Banyak Gagal Lelang Lenyapkan Puluhan Miliar Rupiah

0
9 views
Ilutrasi. Diperparah Gagal Panen Ribuan Hektare Tanaman Padi di Garut.
Ilustrasi. Rawan Daya Beli Akibat Gagal Panen, Alih Profesi Sulit Mencari Lapangan Pekerjaan.

“Gagal lelang 2019 lebih banyak dari tahun sebelumnya”

Garut News ( Ahad, 13/10 – 2019 ).

Bagian Layanan Pengadaan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut katakan, hingga kini setidaknya ada delapan paket kegiatan pembangunan mengalami gagal lelang, yang dipastikan tidak terealisasi tahun ini.

Beberapa paket kegiatan gagal lelang tersebut terdiri kegiatan konstruksi, konsultasi, dan bangunan. Sebagian didanai APBD Kabupaten Garut dan lainnya APBD Provinsi Jabar.

Sejumlah paket kegiatan gagal lelang dan dipastikan tidak terealisasi tahun ini, penataan Daya Tarik Wisata Situ Bagendit senilai Rp29 miliar, Peningkatan Ruas Jalan Toblong-Simpang Cibalong Rp6 miliar, Pembangunan Jembatan Cimanuk Maktal 2 Rp3,9 miliar, Pembangunan Jembatan Ciojar Rp5,8 miliar, dan Pembangunan Poned Puskesmas Cisurupan Rp1,094 miliar.

Sehingga, setidaknya lebih dari Rp45 miliar dana anggaran pembangunan di Garut tak terserap pada 2019 ini.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan Sekretariat Daerah Garut Muksin juga katakan, kedelapan paket kegiatan pembangunan itu mengalami gagal lelang lantaran tak ada penyedia jasa peserta lelang memenuhi kualifikasi. Namun tak merinci kualifikasi dimaksudkan.

“Mungkin sisi penawaran, atau sisi teknisnya,” katanya di kantornya.

Dia membantah kegagalan lelang paket-paket tersebut karena ada intervensi pihak lain dalam proses lelang. Dikemukakan, semua paket gagal lelang itu bukan hanya bisa diketahui penyedia jasa peserta lelang melainkan juga masyarakat umum karena diumumkan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE ) Jawa Barat.

Disinggung mengenai paket kegiatan tak terealisasi pada 2019 padahal ditetapkan pemenang lelangnya, Muksin berkilah hal itu di luar urusan, dan kewenangannya.

“Kita sebatas memproses lelang hingga didapatkan pemenang. Sedangkan realisasinya di luar urusan kita. Itu ada di wilayah SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) bersangkutan,” katanya pula.

Meski demikian, disebutkan paket kegiatan gagal lelang 2019 ini lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Sekretaris Bappeda Garut Agus Ismail katakan, ada beberapa kegiatan pembangunan dianggarkan pada 2019 namun ternyata tak dapat direalisasikan dengan berbagai alasan.

“Melihat kondisi hingga saat ini, anggaran tak terserap dari APBD Garut sekitar Rp50-60 miliar. Anggaran bantuan provinsi (APBD Provinsi Jabar) lebih besar lagi. Karena banyak kegiatan memang tak bisa dilaksanakan tahun ini,” ujarnya.

Menurutnya, ada beragam faktor menyebabkan berbagai kegiatan pembangunan tersebut gagal atau tak bisa direalisasi pada 2019. Di antaranya karena gagal lelang, belum ada Detail Engineering Design (DED), dan lainnya.

Contohnya, Revitalisasi Pasar Cikajang senilai Rp29 miliar serta Pembangunan Pusat Pengembangan Budaya dan Kreativitas Rp6,55 miliar.

*******

(Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here