Taufik Ismail : ‘Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu…’

0
102 views

“Taufik Ismail : ‘Sangat Bagus’ Sebagai Ukhuwah Islamiah”

Garut News ( Senin, 18/12 – 2017 ).

Lantang dan Berenergik, Taufik Ismail Membacakan Karya Puisinya.

Ketika rumah-rumahmu diruntuhkan bulldozer dengan suara gemuruh menderu, serasa pasir dan batu bata dinding kamar tidurku bertebaran di pekaranganku, meneteskan peluh merah dan mengepulkan debu yang berdarah.

Ketika luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan
apelmu dilipat-lipat sebesar saputangan lalu di
Tel Aviv dimasukkan dalam file lemari kantor
agraria, serasa kebun kelapa dan pohon mang-
gaku di kawasan khatulistiwa, yang dirampas
mereka.

Seorang Ibu Meski Berkursi Roda, Juga Ada Sambil menggendong Anak, Namun Ikhlas Menghadiri Aksi Solidaritas 1712 di Silang Monas Jakarta, Ahad (17/12-207).

Ketika kiblat pertama mereka gerek dan keroaki bagai
kelakuan reptilia bawah tanah dan sepatu-
sepatu serdadu menginjaki tumpuan kening
kita semua, serasa runtuh lantai papan surau
tempat aku waktu kecil belajar tajwid Al-Qur’an
40 tahun silam, di bawahnya ada kolam ikan
yang air gunungnya bening kebiru-biruan kini
ditetesi airmataku.

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu

Dibidik Fotografer Asing.

Ketika anak-anak kecil di Gaza belasan tahun bilangan
umur mereka, menjawab laras baja dengan timpukan batu cuma,
lalu dipatahi pergelangan tangan dan lengannya,
siapakah yang tak menjerit serasa anak-anak kami
Indonesia jua yang dizalimi mereka –
tapi saksikan tulang muda mereka yang patah
akan bertaut dan mengulurkan rantai amat panjangnya,
pembelit leher lawan mereka, penyeret tubuh
si zalim ke neraka, An Naar.

Nyaris Saling Membidik.

Ketika kusimak puisi-puisi Fadwa Tuqan, Samir Al-
Qassem, Harun Hashim Rashid, Jabra Ibrahim
Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya yang diba-
cakan di Pusat Kesenian Jakarta, jantung kami
semua berdegup dua kali lebih gencar lalu ter-
sayat oleh sembilu bambu deritamu, darah kami
pun memancar ke atas lalu meneteskan guratan
kaligrafi

‘Allahu Akbar!’ dan
‘Bebaskan Palestina!’

Bertolak Belakang, Dengan Bidikannya Masing-Masing.

Ketika pabrik tak bernama 1000 ton sepekan memproduksi
dusta, menebarkannya ke media cetak dan
elektronika, mengoyaki tenda-tenda pengungsi
di padang pasir belantara, membangkangit reso-
lusi-resolusi majelis terhormat di dunia, mem-
bantai di Shabra dan Shatila, mengintai Yasser
Arafat dan semua pejuang negeri anda, aku pun
berseru pada khatib dan imam shalat Jum’at
sedunia: doakan kolektif dengan kuat seluruh
dan setiap pejuang yang menapak jalanNya,
yang ditembaki dan kini dalam penjara, lalu
dengan kukuh kita bacalah
‘laquwwatta illa bi-Llah!’

Silang Monas, Jakarta, Ahad (17/12-2017).

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu
Tanahku jauh, bila diukur kilometer, beribu-ribu
Tapi azan Masjidil Aqsha yang merdu
Serasa terdengar di telingaku.

Demikian lantang, dan berenergik Penyair terkemuka Taufiq Ismail membacakan puisi karyanya di Kawasan Monas, Jakarta, Ahad (17/12-2017), pada rangkaian aksi ‘Menolak Keputusan Politik Presiden Amerika Donald Trump, yang secara sangat sepihak menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Israel’.

Sebelumnya sastrawan ternama tersebut antara lain menyatakan, Indonesia harus peduli pada nasib Palestina. Karena Negara Palestina itu adalah negara yang pertama kalinya mengakui Kemerdekaan Indonesia bersama Mesir.

Do’a Tulus Untuk Kemerdekaan Palestina.

Dikemukakan, puisi dibacakannya di Monas bersama Guru Besar UIN Jakarta, Prof DR Nabila Lubis, itu juga sudah dibacakan di depan pertemuan para pemimpin negara-negara OKI.

Kepada Garut News seusai aksi, Taufik Ismail (82) kakek dua cucu ini antara lain menyatakan pula, seluruh rangkaian helatan yang dihadirinya tersebut “sangat bagus’. Lantaran juga sebagai Ukhuah Islamiah.

Sedangkan para Tokoh Islam yang hadir, di antaranya menyerukan agar memboikot produk asal USA.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Juga Bacakan Puisi Taufik Ismail.

“Lebih baik berbelanja ke pasar tradisional,” imbuhnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengadakan aksi 1712 di Silang Monas Jakarta, Ahad (17/12). Dalam kesempatan ini, MUI beserta ormas Islam, pemerintah hingga pejabat negara bersama-sama membela Palestina.

Sastrawan Terkemuka, Taufik Ismail Ketika Diwawancara Garut News.

Menyusul, Presiden Donald Trump berkeinginan menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, sehingga MUI beserta seluruh peserta aksi pun mendesak Trump mencabut keinginannya. 

Banyak Kaum Dermawan Bagikan Makanan, dan Minuman Gratis Bagi Para Peserta Aksi Solidaritas 1712.

Kini solidaritas Umat Islam sedunia merespon sikap brutal Presiden Amerika atas pengakuan Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Aksi mereka melawan kebiadaban Zionis Israel yang mendapat dukungan Amerika.

********

JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.