Kebijakan Bupati Menuai Rasa Heran Kalangan Pendidik

0
17 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 21/04 – 2016 ).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

– Pemkab Garut tak akan melakukan periodesasi kepala sekolah (kepsek) tingkat SMA/SMK selama 2016 ini. Kekosongan kepala SMA/SMK terjadi pun cukup dirangkap kepsek terdekat.

“Kepada kami ada desakan agar dilakukan periodesasi. Kalau Pemda melakukan hal itu maka ada lebih dari 30 kepala sekolah harus diganti. Baik itu di SMA maupun SMK,” kata Bupati Rudy Gunawan di Gedung Pendopo, Kamis (21/04-2016).

Menurut dia, melakukan pengisian kekosongan kepsek sama saja melakukan periodesasi, sesuai diatur perda Nomor 11/2011 tentang Periodesasi Kepala Sekolah. Apalagi mulai Januari 2017, pengelolaan SMA/SMK menjadi kewenangan Pemprov Jawa Barat, katanya.

“Kami juga komunikasi dengan Pak Gubernur di Garut tak akan melakukan periodesasi, dan tak akan mengisi kekosongan baru,” katanya pula.

Karena alasan itu pula, kekosongan kepala SMKN 3 Garut akibat kepala sekolah sebelumnya pensiun tak diisi dengan kepala sekolah baru, melainkan jabatannya dirangkap Kepala SMKN 1 Garut Dadang Johar Arifin. Begitu pula jabatan SMAN 6 Garut dirangkap Kepala SMAN 2 Garut.

“Kekosongan itu tak bisa dijabat oleh pejabat dari Dinas Pendidikan,” kata dia.

Kebijakan tersebut, tak urung menimbulkan keheranan pada sejumlah kalangan kepala sekolah dan guru.

“Di kabupaten tetangga hal itu masih bisa dilakukan. Tetapi mengapa Garut enggak melakukannya?” ujar salah seorang guru SMA yang enggan disebutkan identitasnya.

*******

(nz, jdh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here