568 Populasi Taman Satwa Warnai 71 Tahun Indonesia Merdeka

0
68 views
Manager Taman Satwa Cikembulan, Seksama Mengamati Telur Burung Kasuari Koleksi Lembaga Konservasi Tersebut.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 17/08 – 2016 ).

Manager Taman Satwa Cikembulan, Seksama Mengamati Telur Burung Kasuari Koleksi Lembaga Konservasi Tersebut.
Manager Taman Satwa Cikembulan, Seksama Mengamati Telur Burung Kasuari Koleksi Lembaga Konservasi Tersebut.

Sedikitnya 568 populasi dari 114 spisies yang hingga kini, Rabu (17/08-2016),  berhasil dikoleksi  Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut, Jawa Barat.

Mewarnai semarak juga makna 71 tahun Indonesia Merdeka.

Lantaran sejak Juli 2009, dimulainya eksistensi lembaga konservasi satwa terancam langka dilindungi Undang-undang RI tersebut.

Hingga pada momentum peringatan ke-71 Proklamasi Kemerdekaan.

Berhasil terdapat penambahan sekitar 90 populasi pada 12 spisies. 

Bahkan, “Satu Di antara Sekitar 800 Spesies Apendiks I Berhasil Dibudidayakan Taman Satwa Cikembulan, Wakil Bupati Sangat Mengapresiasi Positip.

Kakatua Jambul Jingga Asal Papua, Kembali Mengerami Telur, Calon Anak Keduanya.
Kakatua Jambul Jingga Asal Papua, Kembali Mengerami Telur, Calon Anak Keduanya.

Sehingga Bayi Kakatua Diberinya Nama ‘Visi’, Sedangkan Bayi Betina Orangutan Diberi Nama ‘Mojang’”

Sebab sepasang Kakatua Jambul Jingga (Cacatua Silphurea) Asal Papua “menghadiahi” peringatan bersejarah hari jadi 203 Tahun Garut (16 Pebruari 1813 – 16 Pebruari 2016).

Malahan salah satu satwa langka dilindungi Undang-undang RI dari sekitar 800 Spesies Berpredikat Apendiks I itu.

Kini kembali mengerami telur calon anaknya.

Maka dipastikan kembali berkembang-biak pada rangkaian penyelenggaraan Peringatan kemerdekaan tahun 2016 ini.

Rusa Timor Dua Pekan Lalu Melahirkan Anaknya di Taman Satwa Cikembulan.
Rusa Timor Dua Pekan Lalu Melahirkan Anaknya di Taman Satwa Cikembulan.

Manager Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin, SE katakan, Kakatua Jantan berusia 19 tahun sedangkan betinanya 16 tahun, selama setahun mereka disatu kandangkan hanya mereproduksi satu telur setiap tahunnya.

Sejoli dari Ordo “Passittaciformes” berfamili “Passittacidae” asal provinsi paling Timur Indonesia tersebut, bisa memproduk masing-masing satu telur setiap tahun pada sarang, yang dikemas sesuai dengan habitat aslinya.

Berupa pohon kelapa dilubangi, dengan penjagaan ketat “Keeper” atawa pawang satwa itu, Edin Mulyadin, juga setiap hari senantiasa membersihkan kandang serta menyajikan konsumsi biji-bijian berupa jagung pipilan, kacang tanah, serta kwaci.

Rusa Tutul Melahirkan Anaknya Lima Hari Lalu, di Taman Satwa Cikembulan.
Rusa Tutul Melahirkan Anaknya Lima Hari Lalu, di Taman Satwa Cikembulan.

“Ketika salah satu macan tutul di taman satwa ini melahirkan, juga Bupati Garut H. Rudy Gunawan memberinya nama Si Bulan, kemudian Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman berkenan pula memberi nama pada anak Kakatua Langka dilindung Undang-undang RI ini,” imbuh Rudy Arifin.

Pemberian Nama Visi, lantaran burung memiliki mata yang tajam juga suara yang bisa mirip manusia. Sehingga agar Masyarakat Garut memiliki visi yang menjadi komitmen bersama, “Garut Bermartabat, Nyaman, dan Sejahtera”.

Sedangkan Nama Mojang, sebab juga terdapat kawasan hutan yang harus kita jaga kelestariannya pada Wilayah Garut-Bandung.

Soliditas Pengelola Taman Satwa Cikembulan, Semarakan Peringatan Kemerdekaan RI Tahun 2016 Ini.
Soliditas Pengelola Taman Satwa Cikembulan, Semarakan Peringatan Kemerdekaan RI Tahun 2016 Ini.

Yaitu “Kamojang,” imbuh Wabup Helmi Budiman.

Dikemukakan Rudy Arifin, taman satwa satu-satunya di Provinsi Jawa Barat itu pun.

Bersamaan semarak peringatan k2-71 Indonesia Merdeka, berhasil pula mengembangkan-biakan seekor anak rusa tutul asal India, seekor anak rusa Timorensis.

Serta seekor anak kijang atawa Muntiacus Muntjak.

 

 

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here