444 Calhaj Dari Garut Diberangkatkan Senin

0
14 views
Sekitar 444 calhaj asal Garut pada “kelompok terbang” (kloter) tiga tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Pendopo Kabupaten, Jum’at (21/08-2015).

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Ahad, 07/08 – 2016 ).

Sekitar 444 calhaj asal Garut pada “kelompok terbang” (kloter) tiga tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Pendopo Kabupaten, Jum’at (21/08-2015).
Sekitar 444 calhaj asal Garut pada “kelompok terbang” (kloter) tiga tingkat Provinsi Jawa Barat diberangkatkan dari  Gedung Pendopo Kabupaten, Jum’at (21/08-2015).

Diagendakan, Senin (08/08-2016) pagi, terdapat 444 jemaah calon haji (calhaj) dari Garut mulai diberangkatkan. Mereka tergabung kelompok terbang (kloter) pertama wilayah Jawa Barat tersebut, dijadwalkan memasuki Asrama Haji Bekasi sekitar pukul 13.30 WIB.

Kemudian diterbangkan melalui Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta, Selasa (09/08-2016) sekitar pukul 10.30 WIB.

Selama di asrama, jemaah mendapatkan pemeriksaan kesehatan, pemberian uang bekal atawa living cost, dan paspor bervisa hajinya.

Kepala Seksi Haji dan Umroh pada Kementerian Agama kabupaten setempat Irwan Nurjaman katakan, tahun ini jemaah calhaj asal Garut 1.352 terbagi empat kloter.

Kloter pertama 444 jemaah dijadwalkan berangkat 8 Agustus, kloter sepuluh (360 jemaah) pada 12 Agustus, kloter 47 (444 jemaah) pada 26 Agustus, dan kloter 59 pada 31 Agustus dengan 103 calhaj.

Dikemukakan, setiap pemberangkatan jemaah calhaj disertai enam pendamping. Terdiri seorang pemandu haji, seorang pembimbing ibadah, seorang pemandu haji daerah, dan tiga petugas kesehatan haji, terdiri satu dokter beserta dua perawat.

“Jadi setiap pemberangkatan itu 450 orang,” ungkapnya.

Dijelaskan, jemaah calhaj ini merupakan pendaftar dengan estimasi selama lima tahun atau mendaftar sejak 2011 lalu. Sedangkan calhaj tercatat pada daftar tunggu di kabupatennya mencapai 18.000.

Sehingga jika estimasi keberangkatan saat ini dengan kuota Indonesia secara keseluruhan masih dikurangi 20 persen maka pendaftar tersebut terpaksa mengantre hingga 12 tahun lamanya.

“Kalau daftar tahun ini maka mereka berangkat 2028 mendatang. Lain lagi kalau kuotanya normal kembali,” katanya.

Pada musim ibadah haji tahun ini pun ada calhaj termuda berusia 18 tahun. Sedangkan tertua berusia 92 tahun.

Diharapkan, selama pelaksanaan ibadah haji di tanah suci tak terjadi sesuatu tak diharapkan seperti tahun sebelumnya.

“Kami pun mengimbau jemaah agar menjaga kesehatan. Lantaran di sana berlangsung musim panas,” imbuhnya.

*********

( nz, jdh ).