BUMI SILIWANGI MASIH MENGINGATKAN KEDIGDAYAAN RAJA MEDIA

by

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 13/08 – 2016 ).

Masih Mengingatkan Pada Kedigdayaan “Raja Media”.
Masih Mengingatkan Pada Kedigdayaan “Raja Media”.

Foto berita Garut News pada akhir pekan ini, Sabtu (13/08-2016), memotret monumenalnya bangunan “heubeul” atawa lama yang didirikan sekitar 1933.

Villa Isola kemudian berubah nama menjadi Bumi Siliwangi tersebut, hingga kini masih mengingatkan pada kedigdayaan Dominique Willem Berretty, “raja media” yang kaya raya keturunan Indo Jawa-Belanda.

Berretty merogoh uang guldennya sangat mahal (sekitar 250 miliar rupiah hari ini), membayar seorang arsitek terkemuka Charles Prosper Wolff Schoemaker.

Pada masa pendudukan Jepang, sempat digunakan sebagai kediaman sementara Jendral Hitoshi Imamura saat menjelang Perjanjian Kalijati dengan Pemerintah terakhir Hindia Belanda di Kalijati, Subang, Maret 1942.

Bumi Siliwangi.
Bumi Siliwangi.

Bangunan bergaya arsitektur Art Deco terbaring bisu pada kawasan pinggiran utara Kota Bandung ini, berlokasi di atas tanah tinggi sisi kiri jalan menuju Lembang (Jalan Setiabudhi).

Bangunan mewah yang dijadikan rumah tinggal ini dijual, dan menjadi bagian dari Hotel Savoy Homann.

Selanjutnya dipakai IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Bandung, sekarang “Universitas Pendidikan Indonesia” (UPI) digunakan sebagai kantor rektorat.

Bangunannya berlantai tiga, dengan lantai terbawah lebih rendah dari permukaan jalan raya, lantaran topografi tak rata.

Masih Mengingatkan Kedigdayaan Raja Media, Dominique Willem Berretty.
Masih Mengingatkan Kedigdayaan Raja Media, Dominique Willem Berretty.

Ranah sekeliling luas terbuka, dibuat taman berteras-teras melengkung mengikuti permukaan tanahnya. Sudut bangunan melengkung-lengkung membentuk seperempat lingkaran.

Secara keseluruhan bangunan, dan taman bagaikan air bergelombang yang timbul karena benda jatuh dari atasnya.

Sehingga gedung ini merupakan penyesuaian arsitektural antara bangunan terhadap lingkungan.

Bagian villa menghadap utara dan selatan digunakan ruang tidur, ruang keluarga, dan ruang makan; masing-masing dilengkapi jendela dan pintu berkaca lebar.

Maka penghuni dapat menikmati pemandangan indah sekitarnya.

Indah Memesona.
Indah Memesona.

Pemandangan indah ini juga bisa diamati dari teras memanfaatkan atap datar dari beton bertulang di atas lantai tiga.

Pada taman belakang terdapat kolam dengan pergola untuk bunga anggrek, mawar dan dilengkapi lapangan tenis. Di depan sebelah utara jauh terpisah dari bangunan utama ditempatkan unit pelayanan terdiri dari garasi untuk beberapa mobil, rumah sopir, pelayan, gudang dan lain-lain.

Pintu gerbang masuk ke komplek villa ini terbuat dari batu dikombinasikan besi membentuk bidang horisontal dan vertikal. Setelah melalui gapura dan jalan aspal cukup lebar, terdapat pintu masuk utama dilindungi dari panas dan hujan dengan portal datar dari beton bertulang.

Karya Agung Seorang Maestro Arsitektur.
Karya Agung Seorang Maestro Arsitektur.

Mengikuti lengkungan-lengkungan pada dinding, denah portal juga melengkung berupa bagian dari lingkaran pada sisi kanannya. Ujung perpotongan kedua lengkungan disangga kolom tunggal mirip dengan bagian rumah Toraja (tongkonan). Setelah melalui pintu utama terdapat vestibulae sebagaimana rumah-rumah di Eropa umumnya.

Ruang penerima ini terdapat di balik pintu masuk utama selain berfungsi tempat mantel, payung tongkat dan lain lain juga sebagai ruang peralihan antara ruang luar dengan ruang di dalam. Dari vestibula ke kiri dan ke kanan terdapat tangga melingkar mengikuti bentuk gedung secara keseluruhan. Tangga ini terus-menerus sampai ke atap.

Berdiri Tegar.
Berdiri Tegar.

Ruang-ruang seperti diekspresikan pada wajah gedung bagian utara (depan) maupun selatan (belakang) juga simetris. Ruang-ruang yang terletak di sudut, dindingnya berbentuk seperempat lingkaran. Lantai paling bawah digunakan untuk rekreasi, bermain anak-anak dilengkapi dengan mini bar langsung menghadap ke teras taman belakang. Selain itu pada bagian ini, terdapat juga ruang untuk kantor, dapur, kamar mandi dan toilet.

Di atasnya lantai satu yang langsung dicapai dari pintu masuk utama. Pada lantai ini, di belakang vestibule terdapat hall cukup besar, permukaannya sedikit lebih rendah, karena itu dibuat tangga menurun. Kemudian setelah tangga langsung ke salon atau ruang keluarga yang sangat luas.

Masih Sangat Monumenal.
Masih Sangat Monumenal.

Antara hall dan salon dipisahkan oleh pintu dorong sehingga jika diperlukan, kedua ruangan ini dapat dijadikan satu ruang cukup luas. Jendela pada ruangan ini juga mengikuti dinding berbentuk lingkaran sehingga dapat leluasa memandang kota Bandung. Ruang makan terletak di sebelah kiri (barat) salon.

Di sebelah kanan (timur) ruang makan terdapat ruang kerja lengkap dengan perpustakaan dan ruang ketik di belakangnya (utara). Semua ruang berjendela lebar kecuali untuk menikmati pemandangan luar, juga sebagai ventilasi dan saluran sinar matahari. Pembukaan jendela, pintu yang lebar merupakan penerapan konsepsi tradisional yang menyatu dengan alam.

Sangat Megah dan Mewah Pada Jamannya.
Sangat Megah dan Mewah Pada Jamannya.

Semua ruang tidur ditempatkan pada lantai dua berjejer dan berhadapan satu dengan lainnya yang masing masing dihubungkan dengan gang di tengah. Pembagian ruang tidur dilakukan simetris. Di sebelah selatan terdapat ruang tidur utama, tengah utara untuk ruang keluarga dan di sebelah barat dan timur terdapat lagi kamar tidur.

Masing-masing kamar mempunyai teras atau balkon. Kamar tidur utama sangat luas dengan ruang pakaian dan toilet di kiri kanannya. Antara ruang tidur utama dan teras terdapat pintu dorong selebar dinding sehingga apabila dibuka teras menyatu dengan kamar tidur, menghadap ke arah kota Bandung. Untuk melindungi teras dan ruang tidur dari air hujan, dibuat tritisan dari kaca disangga dengan rangka baja.

Memberi Banyak Ispirasi.
Memberi Banyak Ispirasi.

Bentuk ruang keluarga identik dengan ruang tidur utama, dengan latar belakang ke arah utara, sehingga Gunung Tangkubanparahu menjadi vistanya. Di atas ruang-rung tidur terdapat lantai tiga yang terdiri atas sebuah ruang cukup luas untuk pertemuan atau pesta, kamar tidur untuk tamu, sebuah bar, dan kamar mandi serta toilet tersendiri. Sama dengan ruang lainnya. ruang ini memiliki teras, jendela dan pintu dorong lebar.

Di atas lantai tiga berupa atap datar yang digunakan untuk teras. Semua perabotan dan kaca tritisan diimpor dari Paris, Perancis.

Bangunan ini ada tendensi horisontal dan vertikal yang ada pada arsitektur India yang banyak berpengaruh pada candi-candi di Jawa.

Sarat Makna.
Sarat Makna.

Schoemaker banyak memadukan falsafah arsitektur tradisional dengan modern dalam bangunan ini. Secara konsisten, ia menerapkannya mulai dari kesatuan dengan lingkungan, orientasi kosmik utara selatan, bentuk dan pemanfaatan sinar matahari untuk mendapat efek bayangan memperindah bangunan.

“Hidup Sarat Intrik”

Namun dibalik kehebatan dan megahnya villa tersebut, Berretty tak sempat menikmati lama tinggal di vila itu. Kehidupan mewahnya membawa ia hidup banyak intrik dengan pemerintahan Hindia Belanda. Berretty memang dikenal memiliki kedekatan dengan pemerintah Hindia Belanda hingga korannya pun disinyalir sering menjadi corong pemerintah Belanda.

Mengisolasi.
Mengisolasi, “M’ Isolo E Vivo”.

Namun ia pun memiliki kedekatan khusus dengan pemerintah Jepang, kemudian membuat geram pemerintah Belanda. Kehidupan penuh intrik ini membuat Berretty sering menyendiri dan enggan bertemu banyak orang.

Tak heran jika Villa Isola yang tenang dan damai ini dijadikan semacam tempat berdiam diri Berretty. Di bagian dalam vila tertulis “M’ Isolo E Vivo” artinya kurang lebih: menyendiri untuk bertahan hidup.

Celakanya lagi, gaya hidup Berretty sering berganti-ganti isteri, sempat membuat seorang gubernur jendral marah, karena dinikahinya anak wanitanya. Segala polemik dan intrik Berretty berujung pada akhir hidupnya yang tragis.

Asri.
Asri.

Saat Berretty berada di Belanda, istrinya mengundang Berretty pulang natalan ke Indonesia, sayangnya dalam perjalanan dari Belanda ke Indonesia, pesawat ditumpanginya jatuh di perbatasan Suriah. Menurut laporan resmi, pesawat tersebut jatuh tersambar petir, namun menurut info lain mengatakan jika pesawat tersebut jatuh karena ditembak oleh tentara Inggris.

Info lain tadi menyebutkan kedekatan Berretty dengan pemerintah Jepang cukup membuat kerajaan Belanda dan Inggris menganggap orang ini berbahaya, dan menjadi ancaman. Namun akhir dari kebenaran kisah jatuhnya pesawat ditumpangi Berretty hingga kini tidak pernah terungkap.

Memandang Hamparan Kota Bandung.
Memandang Hamparan Kota Bandung.

Dominique Willem Berretty (1890-1934) kelahiran Jogyakarta, anak dari pasangan ayah berdarah Italia – Perancis dan ibu orang Jawa (Maria Salem).

Berretty pernah bekerja sebagai jurnalis di Java Bode (1915) ini akhirnya mendirikan perusahaan jasa berita dan telegraf ANETA (Algemeen Nieuws en Telegraaf Agent Schap) di Batavia, membuatnya menjadi seorang miliader dan raja media paling berpengaruh di Hindia Belanda, lantaran kemampuannya memonopoli berita-berita di Hindia Belanda saat itu.

Algemeen Nieuws en Telegraaf Agent Schap adalah keagenan umum Berita dan Telegraf. Didirikan di Batavia 1917, ketika Perang Dunia I masih berkecamuk.

Monumen.
Monumen.

Dia orang sangat energik, tak saja dalam kehidupan bisnisnya, juga kehidupan pribadinya. Antara tahun 1912-1934 ia enam kali menikah dan mempunyai lima anak.

Gosip-gosip tentang D.W. Berretty yang flamboyan serta gaya hidupnya yang mewah, pergaulannya yang luas dan dikelilingi para wanita cantik menjadikan dirinya banyak digunjingkan orang. Salah satu gosip sempat beredar tentang salah seorang anak perempuannya bunuh diri dengan cara gantung diri di salah satu pohon besar di halaman Villa Isola.

Kampus "Universitas Pendidikan Indonesia" (UPI) Bandung.
Kampus “Universitas Pendidikan Indonesia” (UPI) Bandung.

Sedangkan gosip yang paling sensasional, D.W. Berrety menjalin asmara dengan putri Gubernur Jendral B.C. de Jonge.

Hubungan ini tak direstui de Jonge sehingga kelak menghadirkan spekulasi kematiannya Berrety ada kaitan dengan hubungan terlarangnya dengan anak sang Gubernur Jenderal.

Dugaan kematian dalam kecelakaan pesawat sengaja dibuat, juga dilandasi dugaan Berretty mata-mata Jepang.

Pembangunan gedung, dimulai peletakan batu pertama pada 12 Maret 1933 dihadiri Wali Kota Bandung, Bupati Bandung, Penghulu Bandung, beberapa anggota Volksraad.

Kepadatang Penduduk Kota Bandung. (2016).
Kepadatan Penduduk Kota Bandung. (2016).

Juga kalangan pejabat-pejabat penting lainnya.

Dengan waktu relatif singkat (Oktober 1932- Maret 1933/ lima bulan).

Melibatkan sekitar 700 buruh dikerahkan menyelesaikan gedung megah Villa Isola seluas 12.000 m2 pada lahan seluas 7,5 ha.

Namun gedung itu baru diresmikan delapan bulan setelah bangunan selesai, pada 18 Desember 1933.

Barangkali ragam misteri menyelimuti raja media tersebut.

Dengan segala polemik dan intrik Berretty berujung pada akhir hidupnya yang tragis.

Sumpeg.
Sumpeg.

Bisa menjadi kisah paling layak diangkat di layar lebar, atawa difilmkan.

Lantaran mungkin lebih seru dibandingkan dengan Film Titanic.

Maupun film-film diperankan James Bond, Walauhualam bi Sawab..,.,…

 

********

 

Dari Pelbagai Sumber.