204 Tahun Garut Belum Seluruh Penduduknya “ODF”

0
13 views
dr H. Asep Maryaman.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 21/02 – 2017 ).

dr H. Asep Maryaman.
dr H. Asep Maryaman.

Bersamaan semaraknya rangkaian perayaan “Hari Jadi Garut” (HJG) 2017 (16 Pebruari 1813 – 16 Pebruari 2017). Selain kian mendesak segera diintervensi pemerintah pada bidang ekonomi dengan memertimbangkan pengembangan sektor yang mampu menstimulus sektor-sektor produktif ekonomi riel. Lantaran berdasar data Susenas 2015 menunjukan, gini rasio di kabupaten ini berada pada level menengah dengan besaran 0,31 yang cukup jauh dibawah angka Jawa Barat yang mencapai 0,41.

Juga mendesak harus segera dilakukan rekayasa pada akses pembuangan tinja tak memenuhi syarat, sebab sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Menyusul pada usianya yang ke-204 tahun ternyata belum seluruh penduduk kabupaten tersebut berkondisi “Open Defecation Free” (ODF) maupun kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak “buang air besar sembarangan” (BABS).

Didesak pertanyaan Garut News, Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman katakan, secara bertahap terus-menerus diupayakan tak ada lagi penduduknya yang BABS.

Hingga kini kata dia, sedikitnya terdapat penduduk yang tersebar pada 230 desa/kelurahan dari 21 Kelurahan dan 403 Desa, benar-benar terbebas atau tidak lagi BABS, katanya.

Kepala “Pusat Kesehatan Masyarakat” (Puskesmas) Siliwangi, Garut, dr H. Asep Maryaman mengemukakan pula, fokus utama programnya 2017 di antaranya berupa penyediaan sarana ODF pada pemukiman penduduk di wilayah Kelurahan Muara Sanding.

Karena hingga kini sekitar 25 persen penduduknya masih berkondisi BABS, terutama mereka yang bermukim berdekatan dengan lintasan Sungai Cimanuk.

Sehingga sejak tiga bulan lalu gencar diselenggarakan pemicuan termasuk sosialisasi pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat, juga mendesaknya pembangunan septic tank daripada ber- ODF ikut ke rumah tetangga, atau BABS di Sungai Cimanuk.

Kondisi memprihatinkan di wilayah Kecamatan Garut Kota itu, dari 11 kelurahan masih terdapat tiga kelurahan di antaranya yang masih banyak berpenduduk berperilaku BABS.

Kepada Garut News di ruang kerjanya, Selasa (21/02-2017), Asep Maryaman juga katakan diagendakan pada sekitar Juni 2017 mendatang diselenggarakan imunisasi massal untuk “Mumps” (gondongan) dan Rubella (campak) bagi penduduk berusia berkisar sembilan bulan hingga usia 15 tahun, bersumber dana “Bantuan Operasional Kesehatan” (BOK) atau APBN.

Masih pada tahun ini juga diagendakan pelaksanaan pendataan keluarga sehat, setiap rumah bakal di data, antara lain apakah mereka memenuhi syarat kesehatan, di antaranya kondisi rumah, apakah pergi berobat jika sakit, serta apakah berobat jika terdapat anggota keluarga mengalami kelainan jiwa.

Penyelenggaraan pendataan keluarga sehat ini, lantaran kesehatan masyarakat berawal dari keluarga, katanya antara lain menambahkan.

“Badan Layanan Umum Daerah” (BLUD) Puskesmas Siliwangi beradius pelayanan empat kilometer, dihuni sekitar 11 ribu kepala keluarga atau 42 ribu penduduk.

 

*********