52 Penduduk Garut Mengungsi Diterjang Bencana Longsor

0
84 views

Garut News ( Selasa, 02/12 – 2014 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Sedikitnya 52 penduduk Garut dari 30 kepala keluarga atawa KK korban terjangan tanah longsor, terpaksa kini masih bermukim di pengungsian.

Lantaran pemukiman mereka di Kampung Datarmuncang RT 03/06 Desa Jagabaya Kecamatan Mekarmukti diterjang bencana longsor, Ahad (30/11-2014).

Tak dilaporkan korban jiwa maupun luka pada peristiwa berlangsung sekitar pukul 02.00 dini hari itu.

Namun sedikitnya tujuh rumah penduduk rusak berat, 10 rumah rusak ringan dan 13 rumah lainnya berkondisi terancam akibat kejadian tersebut.

Kepala Desa Jagabaya Wawan Ruswan melalui Camat Mekarmukti Tatang katakan, sebanyak tujuh rumah rusak berat itu masing-masing milik Tahwan, Sahili, Dona, Robin, Jajang, Dian, dan Aab.

Sebanyak 10 rumah rusak ringan dimiliki Maman, Tatang, Ating, Rodin, Isoh, Romadin, Jani, Oyoh, Korim, dan Nirman Adur.

Sedangkan 13 rumah terancam masing-masing dihuni Ajat, Ehab, Suliya, Anwar, Rukay, Jarodin, Osin, Usep, Oon, Anim, Apip, Ruhiyat, serta Iip.

Kerugian material diperkirakan menvcapai Rp157 lebih. Selain belasan bangunan rumah rusak, juga terdapat satu unit sepeda motor, tujuh ekor kambing, padi di lumbung serta areal sawah tertimbun material longsoran tebing berketinggian sekitar 100 meter.

Dengan lebar longsorannya mencapai sekitar 60 meter, katanya.

“Saat ini, seluruh warga rumahnya rusak maupun terancam diungsikan ke Kampung Cisawer terbilang masih aman menghindari kemungkinan terjadinya longsor susulan. Longsor diduga dipicu derasnya hujan,” kata Tatang pula, Selasa (02/12-2014).

Kepala Seksi Bantuan Perlindungan Sosial Dinsosnakertrans kabupaten setempat, Tarya AN menyatakan pihaknya langsung menerjunkan sepuluh personil “Taruna Tanggap Bencana” (Tagana).

Sekaligus mengirimkan sejumlah bantuan tanggap darurat, begitu mendapat informasi  bencana di Kampung Datarmuncang Jagayabaya.

“Warga masih mengungsi di rumah penduduk Kampung Cisawer sebab di sana tak mungkin didirikan tenda pengungsi karena kondisi geografisnya bertebing,” ungkap Tarya.

Dia mengimbau warga tetap waspada lantaran tak mustahil bisa terjadi longsor susulan.

“Pada tebing bekas longsoran itu masih terdapat banyak bebatuan besar dikhawatirkan sewaktu-waktu menggelinding menimpa pemukiman. Terlebih hujan deras masih terus terjadi ke depan,” imbuh Tarya menyerukan.

********

Noel, jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here