Empat Kawasan Hulu Das Cimanuk Terindikasi Rusak

by
Salah-seorang Korban Amuk Sungai Cimanuk, yang Kerap Merenungi Takdir Dialaminya.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 05/10 – 2016 ).

Salah-seorang Korban Amuk Sungai Cimanuk, yang Kerap Merenungi Takdir Dialaminya.
Salah-seorang Korban Amuk Sungai Cimanuk, yang Kerap Merenungi Takdir Dialaminya.

Sedikitnya terdapat empat kawasan pada hulu “Daerah Aliran Sungai” (DAS) Cimanuk, yang patut diduga, atawa terindikasi berkondisi rusak lantaran alih fungsi lahan.

Keempat kawasan ini, terdiri seputar hutan Gunungapi Papandayan.

Kemudian perkebunan teh Pamagetan, RPH Mandalagiri.

Serta kawasan hutan lindung Darajat di wilayah Kecamatan Pasirwangi.

Banjir bandang disertai lumpur sangat pekat, antara lain menelan 34 korban meninggal, serta 19 korban dinyatakan hilang.

Menatap Kosong Jauh Kedepan, Rabu (05/10-2016).
Menatap Kosong Jauh Kedepan, Rabu (05/10-2016).

Sebelumnya, Rabu (21/09-2016) lalu, Bupati Garut Rudy Gunawan katakan meski dirinya masih belum bisa mengemukakan hipotesa mengenai penyebab sangat “dramatisnya” dampak terjadinya amuk Sungai Cimanuk, namun dia pun menyatakan, faktor pemicunya kondisi lingkungan sepanjang bantaran lintasan sungai tersebut.

Sedangkan faktor pemicu lain, di antaranya curah hujan sangat tinggi dan berlangsung lama sejak dari arah hulu, juga intensitas turun dan naiknya permukaan perairan sungai itu, selama ini kerap berfluktuatif. Namun sepanjang sejarah puncaknya berlangsung banjir bandang pada Selasa malam (20/09-2016).

Kesenduan Masih Warnai Pengungsi di Rusunawa Al Musadaddiyah.
Kesenduan Masih Warnai Pengungsi di Rusunawa Al Musadaddiyah.

Demikian dikemukakan Bupati Rudy Gunawan didampingi Wakil Bupati Helmi Budiman dan rombongan, ketika meninjau langsung sejumlah titik lokasi bencana banjir ini.

Sedangkan korban terdampak amuk Sungai Cimanuk akibat kerusakan lingkungan Hulu Das Cimanuk tersebut, terdapat 40 kepala keluarga (KK) atau 164 penduduk kini menempati pengungsian Rusunawa Al Musadaddiyah.

Mereka masing-masing berasal dari perkampungan Penduduk Muara Sanding (7 kk), Jayawaras (31 kk), serta berasal dari Haurpanggung (dua kk), ungkap Babinsa setempat, Serka A. Idris S kepada Garut News, Rabu (05/10-2016).

Termenung di Emperan Mini Market Menunggu Hujan Reda Seusai Mengambil Bantuan Bencana.
Termenung di Emperan Mini Market Menunggu Hujan Reda Seusai Mengambil Bantuan Bencana.

Sedangkan lokasi pengungsian lainnya, yang sekarang gencar disiapkan di Balai Paminton yang hingga berita ini disusun tengah dilakukan penyekatan ruangan masing-masing berukuran 3 x 4,5 meter sebanyak 28 ruangan.

Diperuntukan bagi sekitar 28 kk atau 140 pengungsi.

 

 

**********