You are here
Diakah Sang Penerus Stephen Hawking? SAINS 

Diakah Sang Penerus Stephen Hawking?

Garut News, ( Selasa, 01/10 ).

Jacob Barnett | picturedujour
Jacob Barnett | picturedujour

Ketika berusia sekitar 20-an, Stephen Hawking didiagnosis menderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS).

Dokter memprediksi, dia hanya bertahan hidup tiga tahun.

Namun, Hawking bertahan dan menjadi fisikawan, dan kosmolog paling ternama abad ini.

Kini, Hawking sepertinya punya “yunior”.

Jacob Barnett, kini berusia 14 tahun, pada usia dua tahun didiagnosis menderita autisme sedang, hingga parah.

Dokter memprediksi dia tak akan bisa bicara, membaca, dan melakukan hal-hal dasar dalam hidupnya.

Namun, prediksi itu meleset.

Barnett sekarang menjadi remaja cerdas.

Pada usia 14 tahun, ia terdaftar menjadi mahasiswa program master bidang fisika kuantum.

Tingkat kecerdasan Barnett (IQ), menurut BBC, mencapai 170, melebihi Einstein.

Ia bahkan diprediksi bakal meraih nobel.

Sejak memasuki Indiana University-Purdue University Indianapolis (IUPUI) pada usia 10 tahun, Barnett memukau pengajar, rekan, dan keluarganya dengan kecerdasan diperkirakan melebihi Albert Einstein.

Barnett sering membantu temannya memelajari kalkulus.

Ia selalu menjadi juara kelas.

Laporan majalah Time pada 2011 menyebut, suatu hari, Barnett mungkin mampu menggugat Teori Relativitas dipelopori Einstein.

Di luar kecemerlangannya bidang akademis, Barnett juga terkenal seorang entrepreneur, dan penulis menginspirasi.

Ia dan keluarganya menjalankan badan donasi Jacob’s Place untuk anak-anak, dan mamakai ceritanya meningkatkan pemahaman, dan mengubah mitos soal autisme.

“Saya seharusnya tak di sini. Kau tahu, saya dulu diberi tahu, saya tak akan bisa bicara. Mungkin ada terapis melihat siaran ini sekarang dan ketakutan,” katanya dalam acara TEDx Teen di New York 2012 lalu.

Barnett, dan Hawking berbagi pengalaman sama.

Mereka didiagnosis memiliki keterbatasan tetapi berhasil survive mengatasinya.

Ke depan, bukan tak mungkin Barnett menjadi penerus Hawking.

Editor : Yunanto Wiji Utomo/Kompas.com

Related posts

Leave a Comment