2.196 PAUD Garut Serap 60.534 Anak Didik

0
100 views
Muhammad Yusuf, M.Pd.

“Masih Banyak Anak Usia Sekolah Tak Nikmati Pendidikan”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 23/10 – 2017 ).

Muhammad Yusuf, M.Pd.

********** Dari 2.196 kelembagaan “Pendidikan Anak Usia Dini” (PAUD) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, hingga kini bisa menyerap sedikitnya 60.534 anak didik, mereka tersebar pada setiap desa/kelurahan di 42 wilayah kecamatan.

Anak Jalanan Garut, Pecandu Lem Aica Aibon.

********* Penyelenggaraan pra sekolah tersebut, memiliki 4.097 “rombongan belajar” (rombel) dikelola 6.622 tenaga pendidik. Sehingga rasio perbandingan guru dengan anak didiknya berkisar¬† ¬†“satu berbanding sepuluh”.

Kepala Seksi PAUD pada Disdik kabupaten setempat, Muhammad Yusuf, M.Pd katakan, kelembagaan itu terdiri Taman Kanak-Kanak, Kelompok Bermain, Satuan Pendidikan Sejenis, Tempat Penitipan Anak, serta RA.

Sedangkan kendala selama ini, antara lain sekitar 50 persen tenaga pendidiknya masih belum sesuai dengan latar belakang keilmuannya.

Sehingga senantiasa dapat diupayakan dengan banyaknya penyelenggaraan pelatihan bagi para tenaga pendidik PAUD, imbuh Muhammad Yusuf kepada Garut News di ruang kerjanya, Senin (23/10-2017).

“Masih Banyak Anak Usia Sekolah Tak Nikmati Pendidikan”

Kerap Mangkal di Terminal, serta di Lorong Pasar Ciawitali.

********* Kalangan orangtua yang anaknya menjadi peserta PAUD termasuk Ny. Budiani mengemukakan sangat bersyukur putranya memiliki kemauan, dan bisa mengikuti penyelenggaraan kegiatan PAUD.

Lantaran di kabupaten ini, termasuk di wilayah perkotaan sekalipun ternyata masih banyak anak usia sekolah yang tak menikmati pendidikan.

Di antaranya anak-anak jalanan, justru paling banyak menghabiskan waktunya di lingkungan terminal angkutan kota, juga pada titik lokasi lampu merah.

Mereka menjadi pengamen sekaligus pengemis, bahkan menjadi kecanduan mengisap lem aica aibon.

Tetapi sejauh ini, Pemkab setempat mengesankan menutup mata terhadap fenomena yang kian mengerikan tersebut.

Malahan semakin pula mengindikasikan abai terhadap hak setiap warga negara bisa menikmati dunia pendidikan, yang baik dan sehat, ungkapnya.

 

********