2.091 Hektare Sawah Pakenjeng Diterjang Kemarau Panjang

0
79 views
Kemarau Panjang Terjang Kecamatan Pakenjeng Garut.
Gagal Panen di Neglasari.

“Neglasari Mendesak Segera Prioritaskan Pengadaan Sumber Air”

Garut News ( Ahad, 14/07 – 2019 ).

Kekeringan di Kecamatan Pakenjeng Garut hingga pekan pertama Juli ini meranggas 102 hektare tanaman padi, dengan ancaman kekeringannya mencapai 220 hektare.

Namun jika upaya penanggulangannya tak membuahkan hasil. Maka ancaman kekeringannya bisa meranggas 2.091 hektare luas seluruh tanaman padi lantaran diterjang kemarau panjang di wilayah tersebut.

Balong Maupun Kolam Ikan Penduduk Neglasari Menjadi Kering Kerontang.

Staf Koordinator ‘Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan’ (POPT) kabupaten setempat, Ahmad Firdaus katakan upaya penanggulan selama ini antara lain dengan pompanisasi, dan gilir giring.

Namun menurut warga kecamatan itu di Desa Neglasari termasuk Dr Wahyu Hidayat, MA desakan segera memprioritaskan pengadaan sumber air bersih di wilayahnya tak hanya untuk memenuhi kebutuhan persawahan.

Taman Kanak – Kanak Al Barkah Kampung Kubang Manila Neglasari.

Melainkan juga guna memenuhi kebutuhan vital lainnya, terutama air minum serta di antaranya untuk memasok keperluan pada lembaga pendidikan formal keagamaan.

Mulai dari Taman Kanak – Kanak, Tsanawiyah hingga Aliyah. Selama kemarau panjang ini setiap seluruh peserta didiknya  hendak ke jamban pun terpaksa harus mendatangi masjid besar berjarak ratusan meter dari lokasi sekolah.

Mendesak Segera Perlukan Surau, Kobong, dan Air Bersih.

Sehingga diperlukan upaya pengeboran air bersih berkedalaman 50 meter lebih, agar bisa pula memberi manfaat bagi desa lain sekitar Neglasari.

Sedangkan keperluan mendesak berikutnya, antara lain pembangunan ‘surau’ dan “kobong” (asrama santri) guna menunjang penguatan proses belajar-mengajar yang selama ini diselenggarakan pada setiap jenjang pendidikan formal keagamaan di Kampung Kubang Manila.

Aliyah Didirikan Sejak 2005 di Neglasari.

Menyusul kampung yang terletak 70 km dari arah selatan pusat Kota Garut tersebut, banyak didatangi pelajar dari desa sekitarnya untuk bersekolah di Neglasari.

“Dipastikan jika terdapat pengadaan sumber air yang memadai, bakal menggerakan bahkan meningkatkan dinamika ragam aktivitas sosial perekonomian masyarakat sekitarnya, yang pada gilirannya bisa membantu meringankan kewajiban pemerintah,” imbuh Wahyu Hidayat.

Masjid Miftahul Huda di Kampung Kubang Manila RT/RW. 02/01 Desa Neglasari Pakenjeng.

M. Angga Tirta dari Komunitas Wirausaha “Tangan Di Atas” (TDA) Kabupaten Garut, Ahad (14/07-2019), turun gunung melihat langsung kondisi Desa Neglasari yang sejak dulu masih mengandalkan produktivitas padi tadah hujan.

Sekaligus menelisik pula desakan kebutuhan prioritas seluruh jenjang pendidikan formal keagamaan, dalam mewujudkan generasi berkualitas yang Qur’ani.

Garut – Pakenjeng.

“Serta mandiri dengan mengembangkan produktivitas kreatif bernilai ekonomi yang berdaya saing,” ungkapnya pula.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here