273 Desa Kekeringan Ranggas 24.056 Hektare Pertanaman Padi

0
32 views

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Senin, 14/09 – 2015 ).

Rumput dan Semutpun Tak Bisa Hidup.
Rumput dan Semutpun Tak Bisa Hidup.

Dari sedikitnya 273 desa tersebar pada 42 wilayah Kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, selama ini dilanda kekeringan lantaran kemarau panjang.

Sehingga semakin meranggas 24.056 Hektare luas Pertanaman Padi, maka terdapat 3.411 hektare di antaranya mengalami kekeringan.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas TPH kabupaten setempat, Holil Ahmad Efendi katakan dampak kekeringan tersebut, terjadi hingga 31 Agustus 2015.

Dikatakan 3.411 hektare pertanaman padi mengalami kekeringan itu, terdiri kerusakan ringan 540 hektare, kerusakan sedang 761 hektare, kerusakan berat 636 hektare,  serta mengalami puso 1.474 hektare.

Kekeringan Juga Selama Ini Meranggas Garut Utara.
Kekeringan Juga Selama Ini Meranggas Garut Utara.

Sedangkan pertanaman padi terancam kekeringan mencapai 679 hektare, katanya kepada Garut News di ruang kerjanya, Senin (14/09-2015).

Namun dia tak menjelaskan detail kerugian finansial dialami kalangan petani akibat kemarau panjang ini.

Kembali didesak pertanyaan Garut News, Holil Ahmad Efendi mengemukakan, upaya penanggulangan selama ini memertahankan tanaman yang ada, terutama jenis pertanaman padi.

Kemudian merealisasikan pompanisasi pada areal yang terdapat sumber airnya, serta ke depan proses pengolahan tanah lebih cepat dilakukan, menghadapi musim tanam 2015 – 2016, antara lain guna memenuhi 45.800 hektare areal pertanaman padi, katanya pula.

Holil Ahmad Efendi juga mengaku, bantuan ragam sarana bersumber APBN 2015 guna menanggulangi kekeringan selama ini telah dimanfaatkan, bebernya.

Tetapi dari Bidang SDM Dinas TPH menyebutkan, 71 unit traktor roda dua (TR2), serta 20 pompa air juga telah didistribusikan, termasuk penambahan bantuan 10 unit pompa air kini dijadikan barang inventarisasi bagi kalangan petani mendesak memerlukannya.

Tetapi TR2 serta pompa air, hanya diprogramkan upaya khusus peningkatan produksi mencapai swasembada pangan, atawa bukan untuk menanggulangi kekeringan, ungkap sumber pada Bidang SDM tersebut.

Ditemui terpisah Kepala Distarkim Deni Suherlan juga katakan, institusinya pun selain kerap menyelenggarakan pengecekan lapangan pada areal kekeringan, memberikan bantuan pula berupa pompa air, serta antara lain pengecekan lokasi-lokasi reservcoir air, kata dia.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here