356 Murid SMPN 1 Garut Selenggarakan Simulasi UNBK

0
159 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 26/06 – 2016 ).

Tjuk Mardianto Monitor dan Evaluasi Simulasi UNBK SMPN 1 Garut.
Tjuk Mardianto Monitor dan Evaluasi Simulasi UNBK SMPN 1 Garut.

Sebanyak 356 murid kelas 12 pada SMPN 1 Garut mengikuti penyelenggaraan simulasi “Ujian Nasional Berbasis Komputer” (UNBK) selama empat hari sejak Senin (25/04-2016).

Mereka menempati tiga ruangan kelas lengkap dengan ragam sarana penunjangnya, masing-masing ruangan diisi 40 murid. Sehingga setiap hari berlangsung pada tiga sesion.

Koordinator UNBK SMPN 1 Garut, Drs Tjuk Mardianto katakan sesion pertama berlangsung pada pukul 07.30 hingga pukul 09.30, disusul sesion berikutnya pada pukul 10.30 hingga pukul 12.30 serta sesion ketiga pada pukul 14.00 hingga pukul 16.00.

Simulasi UNBK SMPN 1 Garut.
Simulasi UNBK SMPN 1 Garut.

Maka setiap sesion diikuti sekitar 120 murid calon peserta UNBK 2016, sedangkan tujuan simulasi antara lain mencari formula jika terjadi kepanikan lantaran terdapatnya gangguan teknis. Seperti pada simulasi hari pertama terjadi pemadaman aliran listrik dari PLN mulai sekitar pukul 08.00.

Kemudian pada simulasi tersebut, juga di antaranya sempat terjadi gangguan teknis berupa mendadak sontaknya jaringan internet terputus akibat kabel terlepas lantaran tersenggol kaki murid.

Karena itu, terjadinya gangguan serta kepanikan itu, dijadikan upaya kesiapan penanggulangannya apabila berlangsung pada UNBK mulai 9 Mei 2016 mendatang, katanya kepada Garut News, Selasa (26/04-2016).

Berlangsung Kondusif.
Berlangsung Kondusif.

Tjuk Mardianto mengemukakan pula, pada penyelenggaraan simulasi ini sepenuhnya memanfaatkan jasa Puspendik CBT Application termasuk setiap seluruh soal yang diujikan, serta jawaban soal juga langsung dikirimnkan ke pusat, katanya pula.

Dijelaskan UNBK susulan berlangsung pada 16 dan 17 Mei 2016.

“Diperlukan Rasa Keadilan”

Sumber sumber resmi lainnya katakan, penyelenggaraan UNBK dinilai memiliki tingkat kejujuran lebih tinggi dibandingkan pelaksanaan UN secara manual.

Namun tak mustahil hasil para peserta UN manual lebih bagus dibandingkan peserta UNBK, sehingga nilai ebtanas murni atawa NEM peserta UN manual bisa jauh mengalahkan peserta UNBK.

Kampus SMPN 1 Garut.
Kampus SMPN 1 Garut.

Sedangkan jika persyaratan memasuki SMA Negeri masih menggunakan NEM, maka tak mustahil pula banyak peserta UN manual yang justru bisa diterima daripada peserta UNBK.

Sumber Dinas Pendidikan kabupaten  setempat mengemukakan, penentuan NEM tak hanya dari hasil UNBK maupun UN manual melainkan direkapitulasikan dengan hasil nilai ujian sekolah.

Tetapi tak jelaskan penentuan nilai hasil UN tersebut dari pusat.

Sedangkan pelaksanaan UN SMA hanya sebagai upaya pemetaan kualitas pendidikan, sebab ketika melanjutkan ke perguruan tinggi mereka tempuh melalui kegiatan seleksi.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here