55 WBP Narkoba Menjadi Penghuni Lapas Garut

0
168 views

“Seorang Narapidana Tak Lepas Membawa, dan Memeluk Erat Tafsir Al Qur’an”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 27/04 – 2016 ).

Salah Seorang Narapidana Senantiasa Membawa dan Memeluk Erat Tafsir Al Qur'an.
Salah Seorang Narapidana Senantiasa Membawa, dan Memeluk Erat Tafsir Al Qur’an.

Sebanyak 55 “Warga Binaan Pemasyarakatan” (WBP) Narkoba Banceuy Bandung, kini menjadi penghuni permanen pada Lapas kelas II-B Garut.

Mereka tiba di pelataran halaman Lapas Garut, Rabu (27/04-2016) menjelang sekitar pukul 15.00.

Dengan menggunakan dua bis pariwisata berudara sejuk atawa ber-AC.

Namun setiap lima narapidana diborgol beruntun sejak menaiki bis dari Bandung hingga memasuki pintu gerbang Lapas Garut.

Budi Avianto Gencar Didesak Pertanyaan Garut News.
Budi Avianto Gencar Didesak Pertanyaan Garut News.

Bis pariwisata bernopol B 7328 YK diisi sekitar 30 narapidana dengan pengawalan ektra ketat oleh sedikitnya sepuluh personil  Pelopor Brimob, masing-masing memposisikan diri di dalam bis bagian belakang, tengah, serta pada bagian depan.

Sedangkan 25 narapidana lainnya menaiki bis pariwisata bernopol F 7549 AA juga dengan pengawalan ektra ketat, termasuk setiap lima narapidana diborgol secara beruntun.

Setiap Lima Narapidana Diborgol Berurutan/Beruntun.
Setiap Lima Narapidana Diborgol Berurutan/Beruntun.

Total berat borgol seluruhnya berkisar 30 hingga 60 kilogram, ungkap sebuah sumber kepada Garut News mengemukakan pula, selama perjalanan Bandung – Garut kondisi di dalam bis cukup hening.

Lantaran setiap seluruh narapidana di kedua bis yang membawanya tersebut, umumnya mereka hanya melihat pemandangan dari kaca jendela pada sepanjang lintasan jalan yang dilaluinya.

“Membawa Tafsir Al Qur’an”

Dikawal Ektra Ketat.
Dikawal Ektra Ketat.

Dengan tertib dan juga pengawalan ektra ketat para narapidana itu, menuruni bis kemudian memasuki pintu gerbang Lapas Garut.

Bahkan terdapat seorang narapidana di antaranya, senantiasa sejak dari dari dalam bis “Tak Lepas Membawa, dan Memeluk Erat Tafsir Al Qur’an termasuki membacanya”

Kepala Lapas Kelas II B Garut, Budi Avianto kepada Garut News katakan dipindahkannya 55 WBP Narkoba Lapas Banceuy Bandung ini, karena kapasitas Lapas Garut dinilai masih memenuhi syarat.

Tiba Dengan Menggunakan Dua Bis Pariwisata Full AC.
Tiba Dengan Menggunakan Dua Bis Pariwisata Full AC.

Kapasitasnya itu, 525 narapidana yang hingga kini dihuni 456 narapidana, kemudian mendapat penambahan dari WBP Lapas Banceuy 55 menjadi berpenghuni 511 narapidana.

“Sehingga masih terdapat kapasitas kamar untuk 14 narapidana yang masih kosong, atawa tersisa”

Sebanyak 55 WBP Narkoba itu, mereka menjalani dahulu “masa pengenalan lingkungan” (Mapeling), sebelum bisa memasuki kamar tahanan.

Berpenampilan Rapih.
Berpenampilan Rapih.

Selama Mapeling dilakukan pembinaan termasuk pengkajian karakter masing-masing narapidana, sehingga waktu menjalani Mapeling tergantung kondisi karakternya masing-masing.

Seluruh sumber daya pada Lapas Garut siap menyelenggarakan pembinaan, namun jika masih terdapat narapidana yang sama sekali tak bisa dibina dengan baik, maka dengan sangat terpaksa bisa dimutasi kembali ke Lapas lain, ungkap Budi Avianto.

Ungkapan senada dikemukakan pula Kepala Subsi Keamanan Lapas Garut, Enan Solihin dan antara lain menyatakan seluruh jajarannya tetap berupaya keras mewujudkan suasana kondusif di dalam lingkungan Lapas.

Kalangan Jurnalis Siap "Mengeksekusi" Bidikan Kameranya Masing-masing.
Kalangan Jurnalis Siap “Mengeksekusi” Bidikan Kameranya Masing-masing.

Sedangkan mengenai pola pembinaannya, juga senantiasa berdasar “Standar Operasional Prosedur” (SOP).

Didesak pertanyaan Garut News mengenai 55 narapidana ini, terdiri dari pemakai, korban, produsen gelap, atawa pengedar gelap, Budi Avianto mengemukakan masih belum tuntas mengklasifikasinya.

Kembali didesak pertanyaan sejauhmana pola pembinaan narapidana Narkoba, dia mengemukakan seluruh sumber dayanya berupaya keras menyesuaikan sesuai kebutuhan.

Meski terdapatnya penambahan tersebut, sekaligus menambah beban tugas dan tak sesuai dengan rasio perbandingan jumlah personil saat ini. Tetapi tugas dari Pimpinan siap dilaksanakan sebaik mungkin, katanya.

 

*******

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here