285 Penduduk Garut Terpaksa Masih Lakukan Pengungsian

0
39 views

“Mendesak segera memerlukan makanan, selimut, dan kebutuhan balita”

Garut News ( Ahad, 28/12 – 2014 ).

Kerentanan Tanah. (Foto : John Doddy Hidayat).
Zona Kerentanan Tanah. (Foto : John Doddy Hidayat).

Sekitar 285 penduduk Kabupaten Garut, Jawa Barat, di wilayah Kecamatan Talegong hingga kini terpaksa masih melakukan pengungsian.

Para pengungsi tersebut, semula 202 warga kemudian sejak Sabtu (27/12-2014) menjadi 285 penduduk.

Mereka tersebar menempati gedung SMPN 1 setempat, tenda, serta pada rumah-rumah kerabat terdekatnya.

Masing-masing berasal dari Kampung Talegong, Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong. Menyusul di perkampungan itu, terdapat satu rumah rusak berat, 14 rusak sedang, 15 rusak ringan, dan 34 rumah berkondisi terancam longsor.

Ny. Ratnasih(60) dari Sukamulya mengaku bersama keluarganya terpaksa melakukan pengungsian, lantaran wilayahnya kian kerap diguyur hujan deras, sehingga selama ini didera ketakutan luar biasa ngeri jika rumahnya tertimbun longsor.

“Sangat takut seperti peristiwa di Banjarnegara,” ungkapnya Ahad (28/12-2014).

Ungkapan senada juga mengemuka dari warga pengungsi lainnya, meski yang mereka bawa mengungsi hanya barang dan surat-surat berharga.

Karena itu, terdapat sekitar 42 kepala keluarga (KK) menyelenggarakan pengungsian, lantaran banyak rumah penduduk terancamn terkait sejumlah titik mengalami pergerakan tanah, dan longsor.

Sedangkan 53 KK mengungsi di rumah tetangga. Namun pusat pengungsian berposkonya di SMPN 1 Talegong.

Mereka mendesak segera memerlukan makanan, selimut, dan kebutuhan balita. Kendati Tim kesehatan Puskesmas setempat setiap hari melakukan pemeriksaan kesehatan.

*********

Pelbagai Sumber.