590 Murid SMPN 1 Pasirwangi Dikepung Lembah Bertebing Curam

0
21 views

Garut News ( Sabtu, 09/08 – 2014 ).

SMPN 1 Pasirwangi Semakin Dikepung Lembah Bertebing Curam.
SMPN 1 Pasirwangi Semakin Dikepung Lembah Bertebing Curam.

Sebanyak 590 murid SMPN 1 Pasirwangi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini semakin terisolasi dikepung di atas lembah bertebing curam berkedalaman puluhan hingga ratusan meter.

Sehingga mereka bersama 40 guru termasuk kepala sekolah, serta tujuh tenaga kependidikan, selama ini kerap didera ketakutan luar biasa.

Terutama saat proses belajar-mengajar, berlangsung hujan deras.

Selama Ini SMPN 1 Pasirwangi Manjadi Kian Terisolasi.
Selama Ini SMPN 1 Pasirwangi Manjadi Kian Terisolasi.

Lantaran, rentang terjauh dari benteng komplek lembaga pendidikan dengan bibir tebing sangat rentan tergerus ambruk tersebut, hanya berjarak belasan meter.

Atawa kian mendekat nyaris setiap terjadi hujan deras, ungkap Kepala SMPN 1 Pasirwangi, Dr Budi Suhardiman, M.Pd kepada Garut News di ruang kerjanya, Sabtu (09/08-2014).

Semakin mendekatnya zona bahaya longsoran dengan komplek SMPN 1 Pasirwangi seluas 7.238 m2 ini, disebabkan berulangkali terjadi longsoran tebing pada kedalaman ratusan meter.

Dr Budi Suhardiman, M.Mpd Berdiri Pada Lintasan Bibir Lembah Bertebing Curam.
Dr Budi Suhardiman, M.Mpd Berdiri Pada Lintasan Bibir Lembah Bertebing Curam.

Mengakibatkan pula terus-menerus melebarnya lembah di bawahnya terdapat sungai, juga terus membesar.

Maka dipastikan paling lambat berkisar dua hingga tiga tahun mendatang, komplek SMPN 1 Pasirwangi dengan total luas bangunan 3.959 m2 tersebut, bisa ambruk tergerus longsor.

Padahal, antara lain terdapat aset 19 ruang belajar, serta masing-masing satu ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang perpustakaan, serta ruangan laboratorium IPA, ujar Budi Suhardiman.

Murid SMPN 1 Pasirwangi Sangat Riskan Setiap Hari Seberangi Jembatan Darurat.
Murid SMPN 1 Pasirwangi Sangat Riskan Setiap Hari Seberangi Jembatan Darurat.

Doktor Manajemen pendidikan lulusan “Universitas Pendidikan Indonesia” (UPI) Bandung itu, mengemukakan pula, sangat mendesak segera dilakukan relokasi komplek SMPN 1 Pasirwangi ke lokasi lebih aman.

Maupun secepatnya dilakukan pembangunan keermer, atawa tanggul permanen secara menyeluruh.

“Silahkan pemerintah hendak memilih solusi yang mana,” katanya.

Pemukiman Penduduk Setempat, Juga Berkondisi Darurat Bencana.
Pemukiman Penduduk Setempat, Juga Berkondisi Darurat Bencana.

Bahkan beberapa kali jembatan darurat penyeberangan para murid dan para guru menuju pintu  gerbang sekolah pun, terpaksa berpindah-pindah lokasi, akibat acap terjadi bencana tanah longsor.

Sebuah mushola, dan beberapa rumah penduduk selama ini menjadi korban gerusan longsor, malahan kini terdapat sejumlah rumah penduduk lainnya semakin terancam longsor susulan.

Lantaran jika diguyur hujan deras, sungai kecil bakal meluap sarat dilintasi air membludak dari limpahan dua gunung berlahan kritis sejak dari arah hulu sungai.

Komplek SMPN 1 Pasirwangi, Garut, Jabar, Selama Ini Menjadi Semakin Terisolasi.
Komplek SMPN 1 Pasirwangi, Garut, Jabar, Selama Ini Menjadi Semakin Terisolasi.

“Lintasan air sangat membludak tersebut, kemudian menggerus tanah tebing hingga mewujudkan lembah sangat lebar berkedalaman ratusan meter,” ungkap penduduk setempat, termasuk Maman(36) kepada Garut News, menambahkan.

******

 

Esay/Foto :

John Doddy Hidayat.