Skandal Pencurian Ijazah Hebohkan Pengelola SDN Regol

0
189 views

Garut News ( Kamis, 25/06 – 2015 ).

SDN Regol I Garut, Jawa Barat. (Foto: John Doddy Hidayat).
SDN Regol I Garut, Jawa Barat. (Foto: John Doddy Hidayat).

Para pengelola “Sekolah Dasar Negeri” (SDN) Regol 1-2 di Jalan Bharatayudha Garut, Jawa Barat, mereka kini sangat dihebohkan skandal pencurian, Kamis (25/06-2015) dini hari.
 
Lantaran, sama sekali tak terdapat barang berharga milik sekolah hilang pada peristiwa tersebut.

Pencuri justru hanya mengincar lembar ijazah dan buku rapor murid di lemari ruang kelas 6. Sejumlah buku bacaan anak juga diketahui hilang.

Bergaya Konstruksi Bangunan Masih Tegar. (Foto: John Doddy Hidayat).
Bergaya Konstruksi Bangunan Masih Tegar. (Foto: John Doddy Hidayat).

Beberapa guru katakan, peristiwa pencurian diketahui pertama kali sekitar pukul 08.00 WIB.

Diduga pelaku pencurian masuk ruang kelas melalui jendela yang kacanya selama ini tak terpasang.

Pelaku dinilai sempat mengobrak-abrik isi lemari, kemudian hanya mengembat beberapa lembar ijazah, buku rapor, dan buku bacaan murid.

“Saya datang ke sekolah sebab ada anak akan ambil rapor. Tetapi begitu masuk kelas, lemari terbuka. Lalu saya cek, ternyata sejumlah ijazah dan rapor tak ada. Jumlah yang hilang belum tahu. Masih kami hitung,” ungkap seorang guru SD Regol I, Iis.

Bagian Dalam SDN Regol I. (Foto: John Doddy Hidayat).
Bagian Dalam SDN Regol I. (Foto: John Doddy Hidayat).

Sehingga Iis maupun guru lain di sekolah kerap disebut SD Gadis itu, keheranan sekaligus bingung.

Selain tak ada barang berharga menjadi sasaran maling, ijazah, dan rapor hilang tersebut, justru rencananya dibagikan ke murid, Jumat besok.

Aksi pencurian pada SD Gadis itu. kedua kalinya terjadi dalam sebulan terakhir ini.

Sebelumnya, aksi serupa terjadi dengan sasaran puluhan eksemplar buku bacaan murid.

Kondisi Ruangan Kelas SDN Regol I. (Foto : John Doddy Hidayat).
Halaman Pelataran Depan Sekolah. (Foto : John Doddy Hidayat).

“Kami juga heran. Mengapa yang dibawa itu buku bacaan yang masih berlaku, rapor dan ijazah yang belum sempat dibagikan kepada murid? Kalau untuk dikilo, mengapa ijazah juga harus dibawa? Padahal masih banyak barang ukurannya berat-berat,” beber Iis, menambahkan.

Komplek sekolah itu, berluas bangunan 5.030 m2, dibangun seratus satu tahun lalu atawa pada 1914.

Kondisi Ruangan Kelas SDN Regol I. (Foto: John Doddy Hidayat).
Kondisi Ruangan Kelas SDN Regol I. (Foto: John Doddy Hidayat).

Dengan gaya dan konstruksi hingga kini masih aslinya, bahkan kayu dan model bangku dan kursi murid belajar juga masih tampak sebagai barang lawas.

Setiap ruangan kelas, selain lega juga ketinggian plafon atapnya beserta kisi-kisi ventilasi udara masih amat sangat memenuhi syarat kesehatan, berlantai ubin atawa keramik jaman “baheula”.

Sedangkan penegerian sekolah ini dilakukan pada 1948, atawa tiga tahun pasca Kemerdekaan RI.

Bagian Samping Bangunan SDN Regol I. (Foto: John Doddy Hidayat).
Bagian Samping Bangunan SDN Regol I. (Foto: John Doddy Hidayat).

Kemudian tahun perubahan berlangsung 1999, terletak sekitar satu kilometer dari pusat jantung Kota Garut.

Kini terakreditasi A berdasar Surat Keputusan Badan Akreditasi Provinsi Jabar, sebagai kelompok sekolah inti, berada pada organisasi penyelenggara UPTD Pendidikan Kecamatan Garut Kota, dengan jumlah keanggotaan rayon lima SD Imbas.

********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here