514 Korban Kebakaran Desak Realisasi Janji Bupati

0
14 views

“Kami sangat mengharapkan janji manis bupati segera direalisasikan membangun kembali pasar permanen pada 2015 ini, lantaran target pendapatan asli daerah (PAD) 2014 telah terlunasi pula”

Garut News ( Sabtu, 17/01 – 2015 ).

Kondisi Pasar Darurat Andir Bayongbong, Sabtu (17/01-2015).
Kondisi Pasar Darurat Andir Bayongbong, Sabtu (17/01-2015).

Sedikitnya 514 pedagang korban kebakaran Pasar Andir di Kecamatan Bayongbong, Garut, Jawa Barat, mendesak Pemkab setempat agar merealisasikan janji Bupati Rudy Gunawan segera membangun pasar permanen pada 2015 ini.

Lantaran pasca diranggas kobaran api, Rabu (17/09-2014) malam, sejak sekitar pukul 20.00 WIB itu, hingga kini masyarakat pasarnya masih masih menempati sarana pasar darurat.

Sehingga banyak pedagang atawa sekitar 30 persen masih buka tutup kegiatan usahanya, ungkap Ketua “Ikatan Warga Pasar” (Iwapa) setempat, Arif Syarifudin kepada Garut News, Sabtu (17/01-2015).

Menyusul bantuan selama diperoleh, dan bisa dimanfaatkan hanya berupa atap terdiri atap penutup serta konstruksi kayu pasar daruratnya.

Arif Syarifudin.
Arif Syarifudin.

Setelah terbakarnya 103 kios pada Blok A, kemudian 324 kios Blok B, 36 kios Blok C, serta 51 los PKL, menelan kerugian sekitar Rp25 miliar.

Termasuk terdapat 41 kios korban kebakaran terpaksa dievakuasi, ungkapnya. Sedangkan total kios di pasar ini mencapai 732 unit, serta 180 los PKL.

Pada bagian lain keterangannya, Arif Syarifudin juga sangat mengharapkan kepedulian kalangan legislatif atawa para anggota DPRD Garut.

Diingatkan, mereka hendaknya turun ke lapangan melihat jeritan masyarakat pasar yang kondisi perekonomiannya sempat mengalami lumpuh total.

Para anggota DPRD, ungkapnya kudu turun ke bawah saat rakyat menderita, seperti ketika mereka rajin mendekati masyarakat pasar menjelang proses pemilihan legislatif, tandasnya, lantang.

Sebab, selain kios para pedagang porak-poranda diamuk kobaran api, juga kini menyisakan penderitaan panjang.

Di antaranya 60 persen para pedagang masih memiliki utang piutang pada lembaga perbankan, seperti pada BRI, Mandiri, bjb, Danamon, Bank Pundi, Mentari, BPR, juga pada ULaM.

Sedangkan sekitar 25 persen pedagang PKL juga memiliki utang piutang pada jasa-jasa rentenir.

Karena itu, sangat diharapkan terdapat beragam keringanan dari pihak perbankan, bahkan sebaiknya utang para pedagang itu tak dikenakan bunga perbankan.

Meski proses cicilan ditangguhkan hingga para pedagang kembali beroperasi, kata Arif Syarifudin.

Ungkapan dan harapan senada dikemukakan pula kalangan pedagang korban kebakaran, termasuk Saefullah.

Pada Pasar Andir Bayongbong terdapat pula dua pedagang grosir seluruh omsetnya terbakar, padahal setiap hari nilai jual komoditinya masing-masing bisa mencapai ratusan juta rupiah.

“Kami sangat mengharapkan janji manis bupati itu segera direalisasikan membangun kembali pasar permanen pada 2015 ini, lantaran target pendapatan asli daerah (PAD) 2014 telah terlunasi pula,” imbuh Arif Syaripudin, menyerukan.

********

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.