181 Kasus Kebakaran di Garut Akibat Korsleting Listrik

0
50 views

Garut News ( Selasa, 16/01 – 2018 ).

Dinas Damkar Kabupaten Garut.

Dari 198 kasus kebakaran di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang berlangsung selama dua tahun terakhir (2016 dan 2017), terdapat sekitar 181 kasus di antaranya akibat korsleting listrik atau hubungan pendek.

Kepala Bidang Operasi dan Penyelamatan pada Dinas “Pemadam Kebakaran” (Damkar)  kabupaten setempat, Wawan Sobarwan katakan selama 2016 silam terjadi 101 kasus kebakaran dengan menewaskan dua penduduk.

Sedangkan seluruh 101 kasus kebakaran tersebut, diduga kuat akibat korsleting listrik, yang menelan kerugian material mencapai Rp22.564.500.000,-

Dedi Mulyadi.

Kemudian dari 97 kasus kebakaran yang berlangsung selama 2017, menelan kerugian Rp186.084.249.000 juga didominasi 80 kasus di antaranya akibat korsleting listrik.

Tiga kasus kebocoran gas LPG kapasitas tiga kilogram, tiga kasus pembakaran sampah, tiga kasus kebakaran tungku kayu, sedangkan kasus lainnya akibat kebakaran lahan gambut.

Banyaknya kasus kebakaran yang diakibatkan korsleting listrik ini, semakin mendesak segera diperlukannya kegiatan sosialisasi pencegahan serta pengawasan secara masif kondisi instalasi listrik rumah penduduk, termasuk standarisasi peralatan listrik yang digunakan masyarakat, imbuh Wawan Sobarwan.

Kepala Bidang Sarana – Prasarana Dinas Damkar Kabupaten Garut, Dedi Mulyadi mengemukakan tahun anggaran 2018 dialokasikan sekitar Rp3 miliar bersumber APBD murni untuk pengadaan berupa dua unit mobil pancar operasional pemadaman.

Serta satu unit mobil water suplay guna menunjang operasional empat unit mobil pemadam kebakaran hibah dari Jepang.

Pengadaan dua unit mobil pancar masing-masing diperuntukan menunjang operasional UPTD Damkar di Kecamatan Balubur Limbangan, dan di Kecamatan Pameungpeuk.

Sedangkan ke depan disesuaikan kemampuan bisa diagendakan setiap wilayah kecamatan, bahkan setiap kelurahan dan desa minimal terdapat satu unit mobil pemadam kebakaran, katanya.

Sehingga diharapkan pada 2019 mendatang, terdapat lagi pengadaan baru dua unit mobil pemadam kebakaran, katanya pula.

Menyusul pengadaan lima unit mobil pemadam kebakaran sejak 12 tahun lalu, kini yang efektif beroperasional empat unit.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.