakan total jumlah caleg di Kabupaten Garut, sesuai DCT, mencapai 594.

Berasal dari 12 parpol peserta Pileg, terdapat dua parpol tak mengisi 100 persen kuota calegnya.

Yakni PKS menempatkan calegnya 48, dan PKPI sebanyak 46.

Sedangkan parpol lain menempatkan calegnya 100 persen, sesuai kuota, 50.

Selain IRT, caleg berlatar belakang anggota legislatif, di DPRD Garut maupun DPRD Jabar, jumlahnya cukup mencapai 39 orang.

Begitu pun mereka berlatar belakang pekerjaan kepala desa sedikitnya 30, dan PNS atawa pensiunan PNS sedikitnya 33.

Selebihnya, para caleg didominasi mereka berlatar belakang pekerjaan pegawai swasta, dan wiraswasta.

Para caleg DPRD Kabupaten Garut periode 2014-2019 tersebut, juga didominasi mereka berpendidikan SMA atawa sederajat, sebanyak 327.

Sebanyak 22 di antaranya lulusan Paket C.

Sedangkan berpendidikan Sarjana (S-1) sebanyak 201, Pascasarjana (S-2) sebanyak 37, dan hanya satu berpendidikan doktoral (S-3).

Sisanya caleg berlatar belakang pendidikan diploma, Diploma I (D-1) maupun Diploma II (D-2), dan Diploma III (D-3).

Ketua DPD Laskar Indonesia Kabupaten Garut, Dudi Supriadi, mengingatkan masyarakat bersikap cerdas memilih caleg.

Lantaran, berdasar DCT di KPU itu, banyak di antara caleg politisi dadakan, masih belum diketahui, dan terukur kapabilitasnya.

Kendati banyak politisi dadakan berbondong-bondong mendaftar menjadi caleg, namun ini bentuk partisipasi berdemokrasi, meski terkesan menjadi caleg tak lebih dari upaya meraih prestise ,dan harapan masa depan menjanjikan cukup menonjol, katanya.

Sebab tak jelasnya kapabilitas dimiliki caleg bersangkutan.

“Di sinilah masyarakat Garut jeli. kudu bisa melihat jejak rekamnya selama di masyarakat. Jangan sampai salah memilih. Memilih caleg itu kudu yang memang bisa mewakili aspirasi masyarakat,” tandas Dudi.

Dudi mengingatkan pula, masyarakat mesti berpikir kritis mengevaluasi kinerja legislator kini mencalonkan diri lagi di Pileg 2014.

“Apakah masyarakat merasa terwakili ketika calon itu menjalankan tugas, dan fungsinya di dewan selama lima tahun, atawa tidak? Kalau hanya duduk manis tanpa pernah serius memerjuangkan aspirasi rakyat, jangan pilih lagi,” imbuhnya, menyerukan.

**** Zainul, JDH.