25 Murid SMPN 2 Cilawu Diikutsertakan Ziarah Wisata

0
280 views
Dadang Buchori (paling kiri) Bersama Iman Sukiman Bimbing Murid SMP di TMP Tenjolaya.

Garut News ( Senin, 16/04 – 2018 ).

Dadang Bunyamin (paling kiri) Bersama Iman Sukiman Bimbing Murid SMP di TMP Tenjolaya.

Sebanyak 25 murid SMPN 2 Cilawu Garut, diagendakan pada Rabu 25 April 2018 diikutsertakan pada penyelenggaraan ziarah wisata di “Taman Makam Pahlawan” (TMP) Cikutra Bandung, Jawa Barat.

Kepala Bidang Pembinaan Sosial pada Dinsos kabupaten setempat, Dadang Bunyamin, S.Sos di ruang kerjanya, Senin (16/04-2018), katakan helatan tersebut dilaksanakan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

Sebelumnya, banyak kalangan pelajar SMP di Garut, memeroleh nilai-nilai kejuangan dan kepahlawanan, sehingga ke depan mereka diharapkan memiliki jiwa patriotisme, tangguh dan rela berkorban memerjuangkan kejayaan bangsa dalam bingkai NKRI.

Karena itu, antara lain 180 murid SMPN 1 dan SMPN 2 Garut diikutsertakan pada pelaksanaan program fasilitasi nilai-nilai keperintisan, dan kepahlawanan di lingkungan TMP Tenjolaya Kabupaten Garut.

Maka selain mereka mendapatkan proses pembelajaran mengenai perjuangan Bangsa Indonesia mewujudkan serta memertahankan Kemerdekaan RI, juga diselenggarakan praktek lapangan.

Salah satu dari Sekitar 200 Makam Tak Dikenal, yang Berisikan Enam Jasad Pejuang NKRI.

Penyajian materi pembelajaran ini, masing-masing disajikan oleh kalangan guru IPS SMP, Pengelola TMP, serta Kepala Dinas Sosial setempat, Hj. Elka Nurhakimah, SH, M.Si.

Di antaranya penyelenggaraan kegiatan dengan bimbingan pemandu dari Dinsos, Iman Sukiman membawa serta para murid meninjau langsung 819 makam.

Termasuk dua makam baru yang dinilai sangat layak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan tersebut.

Dijelaskan pula, tiga makam pejuang pembela RI yang gugur dieksekusi soldadu Belanda pada 10 Agustus 1949 di sebelah pekuburan Kerkhof.

Proses Penyajian Materi Peningkatan Fasilitasi Nilai-Nilai Keperintisan, dan Kepahlawanan.

Ketiga penjuang itu, terdiri Komarudin akhli bahan peledak asal Korea dengan nama asli Yan Chilsang alias Tanagawa, kemudian  dua pejuang RI akhli strategi Usman asal Jepang dengan nama asli Oki, serta Abubakar juga asal Jepang dengan nama asli Hasegawa.

Ketiganya dengan ikhlas menjadi pemeluk Islam, yang dimuslimkan oleh Rd. Achmad Jayadiwangsa maupun Pangeran Papak, sedangkan ketiga pejuang yang gugur dieksekusi tersebut semula dimakamkan di seputar lokasi Pasir Pogor.

Kepada para murid itu pun, dijelaskan pula keberadaan sekitar 200 makam di TMP yang tak dikenal. Termasuk terdapatnya satu makam tempat mengebumikan delapan pejuang berupa bagian bagian jasadnya yang semula terpisah akibat gugur di medan pertempuran melawan tentara musuh penjajah RI.

Jajaran Dinsos Garut Bimbing Kalangan Pelajar SMP.

Dadang Buchori katakan, kegiatan selama empat hari ini, meliputi empat angkatan yang setiap harinya diikuti 45 peserta berlangsung pada pukul 07.30 hingga 12.00 WIB, mereka masing-masing 90 murid SMPN 1, dan SMPN 2 Garut.

Para peserta pun selain mendapatkan hidangan makanan dan minuman ringan, juga makan siang, di TMP Tenjolaya yang juga memiliki makam 43 non Muslim yang dinilai sangat layak dimakamkan di TMP tersebut.

Bidang Pembinaan Sosial pada Dinsos kabupaten setempat menyukseskan pula penyelenggaraan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-205 Kabupaten Garut 16 Februari 2018.

Helatan bertemakan “Gawe Rancage Mawa Raharja” (Kerja Bersama Menuju Kesejahteraan) ini, di antaranya dilaksanakannya ziarah ke makam leluhur Garut di Cipeujeuh.

*********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here