Menyoal April Mop

0
21 views
1 April (April Mop) / ilustrasi. (Republika ).

Rep: Hafidz Muftisany/ Red: Agung Sasongko

1 April (April Mop) / ilustrasi. (Republika ).
1 April (April Mop) / ilustrasi. (Republika ).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Fitrah manusia, apa pun agamanya, pasti menganggap perbuatan berbohong adalah hal yang tidak baik. Namun, setiap tanggal 1 April, hal ini dapat dimaklumi oleh sebagian orang dengan dalih bahwa hari itu adalah April Mop atau April Fools’ Day.

Banyak yang membuat kebohongan sebagai bahan lelucon kepada orang lain. Mop sendiri berasal dari bahasa Belanda yang artinya kelakar. Pada hari ini satu sama lain saling membohongi, membuat makar kebohongan, bahkan menipu orang lain. Tujuannya hanya sebagai bahan kelakar bahkan mempermalukan orang lain. Apakah syariat memperbolehkan hal ini?

Jumhur ulama bersepakat, berbohong adalah perbuatan yang dilarang dan sangat dibenci dalam Islam. Walaupun hanya untuk tujuan berkelakar dan bercanda, berbohong tetaplah dilarang. Syariat hanya memperbolehkan perbuatan bohong dalam kondisi dhoruriyah (kondisi genting), yakni jika benar-benar menyangkut soal kemaslahatan umat, nyawa, atau eksistensi orang lain.

Seperti disebutkan dalam hadis, “Belum pernah aku dengar, kalimat (bohong) yang diberi keringanan untuk diucapkan manusia selain dalam tiga hal, ketika perang, dalam rangka mendamaikan antarsesama, dan suami berbohong kepada istrinya atau istri berbohong pada suaminya (jika untuk kebaikan).” (HR Muslim).

Sayangnya, umat Islam pun ikut-ikutan melakukan tradisi April Mop yang tidak baik ini. Mereka berdalih, toh hanya sekadar bahan kelakar. Tradisi April Mop ini juga menjadikan si pembuat makar kebohongan bisa terbebas dari tindakan jahatnya.

Ia tidak mendapatkan konsekuensi hukum apa-apa, bahkan ia juga merasa tak perlu mengatakan sepatah kata permohonan maaf. Ketika ia mengatakan tindakan tipu daya yang diperbuatnya adalah April Mop, ia seakan terbebas begitu saja.

Dr Yusuf Qardhawi, salah seorang ulama yang sangat keras terhadap pelarangan April Mop, menyatakan hari kebohongan ini tak pantas untuk diikuti umat Islam. Ketua Asosiasi Ulama Islam Internasional itu menegaskan, ikut-ikutan melakukan ajaran April Mop berarti melakukan kebohongan yang nyata dan hal ini sangat dilarang dalam syariat Islam.

“April Mop atau kedustaan April ini haram. Karena ini jelas-jelas bohong dan dusta dengan menginformasikan sesuatu yang menakutkan dan menggelisahkan orang,” kata Qardhawi dalam fatwa kontemporernya yang fokus membahas April Mop.

Qardhawi mengatakan, tidak boleh seorang Muslim membuat kebohongan kepada saudaranya sesama Muslim, walaupun untuk bercanda dan bergurau. Rasulullah SAW sendiri selalu jujur dalam ucapannya, walau sekadar berkelakar. Rasulullah SAW bersabda, “Celaka bagi orang yang bercerita kemudian ia berdusta agar manusia tertawa. Celaka baginya!” (HR Ahmad).

Di samping itu, April Mop juga bertujuan untuk memperolok-olokkan korban. Hal ini juga menyelisihi firman Allah SWT, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum lain. Bisa jadi mereka (yang diolok-olokkan lebih baik dari mereka yang diolok-olokkan).” (QS al-Hujuraat [49]: 11).

Selain itu, April Mop juga membuat panik dan cemas orang yang menjadi korban. Hal ini juga bertentangan dengan sabda Rasulullah SAW yang dikisahkan oleh Abdurrahman bin Abu Ya’la. Rasulullah SAW menceritakan kepadanya. Ketika mereka dalam perjalanan bersama Rasulullah SAW, ada salah seorang dari mereka yang berdiri. Beberapa orang sahabat menuju bukit bersamanya, kemudian mengagetkannya.

Tentu saja orang yang dikagetkan menjadi panik. Hal ini diperingatkan Rasulullah SAW, “Tidak halal bagi seorang Muslim untuk menakuti saudaranya sesama Muslim.” (HR Ahmad).

Pengharaman April Mop yang difatwakan Qardhawi terkait dengan empat hal. Pertama, karena April Mop adalah legalisasi sebuah kedustaan. Dusta bukanlah akhlak orang beriman, melainkan ciri orang munafik. Sabda Rasulullah SAW, “Tanda orang munafik itu ada tiga, yakni apabila berbicara berdusta, apabila berjanji ingkar, dan apabila diberi amanah berkhianat.” (HR Bukhari).

Bagaimana mungkin, untuk hal yang sangat prinsip dan urgen dalam Islam bisa dijadikan bahan lelucon dan permainan. Harusnya perbuatan yang mengarah pada kedustaan ini sangat diwaspadai umat Islam. Sabda Rasulullah SAW, “Hati-hatilah kalian dari dusta. Sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada maksiat dan maksiat akan mengantarkan kepada neraka.” (HR Muslim).

Kedua, perbuatan dusta merupakan akhlak yang bertolak belakang dengan keimanan. Pendusta bahkan tidak digolongkan lagi dalam golongan orang-orang beriman. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (QS an-Nahl [16]: 105).

Rasulullah sangat mencela orang yang berdusta. Dalam hadis disebutkan, “Celakalah orang yang berdusta dalam berbicara supaya orang lain tertawa. Celaka dia! Celaka dia!” (HR Abu Dawud). Hadis lain juga menyebutkan, “Tidaklah akhlak yang lebih dibenci Rasulullah SAW daripada dusta.” (HR Ahmad dan Tirmizi).

Ketiga, perbuatan dusta merupakan bentuk pengkhianatan terhadap sahabat dan teman. Rasulullah SAW bersabda, “Sebesar-besarnya pengkhianatan adalah jika engkau berbicara pada saudaramu dengan perkataan yang dia anggap engkau jujur, sedangkan engkau berdusta kepadanya.”

Keempat, menurut Qardhawi April Mop termasuk taqlid a’ma (mengikuti secara membabi buta) terhadap kebiasaan non-Muslim. Sebagai umat yang disebut ummatan washatan (umat pertengahan), umat Islam tidak boleh mengikuti tradisi non-Muslim secara membabi buta. Namun, tidak boleh pula antipati terhadap tradisi-tradisi baik, walau muncul dari kalangan non-Muslim sendiri.

Selain ulama kontemporer seperti Qardhawi, ulama lain juga tak ketinggalan ikut mengecam umat Islam yang ikut-ikutan budaya April Mop tersebut. Seperti difatwakan mantan mufti Arab Saudi, Muhammad ibnu Shalih ibnu Utsaimin mengatakan, haram hukumnya berbohong walau hanya untuk tujuan kelakar.

“Berbohong tidak dibenarkan, sama juga bergurau atau serius karena ia merupakan akhlak yang dicela yang mana tidak ada sifat baik dari sifat ini melainkan kemunafikan. Saya ingin mengingatkan saudara saya umat Islam agar menghindarkan diri dari apa yang dilakukan sebagian manusia yang tidak cerdik seperti April Fool. Pembohongan seperti ini yang diambil dari orang Yahudi, Nasrani, Majusi, dan orang kuffar,” kata Utsaimin dalam laman resminya.

Demikian juga fatwa Syekh Shalih bin Fauzan al-Fauzan yang melarang keras umat Islam untuk mengikuti tradisi April Mop. “April Mop diimpor dari kebiasaan batil dan bukan termasuk amalan kaum Muslimin. Berbohong itu jelas tidak boleh, tidak di bulan April, tidak pula di bulan lain. Allah mengharamkan dan melarang dusta serta mengancam para pendusta, maka tidak boleh berdusta di semua waktu,” katanya menegaskan.

Dari aspek kemaslahatannya, berbohong walau dengan tujuan bercanda juga memiliki mudharat. Orang menjadi tidak percaya apakah itu berita yang benar atau hanya sebuah kebohongan. Seperti tsunami yang terjadi di Hawai tanggal 1 April 1946 silam. Media massa setempat mengeluarkan peringatan akan adanya tsunami kepada warga setempat. Namun, hal ini dianggap sebagai berita hoax pada hari April Mop. Akhirnya, tsunami menghantam pulau tersebut.

Tsunami gempa Pulau Aleutian di Hawai dan Alaska ini menelan korban jiwa 165 orang. Andai saja warganya percaya dengan peringatan tsunami, tentu mereka bisa bersiaga dan tak perlu jatuh korban sekian banyak. Tsunami ini dikenang warga setempat dan sering disebut dengan “Tsunami April Mop.”

********

Republika.co.id